Arsip | Uncategorized RSS feed for this section

IAI BBC Menuju PT Berdaya Saing Tinggi

13 Jul

PADA Oktober 2013 silam Times Higer Education kembali mengumumkan rangking universitas se-dunia yang masuk dalam kelompok World Class University (WCU). Walaupun sudah enam tahun berlalu, namun pengumuman itu layak mendapatkan renungan sekaligus pembelajaran bagi perguruan tinggi di Indonesia, termasuk di Cirebon, tak terkecuali Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC).

Salah satu yang paling menarik dari daftar tersebut adalah beberapa universitas yang masuk dalam jajaran WCU usianya baru 20-an tahun, seperti Nanyang Technological University (NTU, Singapura), Yuan Ze University (YZU, Taiwan), dan Koc University (KU, Turki). Baca lebih lanjut

Iklan

Substansi dan Makna Transformasi Shaum

27 Jun

KEWAJIBAN shaum atas orang-orang beriman memiliki substansi sekaligus tujuan luhur yaitu melahirkan pribadi-pribadi yang takwa. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu ber-shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah [2]: 183).

Dalam literatur-literatur klasik Islam, takwa didefinisikan sebagai, “Upaya sadar dalam menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.” Dengan demikian—seperti ungkapan Yusuf Qardhawi (2004)—shaum diorientasikan untuk membentuk pribadi-pribadi yang taat menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya dalam pengertian dan cakupannya yang lebih luas dan menyeluruh. Baca lebih lanjut

Bersua Karena Iman

19 Jun

ENTAH berapa kebaikan mereka untukku selama ini. Tak mampu kuhitung. Segala hal yang aku hadapi kerap aku obrolkan dengan mereka. Aku tak punya hubungan nasab dengan mereka. Tapi ikatannya jelas: ikatan iman.

Mereka kadang hadir dalam situasi pelik. Mereka hadir membantu dengan begitu tulus. Bukan pada materinya terutama, tapi pada kesediaan untuk mendengar, sembari pada kesempatan lain memberi masukan, semangat dan ada juga nasehat seperlunya. Baca lebih lanjut

Jadilah Manusia Golongan Empat!

17 Jun

RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang (4 perkara:) tentang umurnya dihabiskan untuk apa, tentang ilmunya diamalkan atau tidak, tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan, tentang tubuhnya, capek/lelahnya untuk apa.” (HR Tirmidzi dan Tirmidzi berkara hasan shahih)

Membaca hadits tersebut mengingatkan kepada kita diantaranya soal umur, ilmu, harta dan fisik yang akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak pada hari kiamat. Kalau ditelisik, sebetulnya keempat hal tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan kita untuk memanfaatkan anggota fisik atau tubuh kita. Karena fisik kitalah yang kelak memberi penjelasan, bukan lisan kita. Bahkan lisan kita kelak terkunci, sementara yang menjadi juru bicara adalah tangan kita dan yang menjadi saksi adalah kaki kita. Baca lebih lanjut

Sahabat Muslimahku, Ayo Berhijab!

17 Jun

AKHIR-akhir ini berhijab menjadi salah satu brand dan trend banyak kalangan, terutama kalangan muslimah muda. Berhijab pun bukan saja dikenal di kalangan santriwati atau pesantren, tapi juga di kalangan non pesantren.

Bahkan berhijab bukan saja menjadi perbincangan yang “wah” di kalangan masyarakat biasa tapi juga di kalangan figur publik seperti artis, pejabat publik, tokoh masyarakat dan sebagainya. Baca lebih lanjut

Memaknai Kehangatan Sang Ibu

13 Jun
Bersama Ibu Tercinta

Bersama Ibu Tercinta

SEORANG ibu memang bukan manusia sempurna. Ia pun bukan manusia super. Ia hanyalah manusia biasa, seperti yang semua kita saksikan pada sosok ibu kita masing-masing. Mungkin ada banyak ibu yang punya posisi penting dalam sebuah jabatan, dalam karir, dalam peran sosial, atau dalam organisasi, tapi sebagai anak kita tetap mengenalnya sebagai ibu rumah tangga yang memberi kehangatan dan perhatian pada keluarganya, dengan caranya sendiri. Baca lebih lanjut

Belajar Hebat Kepada Dua Wanita Hebat

13 Jun
Mertua dan Istriku

Mertua dan Istriku

Berumah tangga artinya belajar. Bukan saja belajar untuk saling memahami perbedaan antara sepasang suami-istri, tapi juga untuk belajar mengenai nilai-nilai dan kebaikan dari masing-masing keluarga besar.

Apalah lagi dari latar suku dan budaya yang berbeda. Tentu butuh tenaga dan waktu yang lebih untuk belajar. Di sini tak boleh kalah oleh lelah. Sebab proses belajar itulah yang membuat perjalanan rumah tangga menemukan keunikannya. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: