Selamat Jalan Pak Ano Sutrisno

Selamat jalan pak ano sutrisno“Innalillahi Wa Inna Ilaihirojiun, telah wafat Bpk Drs H Ano Sutrisno, MM Wali Kota Crb hr ini pukul 15.00 di RS Siloam Tangerang. Mohon doa u almarhum dan keluarganya. Trims…” demikian SMS yang saya peroleh kemarin (Kamis, 19/2/2015) pukul 17.30 WIB. Sebagai warga Kota Cirebon saya sangat kaget dan penasaran dengan berita ini. Bagaimana tidak, pada 7-9 Februari lalu saya juga kerap mendapat berita yang sama, terutama melalui beberapa media sosial. Tak berdiam diri dari berita yang kadang “menggangu”, akhirnya saya mencari kebenaran informasi ini. Hampir 5 orang yang saya hubungi mengatakan “betul” Pak Ano Sutrisno telah meninggal.

Kemudian setelah Magrib (19/2), sepintas saya membaca status akun facebook (FB) Pak A. A. Khozin (Dosen STAI BBC) perihal meninggalnya politisi senior di Kota Cirebon ini. Selain itu, saya juga mengunjungi beberapa sumber yang patut dipercaya. Tak lupa media online berbagai media massa seperti Republika, Tribun dan sebagainya. Semuanya menyampaikan berita yang sama: Pak Ano telah meninggal.

Ya, kini warga Kota Cirebon telah ditinggal pergi oleh seorang politisi sekaligus pemimpin yang punya tempat tersendiri dalam dinamika politik dan kepemimpinan Kota Cirebon selama sepuluh tahun lebih. Sebagaimana yang dilangsir oleh berbagai media cetak di wilayah 3 Cirebon (terutama Radar Cirebon) beberapa pekan terakhir, Pak Ano—demikian beliau kerap disapa—pernah dirawat di RS Siloam Tangerang sejak 30 Desember 2014. Namun sakitnya telah terjadi sejak pertengahan November 2014, dan pernah dirawat di beberapa rumah sakit seperti RSHS Bandung dan RS Pertamina Cirebon. Karena sakitnya itu, sejak 17 November 2014, Pak Ano juga tidak masuk kerja. Bahkan dalam beberapa momentum, ketidakhadiran beliau memicu dinamika politik yang begitu hangat di Kota Cirebon sebulan terakhir.

Profil Singkat

Suami dari Hj. Erni Astuti ini bernama lengkap Drs. H. Ano Sutrisno, MM. Ayah dari Wildan Arismunandar dan Tiara Widiastuti ini lahir di Garut 21 Pebruari 1955.

Dalam dunia pendidikan, beliau menempuh pendidikan formal SD (1968) di Garut, SMP (1971) di Garut, SMA (1974) di Garut. Kemudian Sarjana (S1) di Universitas Parahyangan Bandung (1989) dan Pascasarjana (S2) di Universitas Ganesha Jakarta (1998).

Adapun riwayat pekerjaan/karier birokrasi di Pemkot Cirebon patut diancungi jempol. Pada 1981-1983 sebagai Staff, 1983-1988 sebagai Kepala Urusan Umum ITWILKO, 1988-1991 sebagai Kabag Humas, 1991-1993 sebagai Kabag Umum & Protokol, 1993-1997 sebagai Kabag Penyusunan Program, 1997-1999 sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah, 1999-2001 sebagai Asisten Daerah bidang Administrasi, 2001-2002 sebagai Asisten Daerah bidang Umum dan Keuangan, 2002-2004 sebagai Kepala Sekretariat Daerah, 2004-2013 sebagai Sekretaris Daerah Pemkot Cirebon dan 2013-2015 sebagai Walikota Cirebon (Periode 2013-2018).

Pak Ano yang Saya Kenal

Saya mengenal Pak Ano sejak 2008. Ketika itu, saya didaulat menjadi pembicara pada acara Seminar Kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di kampus Unswagati Cirebon. Ketika itu Pak Ano didaulat menjadi Pembicara Utama sekaligus perwakilan dari kalangan Birokrasi (Pemerintahan). Dari situ saya “menyaksikan” bahwa Pak Ano memang politisi ulung, retorikanya khas, dan memiliki pandangan yang “memasa depan”.

Kemudian, pada April 2012 saya sempat menjadi panelis untuk sebuah Diskusi Publik. Di situ panitia penyelenggara mendaulat Pak Ano sebagai Pembicara Utama sekaligus untuk membuka acara. Lagi-lagi, pada kesempatan itu saya “menyaksikan” bahwa Pak Ano politisi yang punya “maqom” dalam dinamika politik dan kepemimpinan di Kota Cirebon.

Saya sendiri bukan loyalis atau menjadi bagian dari gerbong politik (baca: parpol) dimana Pak Ano bergulat selama ini. Namun saya kerap berdiskusi secara informal dengan Wali Kota Cirebon (2013-2018) ini dalam berbagai momentum. Sekadar contoh, pada Ramadhan 2014 saya bersua dengan beliau di Masjid Al-Jami’ah IAIN Syekh Nur Jati (IAIN SNJ)—di samping dalam berbagai momentum yang tak perlu saya dedahkan satu persatu dalam tulisan sederhana ini.

Singkat cerita, di sini saya mendapatkan “sesuatu”. Seperti biasa, kalau ke masjid kampus (seperti IAIN SNJ) saya terbiasa membaca bacaan berupa buku dan serupanya. Pasca shalat Jumat, beliau menyapa saya dan bertanya perihal aktivitas saya akhir-akhir ini. Rupanya beliau masih ingat betul siapa saya pada acara Seminar tahun 2008 silam. Bukan itu saja, beliaupun begitu antusias bertanya tentang tulisan saya, “Bagaimana kabar?”, “Lagi menulis tentang apa nih akhir-akhir ini?”.

Bagi saya, pertanyaan semacam ini bukan sekadar bertanya, tapi punya makna tersendiri. Seorang Wali Kota begitu sempatnya mengingat saya dan aktivitas saya yang tergolong warga baru di Kota Cirebon. Kemudian, betapa beliau cukup “mengenal” saya, minimal dari tulisan-tulisan saya.

Tidak cukup di situ, pada 2014 lalu saya sempat bersua dengan beliau ketika saya didaulat jadi narasumber acara Pelatihan Motivasi yang diselenggarakan oleh LAZISWA At-Taqwa Cirebon. Pada kesempatan itu beliau didaulat untuk memberikan sambutan dan secara simbolik memberikan beasiswa kepada siswa dan mahasiswa dari berbagai daerah.

Pada sesi sambutan, beliau begitu semangat dan serius menyampaikan tentang pentingnya pelayanan sosial dalam upaya membangun peradaban maju. Di samping, perlunya kerjasama berbagai pihak dalam menanggulangi berbagai problematika sosial, sehingga visi-misi kepemimpinan dan perubahan ke arah yang lebih baik dapat terwujud. Bahkan beliau berharap agar generasi muda terus meningkatkan kapasitasnya, mengembangkan potensinya, termasuk membangun berbagai inovasi serta kreatifitas dalam segala hal; tak terkecuali dalam membangun budaya literasi.

Inna lillahi, saya tidak menyangka ternyata itu adalah pertemuan terakhir saya dengan beliau yang (mengaku) kerap membaca opini saya di beberapa media cetak di wilayah 3 Cirebon selama sekian tahun terakhir sejak September 2013.

Ya, kini Pak Ano telah pergi untuk selamanya. Dengan segala keterbatasan beliau dalam menjalankan mandat publik sebagai Wali Kota Cirebon hampir dua tahun terakhir, tentu kepergian beliau tetap menyisahkan “sesuatu” yang patut diambil hikmah dan manfaatnya. Apa yang saya sampaikan ini mungkin sangat sobjektif, namun saya patut menyampaikan apa adanya sesuai yang saya alami dan perhatikan selama menjadi warga Kota Cirebon 4 tahun terakhir.

Sepengetahuan saya, Pak Ano adalah seorang politikus dan pemimpin yang murah senyum dan mudah bersahabat. Selain itu, beliau juga selalu siap berdiskusi dengan berbagai kalangan, lintas latar dan usia. Lalu, ini yang paling penting: beliau termasuk politisi yang taat beribadah.

Di atas segalanya, mari mengambil hikmah dari beliau; dari pengalaman kepemimpinan beliau selama ini, termasuk beliau sebagai warga negara (biasa). Lalu, mari maafkan kesalahan dan doakan ketenangan sekaligus ikhlaskan kepergian beliau untuk selamanya. Selanjutnya, ada satu hal penting yang patut disadari dari kepergian beliau, bahwa siapapun kita, sesungguhnya kita semua punya potensi dan peluang menjadi pemimpin dengan segala kelemahan dan kelebihan kita masing-masing. Pada saat yang sama, kita patut menyadari bahwa ajal kematian sudahlah pasti. Hanya cara dan momentumnya kita tak tahu. Allah Sang Penguasa adalah penentu sekaligus yang mengatur segalanya. Kita hanya diberi kuasa untuk melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Akhirnya, selamat jalan Pak Ano, selamat jalan Pak Wali Kota. Semoga Allah menyediakan bagimu surga! [Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur Eksekutif Mitra Pemuda, Direktur KOMUNITAS, Penulis buku POLITICS dan Pegiat PENA di STAI BBC. Tulisan ini dielaborasi dari tulisan aslinya yang berjudul “Selamat Jalan Pak Walikota”, yang dimuat pada Kolom Wacana Radar Cirebon hal. 4, Jumat 20 Februari 2015].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s