Karena Anda Sperma Juara

Sperma JuaraDI AWAL-AWAL mengarungi kehidupan baru bersama istri pada Oktober 2010 di Cirebon-Jawa Barat, saya sering mendapat SMS dari beberapa sahabat lama. Baik sahabat di saat Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) maupun di saat kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung.

Ketika membentuk KOMUNITAS (Komunitas Cirebon Membaca, Cirebon Menulis) pada 8 Agustus 2013 dan memilih bergabung dengan Unit Kepenulisan (PENA) IAI BBC sejak 10 November 2014 lalu, saya juga mendapatkan SMS semakna. Jumlah SMS-nya tentu banyak, pesannya juga bervariasi.

Di antara SMS yang sangat menghentak saya adalah SMS dari sahabat saya semasa Madrasah Aliyah di Pesantren dulu. Begini SMS-nya:

“Sahabat, sadarkah Anda yang sekarang ini merupakan sperma juara yang sukses mengalahkan jutaan sperma lainnya di arena permainan?”

Pada awalnya saya mengira dia sedang bercanda, namun setelah membaca lebih seksama dan merenungi maknanya lebih dalam, saya menjadi berubah pikiran. Betapa tidak, sesuatu yang selama ini sering dispelekan ternyata merupakan sesuatu yang luar biasa dan sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Ya, bukankah semua manusia berasal dari hasil kompetisi jutaan sperma dengan seluruh perjuangan dan pengorbanannya?

Sahabat pena! Sadarkah Anda bahwa Anda merupakan sperma juara yang sukses mengalahkan jutaan sperma lainnya di arena permainan alias ruang kompetesi? Perjuangan sel sperma juara dimulai ketka air mani Ayah Anda yang umumnya mengandung 200 hingga 500 juta sel sperma, melakukan perjalanan panjangnya.

Dari jumlah itu, rata-rata hanya setengahnya saja yang mampu bertahan. Ini dikarenakan sperma yang tidak bisa bertahan hidup di medan yang kering. Perjuangan tentu belum selesai, ia terus berlanjut. Sel sperma yang masih bertahan harus melanjutkan perjalanan menuju uterus.

Hanya tersisa sekian juta sel yang berhasil masuk ke dalam saluran telur atau tuba falopi. Ini baru salurannya, tujuan akhir adalah sel telur yang terletak di ujung tuba falopi. Di sepanjang perjalanan ini, kembali jutaan sel gugur karena tidak mampu bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama.

Kabar baiknya, hanya sel-sel yang punya kegigihan yang mampu bertahan. Sekali lagi mereka harus berjuang, dan kali ini yang paling berat. Bahwasannya, sel telur yang hendak dimasuki memiliki lapisan tebal yang disebut Korona Radiata.

Sel sperma tidak dapat berjuang sendiri, ia bersama dengan segelintir teman-teman yang tersisa berjuang untuk bisa menembus lapisan tersebut. Mereka mengerahkan kekuatan terakhir yang masih tersisa. Namun hanya sperma yang tanggap melihat peluang yang berhasil masuk ke dalam sel telur. Lalu, berapa sel yang sukses masuk ke dalam sel telur? Umumnya hanya satu. Hanya satu sel sperma yang ditakdirkan untuk jadi pemenang dan sel itu adalah Anda. Ya, itu adalah Anda.

Jadi, sahabat pena! Sadarkah Anda bahwa sejak masih berbentuk sperma, sukses sudah melekat dalam diri Anda? Artinya, sukses adalah takdir sejarah kehidupan Anda. Takdir adalah ketetapan Sang Kuasa, Allah SWT. Untuk Anda. Saya sangat percaya bahwa Allah SWT. telah menetapkan kesuksesan di dalam hidup Anda.

Sperma dan juaraOh ya, sahabat pena, tampaknya Anda harus mengingat-ingat apa rahasia sukses Anda saat masih berbentuk sperma. Walaupun waktu itu Anda tidak menyadari, jika dirunut, maka berikut ini merupakan rahasianya :

Pertama, Purpose (Tujuan)

Sperma juara punya tujuan yang jelas. Ia tahu ke mana akan pergi. Ini bermakna Anda jangan termakan begitu saja dengan mitos bahwa hidup itu seperti roda yang berputar—sebentar di atas, sebentar di bawah. Yang lebih gawat, tidak pernah mau tahu secara jelas ke mana roda itu berputar. Jangan-jangan berputarnya ke laut atau ke jurang. Betul bahwa kehidupan ini dipergilirkan, namun tetap saja setiap diri mesti memiliki kejelasan tujuan.

Sederhananya, dalam hidup ini Anda mesti memiliki tujuan hidup seperti seorang pendaki pegunungan. Anda harus tahu persis di mana posisi Anda saat ini dan ke arah mana Anda hendak pergi. Sebab itulah yang membuat langkah Anda selanjutnya menjadi jelas dan mudah.

Kedua, Perseverance (Kegigihan)

Sperma juara punya kegigihan yang tak terbantahkan. Bayangkan apa yang terjadi jika tak memiliki kegigihan, bisa jadi ia tak menjadi apa yang Anda kenal sekarang sebagai manusia. Iya kan?

Seringkali orang mau menyerah hanya, misalnya, dengan alasan karena: keadaan lingkungan sekitar yang tidak mendukung, terlalu banyak rintangan, begitu banyak hambatan, tidak punya pengalaman, miskin jaringan, belum ada uang, kehilangan peluang, terlmabat memulai dan sebagainya.

Jika Anda saat ini sedang merasa letih dan sepertinya tidak sanggup lagi berjuang lebih jauh, percayalah bahwa posisi Anda sudah sangat dekat dengan tujuan Anda. Bersabarlah dalam menanti hal istimewa yang segera Anda dapatkan itu.

Ketiga, Perceptive (Tanggap)

Sperma juara tanggap dalam melihat peluang masuk ke dalam sel telur. Kemampuan ini tidak dimiliki oleh sperma-sperma lainnya.

Ini bermakna bahwa, jika selama ini Anda seringkali menemukan peluang namun Anda sibuk dengan zona nyaman dan lebih suka bermain aman, maka sekarang sudah saatnya bagi Anda untuk memperhatikan keadaan di sekitar Anda. Tanggaplah terhadap segala peluang yang terus berdatangan menghampiri Anda, lalu pandanglah secara positif setiap kebaikan yang Anda temukan dari orang-orang di sekitar Anda; termasuk dari mereka yang berbeda pandangan, orientasi, selera, hobi, impian dan cita-cita dengan Anda.

Jujur saja, saya sendiri seringkali menemukan—seperti kata Pak Mario Teguh—banyak orang yang lebih layak diberi label sebagai pecundang. Alasannya klise, sejak kecil hidupnya selalu menyusahkan, malas-malasan, tidak punya pekerjaan yang jelas, orangtuanya bermasalah, selalu gagal ketika berusaha, tidak menemukan jalan, dan masih banyak alasan lainnya.

Orang-orang dengan label seperti itu dan serupa dengan itu merasa hidupnya sudah tidak berguna. Mereka berpikir bahwa tidak pernah ada kesempatan bagi mereka untuk berkarya, untuk meraih impian terbaik mereka, bahkan ada yang menyesal karena sudah lahir ke dunia. Alasannya? Mereka merasa Allah SWT. tidak adil karena mereka harus terlahir sebagai pecundang. Padahal pecundang bukanlah status yang mereka bawa sejak lahir, tapi sesuatu yang mereka peroleh akibat ulah mereka sendiri.

Anda tentu sama dengan saya. Saya percaya bahwa Anda tidak bisa memilih di keluarga seperti apa Anda dilahirkan. Tapi Anda bisa memilih untuk hidup dengan kesuksesan yang selalu Anda inginkan. Jadi, jangan sampai latar belakang Anda yang serba terbatas atau kekurangan yang Anda rasakan, misalnya, membuat Anda tidak berani melangkah maju, meraih kesuksesan yang Anda impikan.

Ingat, bukan siapa Anda dulu yang menentukan masa depan Anda, tapi siapa Anda yang sekarang dan mau jadi apa Anda ke depan-lah yang menentukan masa depan Anda.

Sekadar menegaskan, pada hakikatnya setiap orang terlahir sebagai sang juara atau pemenang—termasuk Anda. Perjuangan Anda ketika masih berbentuk sperma sudah begitu menakjubkan banyak orang, dan itu adalah bagian dari relung kehidupan Anda. Sekarang, pastikan kesuksesan Anda layak dibicarakan hingga akhir, baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat—sampai Anda ke surga-Nya. Saya yakin Anda sangat bisa, karena Anda manusia luar biasa: sperma juara! [Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur Eksekutif Mitra Pemuda, Penulis buku “MERAWAT MIMPI, MERAIH SUKSES”, Pegiat PENA di IAI Bunga Bangsa Cirebon, Narasumber Selamat Pagi Cirebon di Radar Cirebon Televisi (SPC RCTV)]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s