Utje Suganda, Bupati Perempuan yang Berprestasi

Utje suganda_n“Atas nama pribadi saya mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi roji’un atas meninggalnya Bupati Kuningan Periode 2013-2018, Ibu Utje Choeriah Hamid Suganda, hari ini Kamis, 7 April 2016 pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan-Jawa Barat. Semoga Allah mengampuni dan menyediakan baginya surga terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Wassalam”, demikian isi pesan singkat dari seorang teman asal Kuningan-Jawa Barat melalui HP saya kemarin Kamis 7 April 2016 pukul 18.30 WIB.

Karena tak begitu saja percaya dengan informasi semacam itu, saya pun membaca website resmi berbagai media massa lokal dan nasional, termasuk beberapa Wartawan Senior di Kota Cirebon yang biasanya lebih cepat dan akurat dalam menyebarkan informasi. Ternyata semuanya mengafirmasi bahwa benar Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.AP (Utje) sudah meninggal.

Profil Singkat dan Prestasi

Utje lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 17 April 1952. Merupakan istri dari Mantan Bupati Kabupaten Kuningan dua periode (2003-2008, 2008-2013), Aang Hamid Suganda dan Ibu dari lima orang anak yaitu Rini Anggraeni, Erik Irawan Suganda, Lea Meirina Oktaviana, Nike Sonia Puspasari dan Moch. Ridho Suganda.

Menempuh pendidikan akhir S1 di STIA Bagasasi Bandung (Lulus Tahun 2008) dan Magister Administrasi Publik di UNPAD Bandung (Lulus Tahun 2013).

Pada Pilkada Kuningan 2013 lalu Ujte berpasangan dengan dengan Acep Purnama sebagai Wakil Bupati. Kedua pasangan ini memenangi Pilkada dengan perolehan 44,99 % atau 240.528 suara dari 830.246 pemilih dan dilantik pada Rabu 4 Desember 2013 sebagai Bupati/Wakil Bupati Periode 2013-2018.

Dalam konteks kepemimpinan perempuan, Ujte merupakan salah satu Kepala Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) perempuan, di samping puluhan Kepala Daerah lainnya (termasuk sebagian hasil Pilkada Serentak 9 Desember 2015) yang juga perempuan seperti Airin Rachmi Diany (Walikota Tangsel), Ratu Tatu (Bupati Serang), Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Sri Sumarni (Bupati Grobogan), Cellica (Bupati Karawang), Neni Moerniaeni (Walikota Bontang), Rita (Bupati Kutai Kertanegara), Chusnunia (Bupati Lampung Timur), Asmin Laura (Bupati Nunukan), Ilmiati (Wakil Bupati Wakatobi), Indah Putri (Bupati Luwu Utara), Anna Sophanah (Bupati Indramayu), Kartika (Wakil Bupati Lamongan), Irna (Bupati Pandeglang), Indah Damayanti Putri (Bupati Bima-NTB), Faida (Bupati Jember), Hayati (Kediri), Neti Herawati (Wabup Kepahiang-Bengkulu), Mirna (Bupati Kendal), Hairiah, (Wakil Bupati Sambas), Badingah (Bupati Gunung Kidul), Sri Muslimatin (Wakil Bupati Sleman), Hevearita (Wakil Walikota Semarang), Sri Hartini (Bupati Klaten), Sri Mulyani (Wakil Bupati Klaten), Yuli Hastuti (Wakil Bupati Purworejo), Nurbalistik (Wakil Bupati Pekalongan), Dyah Hayuning Pratiwi (Wakil Bupati Purbalingga), Erlina (Wakil Bupati Pesisir Barat Lampung) dan sebagainya.

Ujte merupakan salah satu pemimpin daerah yang sangat “ambisius” dalam membangun daerahnya. Ia dikenal aktif menggalakkan Kuningan sebagai salah kabupaten konservasi di Jawa Barat bahkan Indonesia. Diantara beberapa penghargaan Kabupaten Kuningan masing-masing untuk tahun 2014 yaitu Penghargaan Swasti Sabha Wiwerda dari Gubernur Jawa Barat, sebagai Kabupaten Sehat; Penghargaan Pangripta Nusantara dari Gubernur Jawa Barat, dalam bidang perencanaan pembangunan; Anugerah Amal Bhakti dalam bidang pendidikan agama; Penghargaan Anubhawa Sasana Desa atau Desa Sadar Hukum dari Menteri Hukum dan HAM RI dalam bidang kesadaran hukum; PMI Kabupaten/Kota yang berfungsi baik di Provinsi Jawa Barat.

Kemudian Tahun 2015 meraih Kartini Award dari Radar Cirebon pada 21 April 2015. Apresiasi tersebut diberikan atas kepeduliannya terhadap kaum perempuan dan anak di Kabupaten Kuningan.

Berikutnya setelah proses audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara menempatkan Kabupaten Kuningan sebagai suatu badan publik yang mampu menyajikan sistem pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga berhak mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal tersebut ditandai dengan diterimanya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2014 dengan predikat WTP yang diserahkan oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Ir. Cornell S. Prawiradiningrat, MM, kepada Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.AP, Senin 1 Juni 2015 di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Jalan Moch. Toha No. 164, Bandung.

Berikutnya, Kabupaten Kuningan meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI atas upaya dan komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap perlindungan perempuan dan anak. Pada Selasa 11 Agustus 2015 penghargaan diserahkan Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor pada acara puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN).

Kemudian Kabupaten Kuningan meraih penghargaan di bidang Hukum dan HAM berupa Anubhawa Sasana Desa/Kelurahan Sadar Hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 19 Agustus 2015 Penghargaan tersebut diberikan Kepada Utje atas jasa-jasanya membina dan mengembangkan Desa/Kelurahan sebanyak 70 Desa/Kelurahan se-Kabupaten Kuningan.

Tidak itu saja, Utje juga mendapatkan penghargaan kategori Pangajen Bumi Satya dari Pikiran Rakyat, 24 Maret 2016, karena dinilai berperan sebagai tokoh yang memiliki kepedulian kepada lingkungan hidup yang tinggi. Dan berbagai prestasi dan penghargaan lainnya yang tentu saja dapat dijadikan referensi sekaligus pemacu untuk terus berprestasi bagi pemimpin Kuningan berikutnya, termasuk bagi para pemimpin daerah lainnya di seluruh Indonesia.

Ya, Utje meninggal dunia pada usia 63 tahun dan telah menjalankan mandat masyarakat Kabupaten Kuningan selama 2 tahun lebih. “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah” (QS An-Nisa 4:78).

Kita patut berdoa, semoga beliau mendapat ampunan dan jatah surga dari-Nya serta keluarga yang ditinggalnya mendapat ketabahan juga keberkahan dari Allah. Akhirnya, selamat jalan Bu Ujte Suganda! [Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur Eksekutif Mitra Pemuda, Penikmat Masalah Sosial-Politik, dan Penulis buku “Membangun Pendidikan dan Bangsa yang Beradab”. Tulisan ini dimuat pada halaman 4 Kolom Wacana Harian Umum Radar Cirebon pada Jumat 8 April 2016]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s