Biarkan Buku Bicara!

biarkan-buku-bicaraMEMILIKI karya tulis dalam bentuk buku merupakan satu bentuk prestasi yang menyenangkan juga membanggakan. Selain menyenangkan diri sendiri, menulis buku juga dapat dimaknai sebagai upaya mewariskan bacaan bagi keluarga besar dan generasi penerus, bahkan teman terdekat. Semua ini tentu saja membuat aku gembira dan orang-orang yang dicintai menjadi bangga.

Sudah banyak cerita tentang suka dan duka menulis buku, terutama dari para penulis tersohor, baik di level lokal, nasional maupun internasional. Kamu bisa mendapatkan kisah mereka di berbagai buku, website, blog dan media sosial. Intinya, tak ada penulis buku yang sepi dari ujian alias suka dan duka dalam menghadirkan karya tulis, terutama buku. Baca lebih lanjut

Langkah Siap Menjadi Orang Sukses

suksesUNTUK menjadi sukses, baik dalam pekerjaan, karier, bisnis, dan keluarga atau yang lainnya, kita perlu memiliki kesiapan. Kesuksesan bukan milik mereka yang tidak siap, kesuksesan adalah hak milik mereka yang memang siap untuk sukses. Kesuksesan akan bergantung kepada karakter, cara berpikir dan prinsip-prinsip kesuksesan.

Beberapa hal berikut bisa kita pelajari lebih lanjut sebagai penopang kesiapan diri menjadi pribadi yang sukses. Baca lebih lanjut

Penerbit Mitra Pemuda Semakin Maju

logo-mitra-pemudaBerbicara tentang penerbitan buku tentu tak bisa dipisahkan dengan berbagai tantangan dan kendala bahkan masalah yang diliputinya. Namun, semua itu akan menemukan jalan keluar atau solusinya kalau manajemen dan sumber daya manusia (SDM) yang menjalankan manajemennya mampu mengelolanya menjadi kesempatan sekaligus peluang untuk bangkit dan semakin maju.

Setelah beberapa bulan lalu menerbitan beberapa naskah dari beberapa penulis yang berasal dari berbagai kota di seluruh Indonesia, kini Penerbit Mitra Pemuda kembali menerbitkan beberapa naskah baru menjadi buku. Selain penulis dari kalangan muda, penulis yang mempercayakan naskahnya untuk diterbitkan di Penerbit Mitra Pemuda juga beragam latar seperti berlatar PNS, Akademisi, Pegiat Sastra, Politisi, Ormas, OKP hingga penulis lepas. Baca lebih lanjut

Minta Maaf

maafkuBismillah…
Assalamu’alaikum wr. wb.
Dengan penyesalan yang mendalam… dari hati saya menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pegiat sastra dan seni di Cirebon dan sekitarnya (Sentra, Rumah Kertas, Lawan Teater, Kang Edeng dan Para sesepuh dan teman lain yang tak bisa saya sebutkan satu persatu di sini), atas semua kesalahan sekaligus kekeliruan saya dalam menyampaikan pendapat dan respons soal sastra dan seni di akun media sosial khususnya akun facebook ini.

Saya berupaya tuk tak mengulangi dan tuk terus belajar dan belajar lagi agar lebih baik. Karena saya sadar betul tak semua hal bisa dipahami sama pada satu waktu bahkan tuk waktu yang lain. Karena itu sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih atas semua niat baik dan masukannya kepada saya. Saya sadar betul bahwa setiap amal dunia nanti di akhirat akan ada pertanggungjawabannya. Semoga saya dan kita semua mendapat bimbingan dari-Nya dalam semua kesempatan, kini dan di masa depan. Sekali lagi, mohon maaf.

Wassalamu’alaikum.

Cirebon Selasa, 20 September 2016
Syamsudin Kadir

*Catatan: Sebagai kesungguhan saya lampirkan keterangan resmi saya. Semoga bermanfaat!

Pilkada Serentak dan Pemimpin Dambaan Rakyat

pilkada-serentakPERLU diakui bahwa proses demokratisasi di negeri ini memiliki kemajuan yang cukup signifikan. Bukan saja pada soal otonomi pemerintahan, tapi juga pada otonomi politik rakyat. Rakyat, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, diberi mandat secara konstitusional untuk memegang kedaulatan tertinggi. Hal ini, misalnya, dalam hal pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahap pertama 9 Desember 2015 lalu. Walaupun dalam konteks pilkada serentak yang lalu dan pilkada pada umumnya, kedaulatan rakyat cenderung “abu-abu” lantaran prasyarat kandidat untuk menjadi calon sah masih menggunakan label dan bayang-bayang parpol, proses demokratisasi dari waktu ke waktu memiliki perubahan yang patut diapresiasi dengan segala catatan kaki atau sejumlah kritik atasnya. Baca lebih lanjut

Menumbuhkan Gairah Politik PPP

romahurmuziyPADA Ahad (4/9/2016) lalu saya menghadiri acara Silaturahim dan Konsolidasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Se-Wilayah III Cirebon yang meliputi Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning). Acara yang berpusat di salah satu hotel ternama di Kota Cirebon tersebut dihadiri oleh Ketua Umum DPP PPP Muhammad Romahurmuzy (Romy), beberapa pengurus pusat, anggota DPR/DPRD (Provinsi/Kabupaten-Kota) fraksi PPP, pengurus wilayah, cabang dan anak cabang, serta kader dan simpatisan PPP dari Wilayah III Cirebon dan sekitarnya; di samping undangan umumnya.

PPP merupakan partai berbasis massa Islam yang cukup tua dan tentu punya peran besar dalam perjalanan sejarah politik Islam dalam tubuh bangsa dan negara ini. Tentu maknanya, PPP punya peran besar dalam membangun bangsa dan negara ini. Karena itu, saya memandang perlu untuk hadir pada acara yang dihadiri sekitar 400-an orang tersebut. Saya sendiri hadir sebagai penikmat sosial-politik; karena saya bukan partisan, bukan pula kader atau pengurus PPP. Baca lebih lanjut

Waktu adalah Penaku

waktu-adalah-penakuMelihat dan menakar waktu
tak seperti biasanya berdetak
melahirkan perjalanan cinta
pada imaji hingga kata-kata
tak hanya diam dan berbisu
atau terpaku tak bernyawa
karena semuanya diperjuangkan
yang mesti berpeluh keringat
harus terbiasa dengan air mata
hingga bergelimangan darah
agar melahirkan kata-kata
semuanya demi pena
karena waktu adalah penaku

Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur Eksekutif Penerbit Mitra Pemuda, Pegiat PENA dan Pendidikan Islam di IAI Bunga Bangsa Cirebon. Dimuat pada halaman 4 Kolom Hari Puisi Harian Umum Radar Cirebon edisi Sabtu 10 September 2016.