Ramadan, Bulan Cinta Penuh Keistimewaan

Saya lagi di kompleks Kesultanan Kesepuhan Cirebon
Saya lagi di kompleks Kesultanan Kesepuhan Cirebon

Marhaban Bulan Cinta

Alhamdulillah, hari ini (Kamis, 17/6/2015) umat Islam di seluruh penjuru dunia kembali bersua dengan hari pertama dari sebuah bulan yang ditunggu-tunggu, bulan Ramadan. Kita perlu bersyukur karena kita masih diperkenankan oleh Allah Swt. untuk bisa bersua dengan Ramadan mulia. Faktanya, tak sedikit diantara keluarga, sahabat, dan tetangga kita yang kini sudah tidak bisa bersua dengan Ramadan lagi, karena sudah meninggal dunia mendahului kita.

Sungguh, Ramadan adalah panggilan dari Zat yang Maha Memiliki. Ia adalah undangan cinta dari Allah Swt. kepada para pecinta yang dicintai-Nya agar para pecinta itu datang mendekat dan membersamai-Nya. Ia lebih dari undangan sang presiden, ajakan sang jenderal, panggilan ulama terkenal, atau ajakan pengusaha terkaya. Seperti ungkapan Imam Al-Ghazali, Ramadan adalah undangan dari Sang Maha Kekasih pada kekasih-kekasih-Nya untuk mengadukan kerinduan yang selama ini selalu terbersit dalam lintasan hati juga pikirannya.

Bagaimana pun, pada malam-malam hening, di dalam sujud dan ruku’ dalam takbir dan tahiyat, Ramadan seolah menjadi jembatan yang akan mengantarkan kita merengkuh jarak yang paling dekat dengan yang Maha Mencinta. Ramadan tak ubahnya gerbang yang terbuka, dan kita bisa berduyun-duyun berebut nikmat yang seolah tak ada habisnya. Ya, kini kita sudah bersama dengan bulan cinta yang penuh dengan berbagai keistimewaan.

Keistemewaan Ramadan

Kalau ditelisik, maka dapat dipahami beberapa kesitimewaan Ramadan. Pertama, Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan (QS. Al-Baqarah: 185). Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah Swt. memuji bulan puasa-Ramadan diantara bulan-bulan lainnya, dengan memilih bulan puasa sebagai waktu diturunkannya Al-Qur’an (Tafsir Ibnu Katsir 1/282).

Kedua, Allah mewajibkan puasa untuk seluruh hari pada bulan Ramadan (QS. Al-Baqarah: 185). Sampai kapan pun kita tidak akan mendapatkan kewajiban puasa dari Allah Swt. dalam sebulan penuh dengan segala rupa keistimewaannya, kecuali dalam bulan Ramadan.

Ketiga, pintu langit atau surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Rasulullah Saw., “Apabila telah datang bulan Ramadan, pintu-pintu langit dibuka, sedangkan pintu-pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Keempat, diampuni dosa-dosa. Rasulullah Saw. Bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits lain Beliau Saw. bersabda, “Celakalah seseorang, ia memasuki bulan Ramadan kemudian melaluinya sedangkan dosanya belum diampuni” (HR. Tirmizi dan Ahmad).

Kelima, pelipatgandaan pahala berbagai amal. Rasulullah Saw., “Pahala umrah pada bulan Ramadan menyamai pahala ibadah haji” (HR. Bukhari dan Muslim).

Keenam, momentum Lailatul Qadr. Bulan Ramadan adalah bulan dimana umat Islam bisa bersua dengan suatu malam yang sangat istimewa, Lailatul Qadr. (QS. Al-Qadr: 1-5). Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya bulan Ramadan telah datang kepada kalian, di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatinya, maka ia kehilangan banyak sekali kebaikan” (HR. Ibnu Majah, dihasankan oleh Ibnu Munziry).

Ketujuh, disyariatkannya i’tikaf (QS. Al-Baqarah: 187). Anas ra. pernah berkata, “Adalah nabi Saw. beri’tikaf pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadan sampai beliau wafat….” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kedelapan, bulan Ramadan adalah bulan amal kebaikan. Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang berdiri shalat pada bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesembilan, Ramadan adalah bulan penuh berkah, rahmat dan mustajabnya do’a. Rasulullah Saw. bersabda dalam beberapa hadits, “Telah datang kepada kalian bulan penuh berkah” (HR. An-Nasa’i). “Apabila telah masuk bulan Ramadan maka dibukalah pintu-pintu rahmat, sedangkan pintu neraka jahanam ditutup dan setan pun dibelenggu” (HR. Bukhari dan Muslim). “Sesungguhnya setiap muslim pada tiap siang dan malam hari—pada bulan Ramadan—memiliki do’a yang mustajab” (HR. Al-Bazzar, disahihkan oleh Al-Bani).

Sungguh, Ramadan yang datang berulang kali setiap tahun merupakan undangan cinta dari Allah Swt. kepada hamba-hamba-Nya, satu bulan yang penuh dengan berbagai keistimewaan. Maka—seperti yang diungkapkan oleh Yusuf Qardhawi (2004)—undangan Allah Swt. dalam bentuk Ramadan semestinya perlu ditempatkan pada posisinya yang spesial dalam kehidupan para kekasih, kita umat Islam.

Harapannya—menurut KH. Abdullah Gymnatsiar, Aa Gym (2010)—“Ramadan yang begitu mulia dapat kita manfaatkan untuk mengenal dan memperbaiki kualitas diri: menempuh jalan cinta dan menjemput takdir menjadi hamba bertakwa dalam berbagai aksi ibadah dan amal seperti shalat tarawih, tadarus dan menghafal Al-Qur’an; di samping zakat, infak, sedekah, i’tikaf, silaturahim, diskusi keilmuan, tel’ah hadits, kajian tafsir, pendalaman ilmu syari’ah, termasuk penguasaan bahasa Arab dan sebagainya.” Semoga Allah Swt. memperkenankan bagi kita petunjuk dan kekuatan agar mampu memanfaatkan Ramadan kali ini dengan hal-hal terbaik. [Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur Eksekutif Mitra Pemuda, Pegiat PENA dan Pendidikan Islam di Institut Islam Bunga Bangsa Cirebon (IIBBC)].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s