Mari Meraup Harta Karun Ramadhan

Meraup harta karun ramadanDARI 12 bulan kita jalani tiap tahunnya, Allah menyisipkan satu bulan sebagai “bonus” untuk kita. Diharapkan, kita bisa meraup sebanyak-banyaknya bonus pahala tersebut. Diibaratkan bengkel, bulan Ramadhan sejatinya menyediakan berbagai macam service untuk mereparasi keimanan dan ketakwaan kita.

Namun, untuk meraup bonus dan service keimanan, dibutuhkan pengorbanan yang tinggi. Jika dimetaforakan, Ramadhan tak ubahnya sekotak harta karun yang terpendam yang di dalamnya berbagai perhiasan. Jalan menuju harta karun itu sungguh berliku, penuh onak dan duri serta dibutuhkan pengorbanan yang banyak. Siapa saja yang memiliki persiapan matang, cukup bekal dan kesabaran tinggi, maka dia akan mendapatkan “harta karun” tersebut.

Bagi Allah, Islam adalah harta yang paling berhara, keimanan adalah kekayaan yang tak ternilai dan kesehatan adalah sesuatu yang bernilai lebih. Harta yang diberikan Allah berwujud pahala, keridhaan dan kenikmatan yang kita dapatkan di setiap harinya. Harta yang Allah berikan bisa berbentuk waktu luang, rezeki yang halal, pekerjaan yang halal, anak yang berbakti, istri shalihah, suami shalih, kualitas kerja yang memuaskan, kesehatan yang terjaga, dan masih banyak lagi.

Rasulullah Saw bersabda, “Di bulan Ramadhan umatku diberi lima hal yang belum pernah diberikan kepada nabi selainku. Pertama, malam pertama di bulan Ramadhan, Allah akan memperlihatkan mereka. Dan siapa saja yang mendapatkan perhatian Allah, maka dia tidak akan mendapat siksa selamanya. Kedua, bau mulut mereka di sisi Allah lebih harum dari wewangian kesturi. Ketiga, sesungguhnya malaikat akan memohonkan ampun untuk mereka dalam sehari semalam. Keempat, sesungguhnya Allah akan menginstruksikan surga-Nya dengan berkata, “Bersiaplah dan berhiaslah kamu untuk hamba-hamba-Ku yang hendak rehat dari kelehan dunia menuju rumah dan kemulian-Ku.” Dan kelima, sesungguhnya jika tiba malam terakhir (dari Ramadhan), maka Allah akan memberi ampunan kepada mereka. Lalu salah seorang laki-laki berkata, “Apakah itu lailatul qodar?” Rasul menjawabnya, “Bukan. Apakah kalian tidak memperhatikan para butuh ang bekerja. Jika mereka telah menyelesaikan pekerjaan, maka mereka mendapatkan upah mereka.” (HR. Ahmad).

Harta Karun di Bulan Ramadhan

Beberapa harta karun yang disediakan Allah dalam bulan Ramadhan adalah, pertama, diciptakannya rasa aman dan ketenangan. Lalu kedua, ditaburnya kebaikan dan diberangusnya kejahatan. Rasulullah Saw bersabda, “Apabila pada malam pertama bulan Ramadhan, setan dan pembesar jin dibelenggu, pintu neraka ditutup dan tidak satu pintu pun yang dibuka, pintu surga dibuka dan tidak satu pintu pun yang ditutup, lalu ada suara yang memanggil, wahai pencari kebaikan menghadaplah, dan wahai pencari kejahatan berhentilah. Allah membebaskan hamba setiap malam.” (HR. Tirmidzi).

Ketiga, dijauhkan dari api neraka. Nabi Saw berkata, “Hanya Allah-lah yang bisa menyelamatkan mereka dari api neraka.” Keempat, dibebaskan dari dosa dan kesalahan. Rasul menyatakan, “Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan aku menyunahkan shalat malam harinya. Barangsiapa yang berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Ahmad)

Harta yang kelima adalah, mendirikan shalat malam pada lailatul qodar. Ini ditegaskan oleh Rasulullah Saw dalam sabda beliau, “Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) di waktu lailatul qodar dengan penuh keimanan dan mengharapkan ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. An-Nasa’i).

Harta keenam adalah pahala haji bagi siapa saja yang melakukan umrah di bulan Ramadhan. Rasulullah Saw menyatakan, “Umrah di bukan Ramadhan menyerupai pahala haji.” (HR. Ahmad).

Ketujuh, dikabulkan doa. Rasulullah Saw bersbda, “Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan penuh dengan keberkahan yang dicurahkan Allah kepada kalian, maka Dia menurunkan rahmat-Nya di dalamnya, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan di dalamnya doa.” (HR. At-Thabari).

Dan harta terakhir, kedelapan, adalah pahala puasa sepanjang tahun. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun.” (HR. Muslim).

Jika semua harta Ramadhan ini terlacak, setiap muslim berhak mendapatkan bonus lainnya, yaitu surga Ar-Royyan. Ramadhan sejatinya menjadi wake up call bagi kaum muslimin untuk menjadi lebih baik dalam segala hal. Ramadhan juga menjadi starting point demi meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah. Tak lupa pula, puasa dan ibadah lain yang kita jalani mestinya memiliki efek sekaligus implikasi positif ke dalam ranah praksis kehidupan kita kini dan di masa yang akan datang; baik untuk pribadi, keluarga dan masyarakat, maupun bagi bangsa dan negara. Mudah-mudahan saja begitu! [Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur Eksekutif Mitra Pemuda, Pegiat Pendidikan Islam di IAI Bunga Bangsa Cirebon, Penulis buku “Membangun Pendidikan dan Bangsa yang Beradab”. Tulisan ini dimuat pada halaman 12 Kolom Opini Harian Opini Kabar Cirebon edisi Selasa 7 Juni 2017/2 Ramadhan 1437]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s