Langkah Gila Menulis

Kadir nihSUATU ketika seorang teman bertanya, “Mas, bagaimana caranya agar tergoda terus untuk menulis dan menghasilkan karya tulis?” Tanpa panjang-lebar, jawaban saya sederhana dan tentu saja apa adanya sesuai pengalaman saya. Ya, berikut adalah tips atau langkah-langkah yang saya gunakan selama ini agar aktivitas menulis terus berlanjut alias makin gila.

Pertama, banyak membaca. Ya, saya bersyukur kepada Allah karena hingga saat ini saya diberi karunia: memiliki laptop, perpustakaan rumah, dan semangat untuk membaca. Dengan kondisi demikian, saya menjadi terbiasa membaca beberapa buku dalam sehari. Walau kadang terbengkalai, saya selalu berupaya untuk memaksa diri saya untuk membaca sekian buku. Kadang 2, kadang 3, dan ya pokoknya lebih dari 1 judul buku dalam sehari. Selain membaca buku, saya juga membaca surat kabar langganan saya, di samping beberapa majalah baru langganan saya bahkan majalah lama yang memang sejak lama sudah menemani saya.

Jadi, kalau Anda ingin menulis atau menjadi penulis, maka Anda mesti banyak membaca. Dengan banyak membaca, itu berarti Anda sedang memperbanyak bacaan Anda. Tentu saja ini bermakna Anda sedang memperbanyak kosa kata yang masuk ke dalam pikiran Anda. Semakin banyak kosa kata yang masuk ke dalam pikiran Anda, maka akan sangat mudah bagi Anda untuk menyusun kalimat 1yang sesuai dengan jenis dan bentuk atau tema atau judul tulisan yang sedang Anda garap.

Kedua, banyak jalan-jalan. Anda tentu menyaksikan sendiri betapa sebagian besar orang lebih suka jalan-jalan daripada berdiam diri. Saya juga suka jalan-jalan. Apalagi sekarang sudah memiliki kendaraan sendiri, itu sudah menjadi daya dorong bagi saya untuk jalan-jalan. Pokoknya ke mana saja sesuka saya. Dari kebiasaan inilah saya menemukan banyak inspirasi menulis, termasuk dalam menuntaskan berbagai artikel dan essay yang saya kirimkan ke berbagai media massa (baca: surat kabar) dan majalah.

Lalu, bagaimana dengan Anda? Saya percaya, Anda juga termasuk diantara orang yang suka jalan-jalan. Iya kan? Tak perlu mematok tempat tujuan. Pokoknya jalan saja sesuai selera atau sesuka hati Anda. Ke perpustakaan, toko buku, rumah teman, rumah sahabat lama, teman kuliah, teman sekolah, atau ke mana saja, terserah Anda. Percayalah dengan banyak jalan-jalan Anda akan menemukan banyak inspirasi dan hal-hal baru yang baru, yang bukan saja menopang kehendak Anda untuk menulis tapi juga dapat memperbanyak ide baru yang mengisi pikiran Anda.

2Ketiga, banyak silaturahim. Silaturahim adalah diantara langkah yang saya lakukan selama ini. Sebagai orang yang sedang “memaksa” diri untuk terjun dalam dunia penerbitan dan kepenulisan saya menjadikan silaturahim sebagai agenda “wajib”. Misalnya, silaturahim ke tokoh tertentu dengan tujuan benar-benar silaturahim dan “menculik” gagasan, pengalaman dan inspirasi lain. Bukan saja pejabat, politisi, akademisi, pengusaha, tentara, polisi, penulis, jurnalis dan aktivis, saya juga silaturahim ke orang-orang yang secara kasat mata terlihat dan kerap dianggap “rendah”.

Mengapa? Karena saya sangat percaya bahwa inspirasi bisa diperoleh dari siapa saja dan kapan saja. Dan dari cara semacam inilah saya berarti mendengar secara langsung apa kata nurani mereka. Nah, ini pengalaman saya. Semoga Anda tergoda untuk melakukan hal yang sama. Bersedia kan?

Keempat, banyak menulis. Saya sendiri sudah bertekad untuk menulis setiap hari. Pokoknya menulis dan menulis. Ada artikel, essay, cerpen, puisi dan sebagainya. Jadi, ketika Anda sudah bertekad untuk terjun dalam dunia kepenulisan atau ingin memiliki karya tulis, maka secara otomatis Anda sudah mematok diri Anda untuk menulis dan menulis. Karena mesti banyak menulis, itu maknanya Anda mesti melakukan pembiasaan terhadap aktivitas menulis itu sendiri.

3Kalau boleh usul, silakan tentukan sendiri berapa tulisan yang mesti Anda selesaikan di setiap harinya. Agar mempermudah, silakan tentukan jam berapa saja Anda menulis, menulis tentang apa dan berapa halaman. Kalau Anda sudah terbiasa dengan langkah ini, maka akan dengan sendirinya Anda akan terus tergoda untuk menulis. Tak percaya? Silakan saja dicoba. Saya yakin Anda akan tergoda terus untuk menulis dan menulis.

Kelima, banyak publikasi. Akhir-akhir ini media sosial muncul begitu ramai juga gratis. Ada website, blog, instrgram, facebook, dan seterusnya. Begitu juga media massa (terutama surat kabar, termasuk majalah). Berbagai media tersebut dapat saya manfaatkan untuk mempublikasi karya tulis saya.

Jadi, sebagai pegiat pena alias penulis, atau seseorang yang sedang terjun ke dunia kepenulisan, maka Anda mesti berani melakukan langkah ini: publikasi tulisan. Ya, Anda mesti mempublikasikan karya tulis Anda. Apapun jenis dan bentuknya, silakan publikasikan. Akhir-akhir ini media sosial muncul begitu ramai juga gratis. Ada website, blog, instrgram, facebook, dan seterusnya. Begitu juga media massa (terutama Surat Kabar, Majalah). Berbagai media tersebut dapat Anda manfaatkan untuk mempublikasi karya tulis Anda.

Keenam, menikmati tulisan. Ya, saya kerap menyimpan tulisan saya yang pernah dimuat di berbagai surat kabar, blog, facebook dan sebagainya. Begitu juga tulisan saya yang pernah diterbitkan menjadi buku, saya simpan rapih dan terpampang di rumah saya.

Selain itu, saya juga melihat kwitansi honor tulisan saya yang pernah dimuat, termasuk royalti dari buku yang pernah saya tulis. Saya lakukan ini sebagai penyemangat diri sekaligus menghargai diri saya sendiri. Di saat semangat menulis turun, seketika saya mencoba untuk melihat bahkan membaca kembali karya tulis saya. Dengan begitu akan dengan sendirinya semangat saya untuk menulis kembali muncul bahkan menggebu-gebu.

Saya mengusulkan agar Anda melakukan hal serupa, atau hal lain yang kira-kira mendukung niat dan tekad Anda untuk menulis dan menulis di saat semangat Anda menurun. Saya percaya Anda bisa melakukan itu, dan mendapat efek positif dari langkah Anda tersebut.

Tips atau langkah-langkah di atas akan memberi efek lebih dahsyat manakala saya dan Anda memiliki komitmen dan konstsiten untuk menulis. Saya percaya, tanpa tips atau langkah-langkah ala saya pun pada dasarnya Anda sendiri memiliki tips atau langkah-langkah jitu. Karena itu, apa yang saya tulis ini mengambil posisi sebagai pemantik saja. Ya, menyalakan kembali api semangat Anda untuk menulis dan menulis.

Demikian sebagian pengalaman yang bisa saya shar kepada Anda. Mudah-mudahan bermanfaat dan menambah saldo semangat Anda untuk segera menulis alias menghasilkan karya tulis yang dapat dibaca, bermanfaat dan menginspirasi banyak pembaca di luar sana untuk melakukan kebaikan dan melalui kehidupan ini dengan baik. Oh iya, kalau tulisan ini bermanfaat, mohon kesediaan dan ketulusannya untuk di-shar ke pembaca yang lain. Mari menulis, mari berbagi inspirasi! [Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur Eksekutif Penerbit Mitra Pemuda, 2010-sekarang, Penulis 500 lebih Artikel-Essay di berbagai Surat Kabar, 2010-sekarang, Penulis Belasan Buku dan Editor lepas, 2010-sekarang, Pegiat PENA di IAI Bunga Bangsa Cirebon 2014-sekarang. Disampaikan pada acara Workshop Jurnalistik Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) FatsOeN, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Senin, 20 Juni 2016—15 Ramadhan 1437]

Dapat juga dibaca di: https://mitrapemuda.wordpress.com/2016/06/22/langkah-gila-menulis/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s