Arsip | Desember, 2016

Publikasi atau Minggir!

15 Des

publikasi-yukDALAM dunia akademis dan kepenulisan, ungkapan Publish or Perish kerap “memanasi” telinga banyak orang, termasuk saya yang masih baru dalam dunia kepenulisan. Intinya sederhana tapi tegas : terbitkan gagasan kita, atau kita lenyap begitu saja. Maka, menulis (buku, novel, artikel, essay, puisi, cerpen dan serupanya), misalnya, memiliki nilai eksestensial tersendiri, yang membuat penulisnya merasa lebih hidup bermakna atau bermakna dalam hidupnya.

Karena menulis dapat memberi efek semacam itu, maka menulis menjadi sebuah agenda prioritas. Itulah yang kita perlu tanamkan dalam hati dan pikiran kita ketika menyebut dan menempatkan aktivitas menulis sebagai passion kita. Gairah atau semangat kita dalam menulis akan menuntun kita pada situasi yang berdarah-darah, yaitu bahwa kita harus berusaha ekstra keras demi menulis hingga menerbitkan karya tulis kita apapun bentuk atau jenisnya : buku, novel, artikel, essay, puisi, cerpen dan serupanya. Baca lebih lanjut

Iklan

Menulis adalah Cinta

4 Des

pembaca-buku-2Sahabat, menulis itu seperti cinta. Cinta membuatmu terdorong tuk melakukan sesuatu tanpa harap balas jasa. Maka menulis pun mengajak kamu tuk terus memberi: mengeja huruf menjadi kata, menatasetiap kata hingga menjadi kalimat, kemudian menjadi paragraf dan begitu seterusnya.

Sahabat, ya menulis itu mencintai apa yang ada dalam pikiran juga hatimu. Cinta, sebab dengannya kamu dapat berbagi manfaat dengan sesiapa. Hatimu terasa tenang bila semuanya dapat kamu bagi dengan siapapun di sekitar kamu. Tanpa cinta, maka sangat susah rasanya berbagi kata, demikian ungkap seorang teman.

Sahabat, masih ingatkan kamu di saat Rasulullah mengingat umatnya dengan ungkapan “umatiy…, umatku”? Sungguh, itu karena rasa cinta beliau kepada kita umatnya. Begitu juga menulis. Kalau kamu mencintai ia, ya menulis, maka kamu akan tergoda tuk menulis dan menulis. Kamu tak kalah oleh rasa malas yang kerap datang. Kamu tak mau takluk oleh berbagai alasan yang mengada-ada.. yang membuat kamu enggan berkarya. Baca lebih lanjut

212-Aksi Bela Islam III-2 Desember 2016

2 Des

212-monas Bismillah… Saya menyaksikan keikhlasan, kesungguhan, pengorbanan, semangat dan niat baik mereka yang hendak aksi bela Islam hari ini di Jakarta. Minimal dari status media sosial mereka, dari jawaban mereka ketika ditanya dan diajak ngobrol langsung. Sungguh, sangat menenangkan hati. Terlalu naif rasanya bila masih ada yang memfitnah mereka dibayar oleh tokoh politik atau pengusaha tertentu. Bahkan terlalu biadab orang atau mereka yang menuduh para massa aksi itu sebagai makar bahkan teroris. Dengan segala keterbatasan dan kealpaan saya, saya doakan semoga semunya dilindungi Allah dan mendapat keberkahan dari-Nya. Ingat, jaga kesantunan, jauhkan caci maki, hindari kata-kata kotor, jangan menghina agamanya Ahok, tidak anarkis, dan tidak merusak. Cukup perbanyak zikir dan istighfar, upayakan kenalan dgn peserta aksi yang lain, minta nomor handphon, akun media sosial dan alamat rumahnya, perkuat ukhuwah dan persatuan sesama peserta aksi, taati komando, jangan lempari anggota TNI dan Polri sebab mereka adalah sedarah dan sedaging, bukan musuh. Kalau berkenan, sekalian doakan Ahok dan pembelanya mendapat petunjuk dari Allah hingga mampu belajar bersama tentang Islam bahkan masuk Islam. Semoga selamat di saat berangkat, selamat juga di saat kembali. Selebihnya, maaf kalau dalam tulisan ini ada kata yang tak patut. Wassalam. (Syamsudin Kadir, Pegiat Kantin Seni dan Sastra Mitra Pemuda; Cirebon, Jumat 2 Desember 2016)

%d blogger menyukai ini: