Penerbit Mitra Pemuda Semakin Maju

logo-mitra-pemudaBerbicara tentang penerbitan buku tentu tak bisa dipisahkan dengan berbagai tantangan dan kendala bahkan masalah yang diliputinya. Namun, semua itu akan menemukan jalan keluar atau solusinya kalau manajemen dan sumber daya manusia (SDM) yang menjalankan manajemennya mampu mengelolanya menjadi kesempatan sekaligus peluang untuk bangkit dan semakin maju.

Setelah beberapa bulan lalu menerbitan beberapa naskah dari beberapa penulis yang berasal dari berbagai kota di seluruh Indonesia, kini Penerbit Mitra Pemuda kembali menerbitkan beberapa naskah baru menjadi buku. Selain penulis dari kalangan muda, penulis yang mempercayakan naskahnya untuk diterbitkan di Penerbit Mitra Pemuda juga beragam latar seperti berlatar PNS, Akademisi, Pegiat Sastra, Politisi, Ormas, OKP hingga penulis lepas.

Sebagai penerbit buku yang tergolong baru, Penerbit Mitra Pemuda kerap dianggap spele dan dipandang sebelah mata. Bahkan tak sedikit yang mencemoohnya juga menghinanya. Bagi saya semua itu tak mengapa. Penerbit buku adalah industri pengetahuan, ia berpijak pada ide. Biarkan orang lain sibuk mencaci-maki dan menebar fitnah karena iri, dengki atau apa pun itu. Sekali lagi, Penerbit Mitra Pemuda fokus ke publikasi ide, menebar manfaat dan mengais rezeki. Cukup begitu. Sibuk bekerja, sibuk menikmati berkahnya.

Belakangan ini, Penerbit Mitra Pemuda bekerjasama dengan berbagai instansi dan komunitas kepenulisan dari berbagai kampus dan kota dalam rangka membangun budaya literasi seperti audisi, pelatihan, seminar, termasuk dalam penerbitan buku. Ada satu-dua yang “bermasalah” karena adanya oknum yang tak menjalankan kesepakatan awal seperti naskah yang digonta-ganti sampai berapa kali (baca: jumlah halaman, jenis huruf dan sebagainya diganti berapa kali), dan berbagai alasan yang sejatinya sudah melampaui batas, sehingga sangat menganggu penjadwalan manajemen dalam menerbitkan buku.

Naifnya, Penerbit Mitra Pemuda pun “dicaci” bahkan “difitnah” sebagai penerbit penipu yang disebar secara tak elok, satu bentuk “penghukuman” bahkan “fitnah” yang tak pantas dan tidak profesional dalam melihat masalahnya. Lebih naif lagi, tak sedikit yang langsung mempercayai, tak paham masalah tapi sok tahu masalah. Kondisi ini tentu saja di awal (ketika itu) membuat penjadwalan penerbitan menjadi ambur-adul. Tapi, kondisi demikian hanya seketika, sebab tak berselang berapa pekan setelah itu, bahkan berapa tahun berjalan hingga kini Penerbit Mitra Pemuda semakin menemukan momentumnya untuk bangkit dan terus melaju juga maju.

Sebagai usaha kreatif yang tak bisa dipisahkan dari hiruk pikuk kehidupan manusia modern, Penerbit Mitra Pemuda mencoba dan berupaya agar budaya literasi semakin berkembang dan maju seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Dengan demikian, keberadaan Penerbit Mitra Pemuda semakin menemukan momentumnya. Bukan saja sebagai penunjang pembudayaan literasi, tapi juga upaya dokumentasi dan pewarisan ide dan nilai-nilai luhur yang terdapat dalam satu karya tulis tertentu.

Bagi saya pribadi sebagai Direktur Eksekutif di Penerbit Mitra Pemuda, usaha penerbitan adalah bisnis. Maknanya, penerbitan buku pasti bernyawa ekonomi. Hitungannya adalah untung-rugi. Tapi tentu, bukan berhenti di situ. Bukan sekadar berpijak pada materi semata. Sebagai bagian dari elemen sosial, Penerbit Mitra Pemuda juga berupaya untuk melakukan peran pembudayaan. Cara pandang idealisme versus realisme ini dipadu secara apik, tanpa menepikan prinsip usaha yang maslahat bagi semua yang terlibat. Dengan begitu, Penerbit Mitra Pemuda menjadi bagian tak terpisahkan dari elemen bangsa Indonesia yang terus berupaya membangun usaha kreatif yang bernilai tinggi, bukan saja dari sisi materi tapi juga nilai-nilai serta kemaslahatan bersama.

Dengan kondisi usaha yang semakin maju, atas nama keluarga besar Penerbit Mitra Pemuda saya ucapkan terima kasih banyak kepada para penulis dari berbagai latar profesi dan beragam kota di seluruh Indonesia yang telah bersedia dan hingga kini masih membangun kerjasama. Prinsipnya, selama kita memiliki niat baik, maka hasilnya pun baik. Kalau niat menerbitkan buku untuk niat jahat, maka hasilnya pun buruk.

Walau masih dalam kadar yang kecil, Penerbit Mitra Pemuda sudah melakukan kerja sosial: memberikan beasiswa kepada puluhan siswa dan mahasiswa di beberapa tempat. Saya yakin, doa merekalah yang membuat usaha ini semakin maju. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih banyak kepada siapapun yang terlibat, mendoakan dan memberi dukungan.

Saya informasikan, bulan September-Oktober 2016 ini Penerbit Mitra Pemuda kembali menerbitkan beberapa naskah menjadi buku baru. Semua ini adalah “berkah” dari niat baik dan orientasi yang juga baik. Termasuk doa juga dukungan dari ribuan pembaca di seluruh Indonesia. Saya dan seluruh SDM di Penerbit Mitra Pemuda sangat percaya dan optimis bahwa usaha penerbitan adalah usaha yang menguntungkan dalam banyak hal. Terutama di saat kondisi ekonomi negara yang “maju-mundur”, Penerbit Mitra Pemuda berupaya untuk tetap menjaga semangat dan ritme, di samping menjaga idealisme dan optimisme, sehingga terus bangkit bahkan terus maju dalam segala kondisi. Ya, Penerbit Mitra Pemuda terus bangkit hingga kini semakin maju! [Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur Eksekutif Mitra Pemuda. Cirebon, Kamis 22 September 2016]

https://mitrapemuda.wordpress.com/2016/09/22/penerbit-mitra-pemuda-semakin-maju/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s