Menggerebek Narkoba, Bisa!

tembak narkobaSABTU lalu (30/4/2016) merupakan salah satu hari yang sangat mencengangkan bagi warga komplek perumahan Griya Sunyaragi Permai (GSP), Kota Cirebon. Mencengangkan, karena komplek elite yang selama ini dikenal aman, nyaman, dan bersih justru dihebohkan oleh aksi kejar-kejaran antar anggota Satnarkoba Polres Cirebon Kota dengan kawanan yang diduga kuat terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dan ganja. Suasananya semakin mencekam karena peristiwa tersebut terjadi pada siang hari dan terjadi di jalan raya yang berada di komplek perumahan, kemudian sempat kejar-kejaran di Jl. Perjuangan dan Jl. Evakuasi.

Menurut informasi sekaligus pemberitaan berbagai media massa, mereka yang terlibat berjumlah 6 orang dan diduga kuat masih memiliki jaringan dengan jumlah yang tak sedikit. Walau mereka yang diduga terlibat masih dalam proses pengembangan alias pemeriksaan intensif pihak berwajib (baca: Polres Cirebon Kota), kita tetap berharap agar pihak berwajib, terutama Satnarkoba Polres Cirebon Kota terus melakukan pengejaran kepada mereka yang terlibat; dan meminta institusi terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) agar terus mengambil langkah strategis.

Sebagai warga GSP saya termasuk yang sangat malu dengan peristiwa kali ini. Bagaimana tidak, mereka yang terlibat adalah generasi muda yang masih berkepala tiga. Usia semacam itu mestinya usia yang sangat produktif untuk melahirkan karya terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara, terutama dalam membangun Kota Cirebon. Terlalu naif rasanya bila usia yang begitu muda dihabiskan untuk hal yang sia-sia dan memalukan semacam itu. Padahal penyalahgunaan narkoba bukan saja merusak kesehatan dan membutakan mata hati mereka yang terlibat, tapi juga menyengsarakan masa depan para pelaku juga keluarga dan bangsa.

Untuk diketahui, penyalahgunaan narkoba merupakan tindakan yang paralel alias saling terkait dengan tindak kriminal bentuk lain seperti mabuk-mabukan, pemerkosaan, pencurian, hingga pembunuhan. Maknanya, terlibat dalam satu bentuk kriminal sama saja dengan mengundang hadirnya tindak kriminal bentuk lain. Kalau generasi muda lebih bangga dan semangat dalam menempuh hidup kriminalis semacam itu, lalu kepada siapa lagi kita menitipkan masa depan Kota Cirebon bahkan negeri ini?

Bersatu-padu Melawan Narkoba

Dalam konteks masa depan, beberapa hal berikut dapat kita pilih sebagai pelengkap agenda gerakan bersama dalam melawan penyalahgunaan narkoba. Pertama, mamantapkan keluarga sebagai pusat pendidikan dan benteng utama. Apa yang terjadi di GSP beberapa hari lalu hanyalah salah satu contoh sekaligus bahan renungan bagi kita semua bahwa narkoba dapat saja menerobos keluarga sebagai benteng pertahanan terdalam dalam struktur sosial masyarakat kita.

stop narkobaLebih dari itu, penyalahgunaan narkoba dapat menimpa siapa saja bahkan bisa menjerumuskan siapapun yang berada di dekat kita. Dalam konteks itu, peran keluarga terutama dalam membangun anggota keluarga yang taat hukum dan terhindar dari tindak kriminal adalah mendesak dan tidak boleh dinafikan begitu saja. Kita boleh saja berharap hadirnya berbagai solusi atau peran dari institusi negara atau lembaga sosial, namun menjaga peran dan efek keluarga sebagai benteng utama jauh lebih penting dan mendesak. Selebihnya, jangan sampai kita dan keluarga kita justru menjadi biang atau sumber tindak kriminal termasuk dalam hal penyalahgunaan narkoba.

Kedua, perluasan jaringan dan penguatan gerakan anti narkoba. Kita perlu berbangga karena kita sudah memiliki Badan Narkotika Nasional (BNN), di samping Satnarkoba di institusi Kepolisian, serta berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga Ormas yang mengambil bagian dalam melawan penyalahgunaan narkoba. Namun dalam konteks gerakan perlawanan, itu belum cukup. Kita perlu menjadikan anti narkoba sebagai gerakan nasional yang kuat dalam segala aspeknya. Baik institusi atau lembaga berwenang, sistem dan manajemen pencegahan dan penanggulangan, maupun sumber daya manusia dan pola atau strategi perlawanan terhadap penyalahgunaan narkoba itu sendiri.

Saya berpendapat, dalam konteks pencegahan dan pemberantasan, pemerintahan unit atau level terkecil seperti RT/RW sekalipun mesti dilibatkan. Sebab mereka-lah yang hidup bersama dengan masyarakat secara langsung. Sederhananya, mereka juga-lah yang mesti diposisikan sebagai kekuatan inti dalam gerakan anti penyalahgunaan narkoba.

Ketiga, menjadikan institusi pendidikan sebagai garda gerakan anti narkoba. Poin ini mungkin terlihat bombastis. Namun, kalau kita hendak melakukan perlawanan terhadap penyalahgunaan narkoba dan melahirkan generasi bangsa yang berkualitas, maka institusi pendidikan perlu diposisikan sebagai kekuatan inti. Institusi pendidikan seperti sekolah, pesantren dan perguruan tinggi yang cenderung terbuka dan bebas merupakan lingkungan dimana kaum terpelajar (siswa, santri dan mahasiswa) hidup. Dalam kondisi terbuka dan bebas semacam itu, kalau tidak diperkuat dan dijadikan sebagai kekuatan inti dalam gerakan anti penyalahgunaan narkoba, institusi pendidikan dikhawatirkan akan menjadi bumerang bagi generasi muda juga masa depan bangsa ini.

Keempat, menjadikan organisasi pelajar dan mahasiswa sebagai kekuatan inti dalam memasifkan gerakan anti narkoba. Saya mengusulkan agar BNN dan Kepolisian segera mengumpulkan pimpinan seluruh organisasi pelajar dan mahasiswa, baik intra maupun ekstra di berbagai sekolah dan perguruan tinggi. Sehingga mereka semakin memahami dan tersadarkan serta turut bertanggungjawab menghadirkan solusi terbaik.

Peristiwa beberapa hari lalu bukan sekadar berita sesumbar, tapi sudah menjadi lonceng peringatan yang sangat keras bagi seluruh elemen di Kota Cirebon bahwa narkoba sudah menjadi “cemilan” baru sebagian generasi muda kita. Selain sebagai salah satu kondisi yang norak dan menyebalkan, kenyataan semacam itu juga memalukan dan mengkhawatirkan kita semua. Jangan sampai kita dan salah satu diantara anggota keluarga kita turut terlibat.

Syahdan, sebagai bagian dari generasi muda Kota Cirebon saya meminta seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam memasifkan gerakan anti narkoba ini. Ya, tidak ada piliha lain selain kita mesti bersatu-padu dalam melakukan perlawanan terhadap penyalahgunaan narkoba. Mari menggeberek narkoba, bisa! [Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur Eksekutif Mitra Pemuda, Pegiat PENA dan Pendidikan Islam di IAI Bunga Bangsa Cirebon, penulis buku “Membangun Pendidikan dan Bangsa yang Beradab”].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s