Biasakan Berpikir Positif

positive-thinking“Berpikir positif atau berprasangka baik-lah maka Mas akan sukses!” Kutipan tersebut adalah isi SMS seorang teman menjelang saya menyampaikan materi pada acara bedah buku saya The Power of Motivation di Palangka Raya-Kalimantan Tengah awal Juni 2012 yang lalu. SMS semakna saya dapatkan ketika menghadiri acara bedah buku saya Spirit To Your Succees di Mataram-NTB Desember 2012 lalu. Satu pesan singkat namun kaya makna, yang tentu saja dibutuhkan bagi siapa saja yang ingin sukses dalam melakoni kehidupannya, yang ingin sukses dalam berbagai usaha yang ia tekuni.

Sahabat pena! Hidup ini selalu membutuhkan modal tak sedikit. Diantara modal yang sangat penting adalah positive thinking (berpikir positif, berprasangka baik). Hampir semua orang sukses bisa dipastikan memiliki modal ini. Dengan adanya positive thinking akan mudah untuk membedakan apakah seseorang itu optimis atau pesimis, apakah seseorang itu akan sukses atau tidak.

Mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill, punya kata-kata mutiara yang abadi : A pessimist sees the difficulty in every opportunity, an optimist sees the opportunity in every difficulty. Seorang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan, seorang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan. Tak ada yang berbeda dari objek yang dihadapi si pesimis dan optimis. Yang ada hanyalah cara pandang yang berlainan. Si optimis memandangnya dengan pikiran positif sedangkan si pesimis dengan pikiran negatif.

“Kita melihat manusia lain mempunyai keunggulan dalam hal materi, maka kita biasakan diri melihat keunggulan tersebut dengan persepsi yang positif (sumber dan proses dia mendapatkan materi yang lebih tersebut), pasti dampak kepada kita akan positif juga, pikiran, perasaan dan langkah dalam kehidupan kita, otomatis produktivitas kita akan positif juga.”(Insyirahman)

Ber-positive thinking memang harus dibiasakan dan dilatih terus-menerus agar suatu saat kelak akan tumbuh menjadi karakter. Tetapi bagaimana menumbuhkan kebiasaan ini? Semoga beberapa langkah berikut bisa membantu Anda.

Pertama, Afirmasi verbal setiap hari

Saat Anda menghadapi suatu masalah atau peluang, ada dua kemungkinan yang bisa Anda lakukan. Anda merasa bisa mengatasi atau melakukannya, tetapi di sisi lain Anda juga ragu akan kemampuan Anda. Secara teknik, sebenarnya Anda sangat mampu mengerjakannya namun ketidakyakinan menarik Anda pada sikap yang statis sehingga Anda tak melakukan apa-apa.

Menurut sejumlah ahli, cara terbaik mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan afirmasi, yaitu mengucapkan kata-kata positif pada diri Anda, seolah-olah ia sudah bisa Anda lakukan, sudah menjadi milik Anda. Di pagi hari selepas bangun tidur, katakan pada diri Anda bahwa Anda bisa melakukan sesuatu yang Anda inginkan atau impikan. Semacam “Aku bisa!”, “Aku pasti bisa!”, “Aku pasti memilikinya” atau dengan pernyataan “Aku pasti mendapatkannya”. Makin keras ucapan Anda makin mampu mempengaruhi alam bawah sadar Anda. Lakukan setiap hari sekitar 10 menit saja, itu sudah cukup. Berikutnya, tunggulah hasil positif yang Anda raih.

Ada cerita menarik tentang almarhum WS Rendra, penyair dan budayawan tersohor negeri ini. Ketika masih tinggal di Yogjakarta pada tahun 1970-an, Rendra jalan-jalan sore di Maliboro bersama Arifin C Noer. Ketika itu sebuah sedan—entah milik siapa—diparkir di tepi jalan. Rendra mendekatinya dan langsung menepuk-nepuk serta menendang roda mobil itu sambil berkata, “Jangan kira aku tidak bisa memiliki ini. Aku pasti bisa punya seperti kamu. Aku bisa punya ini.” Arifin, temannya, hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.

Di kemudian hari, Rendra tidak hanya memiliki mobil seperti itu, tetapi juga memiliki rumah dan tanah seluas 5 hektare di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Di situlah ia bersama keluarga besar Bengkel Teater beraktivitas dan berkarya; sebuah pencapaiaan yang cukup inspiratif dan patut ditiru. Asyik, bukan?

Kedua, Gunakan kata positif

Menggunakan kata-kata atau ungkapan positif memiliki pengaruh baik. Seorang ahli bernama Susan Jeffers mengatakan, “Tak masalah apakah kita percaya pada kata-kata atau tidak, tetapi kata-kata itu mempengaruhi alam bawah sadar kita.”

Lalu, bagaimana dengan diri Anda? Tak perlu panjang-lebar, jika Anda terbiasa menggunakan kata-kata negatif, hasil negatiflah yang Anda dapat. Begitu pun, jika Anda selalu menggunakan kata positif maka hasil positif yang akan Anda dapat.

Masaru Emoto dalam buku The True Power of Water begitu apik menjelaskan bagaimana respon air terhadap apa yang dilakukan oleh manusia atas dirinya. Jika manusia mengungkapkan kata-kata positif alias baik maka air pun akan terlihat indah, namun jika manusia mengungkapkan kata-kata negatif alias kata-kata kotor maka air pun akan terlihat tak bersahabat.

Bahkan menurut penelitian Emoto, begitu jelas perbedaan antara air yang disapa kata “cinta dan terima kasih” dan air yang disapa “kamu kotor, kamu jelek”. Air yang disapa kata “cinta dan terima kasih” akan memberi efek positif, sedangkan air yang disapa “kamu kotor, kamu jelek” akan memberi efek negatif.

Ustadz Yusuf Mansur punya cerita lain. Ustadz muda asli Betawi yang terkenal dengan Wisata Hati-nya ini sering menyerukan kepada jama’ah pengajiannya agar rajin-rajin bershalawat atas nabi tercinta. Jika melihat tetangga memiliki mobil, jangan iri atau dengki. Cukup bersyukur kepada Allah SWT., do’akan saja semoga barakah dan rezekinya bertambah. Selebihnya, rajin-rajinlah memandang mobil itu sambil bershalawat. Gayung bersambut, suatu ketika beberapa jama’ahnya mempraktikkan ajakan beliau. Hasilnya luar biasa. Hampir semua harapan mereka terwujud, termasuk memiliki mobil baru. Bahkan lebih bagus dari mobil tetangga mereka. Ajaib, bukan?

Pada hakikatnya, dalam dunia usaha, prestasi dan semacamnya juga demikian. Kata-kata negatif dan positif yang Anda gunakan sangat mempengaruhi kesuksesan yang Anda peroleh. Kata-kata negatif cenderung menghambat kesuksesan, sedangkan kata-kata positif mempermudah tercapainya kesuksesan.

Ketiga, Pasang gambar atau tulisannya

Menempelkan visualisasi apa yang Anda inginkan akan memberi dampak positif dalam pencapaiannya. Apa yang ingin Anda raih, tempelkan gambar atau kata-katanya. Pandangi setiap ada kesempatan, bayangkan apa yang akan Anda rasakan saat bisa meraihnya nanti.

Katakanlah Anda ingin sukses dalam bidang bisnis, maka hayalkan bentuk kesuksesan yang mungkin Anda raih. Sering-seringlah membayangkan apa yang Anda raih. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Stephen Covey, “Mulailah dari yang akhir”. Ini akan mendorong timbulnya pikiran-pikiran positif dalam diri Anda. Bahkan dengannya Anda akan tersemangati untuk selalu beraktivitas, menuntaskan langkah-langkah capaiannya. Tak kenal lelah, terus melangkah menggapai kesuksesan, itu satu hal yang sangat penting.

Keempat, Penuhi sekeliling Anda dengan citra positif

Citra positif ini bisa berupa poster kata-kata motivasi, foto inspirasi, bahkan tulisan afirmasi untuk meyakinkan diri dalam selembar kartu kecil atau kertas tempel yang mudah dilihat. Karena itu beri hiasan ruangan dengan poster atau foto-foto inspirasi yang bisa menggugah keyakinan Anda atau menambah semangat Anda. Sekali waktu saat Anda sedang stres, tataplah, atau bacalah sehingga Anda akan kembali fokus pada keinginan yang sedang Anda kejar.

Saya sendiri berpengalaman untuk yang satu ini. Dulu ketika mondok di Pesantren dan Kuliah saya membuat beberapa tulisan dalam kertas yang agak besar, kemudian saya tempelkan di lemari, dinding, jendela kamar dan kontrakan saya. Setiap keluar-masuk kamar dan kontrakan saya pasti melihat tulisan-tulisan tersebut. Di antaranya:

“Saya mesti sukses dalam dunia literasi”
“Saya mesti membaca minimal 5 buku per-hari”
“Saya mesti membaca minimal 5 surat kabar per-hari”
“Saya mesti menulis artikel atau esai minimal 5 artikel atau esai perhari”
“Saya mesti menulis di berbagai media cetak lokal, nasional bahkan internasional”
“Saya mesti memiliki website atau blog pribadi”
“Saya mesti memiliki penerbitan buku”
“Saya mesti memiliki komunitas kepenulisan”
“Saya mesti menulis buku”
“Saya mesti menghafal Al-Qur’an”
“Saya mesti bisa berbahasa Arab dan Inggris”
“Saya mesti menjadi pembicara di TV dan radio”
“Saya mesti menjadi motivator handal”
“Saya mesti bisa, juara, pemenang dan kaya dalam banyak hal”
“Saya mesti menyelesaikan studi atau pendidikan hingga jenjang doktoral”
“Saya mesti kuliah S2-S3 di Malaysia dan Inggris”
“Saya mesti menjadi dosen ahli dalam bidang pendidikan, pemikiran dan peradaban Islam”
“Saya mesti menjadi Menteri Pendidikan”
“Saya mesti menjadi edupreneur”
“Saya mesti memiliki jaringan dengan komunitas intelektual di level nasional dan internaional”
“Saya mesti memiliki rumah dari hasil jerih payah sendiri”
“Saya mesti membiayai kehidupan dan menyediakan rumah untuk orangtua saya di saat mereka lanjut usia”
“Saya mesti membiayai fakir-miskin dan yatim-piatu”
“Saya mesti memiliki perpustakaan buku yang besar”
“Saya mesti punya pusat studi pendidikan dan peradaban Islam”
“Saya mesti memiliki pusat studi kebudayaan”
“Saya mesti memiliki lembaga bahasa Arab dan Inggris”
“Saya mesti memiliki lembaga pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi model”
“Saya mesti memiliki masjid besar di enam daerah/kota: Denpasar, Mataram, Labuan Bajo, Papua, Bandung, Cirebon, dan Palangka Raya”
“Saya mesti memiliki toko buku di enam daerah/kota: Denpasar, Mataram, Labuan Bajo, Papua, Bandung, Cirebon, dan Palangka Raya”
“Saya mesti memiliki toko pakian: celana, baju, sarung, sepatu dan sebagainya”
“Saya mesti memiliki perkebunan karet, sawit dan rotan di Pontianak, Palangka Raya, Samarinda”
“Saya mesti memiliki pesantren khusus tahfiz Qur’an”
“Saya mesti menikah dengan biaya sendiri”
“Saya mesti punya istri yang bisa berbahasa Arab dan Inggris”
“Saya mesti punya istri alumni pesantren dan memahami agama Islam”
“Saya mesti membiayai istri saya untuk kuliah pascasarjana dan doktoral dalam bidang pendidikan Islam, pendidikan bahasa atau linguistik”
“Saya mesti punya anak penghafal Qur’an, bisa berbahasa Arab dan Inggris, berpendidikan hingga jenjang doktoral dalam bidang Tafsir, Pendidikan Islam, Sejarah dan Teknologi”
“Saya mesti punya anak yang menjadi Ulama, Dosen, Saintis, Politisi, Duta Besar, Menteri, Pengusaha, Polisi dan Militer”
“Saya mesti memiliki rumah pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitar”
“Saya mesti bahagia di dunia dan di akhirat”
“Saya mesti masuk surga”, dan lain-lain.

Walaupun belum sebanding dengan apa yang diperoleh oleh mereka yang sukses, namun apa yang saya peroleh sekarang memiliki efek positif tersendiri bagi saya—termasuk bagi istri, anak dan keluarga saya. Alhamdulillah, saya merasakan hasilnya. Tapi ini bukan akhir dari semua yang mesti saya raih. Saya tetap bertekad untuk mencapai sisa dari semua apa yang pernah saya impikan; bahkan impian baru yang mesti saya raih.

Kelima, Sering-sering ucapkan “Terima Kasih”

Rasa syukur akan mempengaruhi pikiran Anda. Ucapan “Terima Kasih” akan menerbitkan pikiran positif. Pertanyaannya, berapa kali dalam sehari Anda mengucapkan “Terima Kasih”? Jika Anda terbiasa lupa mengucapkan terima kasih ketika ditolong orang saat terjatuh, saat dibantu orang saat susah, misalnya, maka ke depan Anda harus memperbaikinya; Anda mesti melakukannya. Karena makin sering Anda berterima kasih, makin terbangun pula pikiran positif dalam diri Anda.

Dalam konteks lain, Anda dapat melakukannya dengan menyampaikan hal yang sama kepada keluarga, terutama kedua orangtua Anda. Karena keduanya adalah manusia paling berjasa dalam hidup Anda. Apalagi do’a keduanya paling mustajab. Demikian banyak orang bijak mengingatkan.

M. Taswim, pengusaha sekaligus motivator asal Palu-Sulawesi Tengah dalam sebuah rekaman audio visulanya, mengakui betapa dahsyatnya ucapan terima kasih kepada kedua orangtua. Selain itu, ia juga mengakui bagaimana dahsyatnya do’a orangtua. Kata dia, apa yang dicapainya saat ini, termasuk menjadi dosen hampir 25-an tahun, adalah berkah do’a kedua orangtuanya.

“Keluarga adalah sekumpulan orang yang ingin melihat Anda sukses. Alasannya sederhana, karena mereka mencintai Anda.” (Sarli Rahman)

Keenam, Dengarkan uraian motivasional

Anda juga dapat mendengar uraian motivasi dari para pengusaha sukses atau motivator terkenal. Mendengarkan paparan motivasional akan membangun pikiran positif. Anda bisa mendengar acara motivasional di radio atau menyetel CD motivasional saat sedang menyetir di perjalanan. Hal akan menjadi semacam “pengisian baterai” untuk mental Anda.

“Siapapun pastinya membutuhkan motivasi orang lain di luar dirinya. Hal itu bisa diperoleh dengan cara mendengar ceramah atau seminar motivasi dari berbagai sumber yang bisa didapatkan secara gratis di internet.”

Uraian motivasi dalam dunia apapun—terutama bisnis, usaha, pengembangan diri, manajemen waktu, kepemimpinan, manajemen kehidupan dan sebagainya—dapat Anda temukan di berbagai perpustakaan, toko buku atau bahkan bisa Anda dapatkan di “Mbah Google” dan “Youtube” secara gratis.

Sekadar informasi, saya sedang berupaya membagi motivasi dan tips dalam bentuk CD rekaman. Semoga dalam waktu dekat dapat Anda nikmati dan manfaatkan hasilnya. Saya sangat mengharapkan do’a dan dukungan Anda.

Akhirnya, positive thinking alias berpikir positif tidak lahir dengan sendirinya, Anda harus rajin melatihnya, ya Anda mesti telaten untuk menghadirkannya dalam diri dan kehidupan Anda. Semakin rajin Anda melatih maka semakin terbiasa pikiran Anda untuk berpikir positif. [Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur Eksekutif Mitra Pemuda, Penulis buku (1) “MERAWAT MIMPI, MERAIH SUKSES”, (2) MENULIS itu PRAKTIK”, Pegiat PENA dan Pendidikan Islam di IAI Bunga Bangsa Bangsa Cirebon, Narasumber Selamat Pagi Cirebon di Radar Cirebon Televisi-SPC di RCTV]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s