Inspirator yang tak pernah selesai

Kang Husein-Kadir-2_11-4nAlhamdulillah pada Senin 11 April 2016 lalu saya mendapatkan kesempatan untuk bersilaturahim ke kediaman KH. Husein Muhammad yang kerap saya sapa Kang Husein. Bagi kalangan pesantren di Cirebon, nama beliau sudah tak asing lagi. Bahkan dalam keluarga besar NU, nama beliau sudah familiar. Dalam waktu sekitar 90 menit (sejak pukul 14.30-16.00 WIB) kami berbincang tentang banyak hal, pertama, urgensi dan keniscayaan menulis sebagai upaya pencerdasan, pencerahan dan pewarisan kepada generasi selanjutnya. Kedua, sebagai umat Islam kita perlu membaca realitas sosial dengan menggunakan kacamata luas, sehingga mampu menjangkau berbagai persoalan sekaligus mampu membawanya ke peradaban yang lebih maju atau beradab. Ketiga, berbeda pandangan dan pendapat merupakan suatu hal yang biasa dan wajar; asal tetap berpijak pada ilmu pengetahuan dan tidak merendahkan orang yang berbeda dalam segala seginya. Keempat, orang-orang besar tidak pernah menggantungkan diri pada gelar, label sosial dan serupanya; sebab mereka fokus berkontribusi dengan gagasan besar sekaligus karya nyata mereka.

Diantara hal lain yang cukup memnggembirakan adalah saya dan beliau saling memperlihatkan karya tulis masing-masing dalam bentuk buku. Saya membawa buku “Membangun Pendidikan dan Bangsa yang Beradab”, yang mendapat apresiasi beliau. Saya ingat betul pesan beliau, “Usia kita tak seberapa, namun kita mampu mengabadi karena karya kita. Kang Husein-kadir-1_11-4nApapun tanggapan pembaca, itu pertanda kita telah melakukan sesuatu, ya berkarya. Biarkan pikiran kita bergulat dengan kenyataan”.

Pada momentum yang sama saya mendapatkan dua buku beliau—yang menurut beberapa staf beliau yang mendampingi di saat pertemuan ketika itu—kerap mendapat tanggapan negatif sekaligus positif dari pembaca. Walau dari berbagai gagasan yang beliau lontarkan selama ini tak semua dapat saya tampung dalam skema pemikiran saya, sebagai generasi muda, saya sangat salut dan bangga dengan keseriusan dan kesungguhan beliau dalam berkarya. Walau usia sudah tua, beliau selalu menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan kalangan muda, termasuk untuk menulis dan menulis. Saya menyaksikan beliau dapat dikategorikan sebagai inspirator yang tak pernah selesai. Semoga generasi muda seperti saya dan siapapun di luar sana mau dan mampu mengambil hikmah atas fakta semacam ini. Akhirnya, terima kasih Kang Husein! [Syamsudin Kadir—Direktur Eksekutif Mitra Pemuda, Penulis buku “Membangun Pendidikan dan Bangsa yang Beradab”]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s