Jurus Gila Menulis Artikel

ArtikelJURUS gila? Ya, jurus gila. Jurus ini sendiri bukan sebuah keharusan atau harga mati ketika seseorang ingin menulis artikel untuk blog, atau untuk berbagai media cetak. Apalagi pada dasarnya saya masih dalam tahap belajar, termasuk mengenai cara menulis artikel dengan baik. Walau begitu, saya meyakinkan Anda bahwa tulisan sederhana (baca: Jurus Gila Menulis Artikel) ini bisa dijadikan referensi; atau minimal menjadi pembanding bagi Anda dari referensi yang sudah Anda miliki dari berbagai sumber lainnya.

Saya sendiri pada awalnya agak sulit menekuni aktivitas kepenulisan. Nenek moyang saya, keluarga besar saya bahkan saya sendiri pun bukan penulis. Apalagi untuk sebuah artikel yang layak dimuat (di blog dan media cetak), sungguh satu kesulitan yang oke punya. Tapi karena saya memiliki orientasi jangka panjang (seperti untuk “memperpanjang umur”, termasuk mewariskan karya tulis untuk anak-cucu saya kelak), saya pun “memaksa” diri untuk menekuni dunia yang satu ini: menulis artikel (untuk blog pribadi dan media cetak).

Nah, dalam konteks blogging dan dunia media cetak, saya termasuk yang sangat belia dan masih instan; bahkan tak layak dicontoh dan tak tepat dijadikan sumber inspirasi. Lalu, mengapa saya membangun cinta dengan blogging dan media cetak; kemudian saya perlu berbagi kepada Anda?

Sederhana saja, inti dari blogging dan media cetak adalah bagaimana saya membuat konten atau artikel singkat yang menarik dan bisa dibaca oleh orang lain secara gratis. Termasuk Anda. Ya, Anda yang sedang membaca tulisan ini. Saya ingin berbagi manfaat kepada sesama. Bukan kah sebaik-baik manusia adalah yang banyak memberi manfaat bagi banyak manusia?

Ya, selama ini saya menfokuskan diri pada artikel untuk blog pribadi saya, di samping untuk berbagai media cetak lokal dan nasional. Untuk artikel (atau jenis lain) yang saya kirim ke blog tentu saja tidak berdiri di atas aturan yang ‘njelimet’. Sementara artikel yang saya kirim ke media cetak biasanya saya pastikan semuanya beraturan, sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Tentu dengan gaya bahasa khas yang saya miliki.

Sebelum membahas jurus gila menulis artikel yang baik, saya perlu menjelaskan terlebih dulu tentang gaya penulisan sebuah artikel.
Sepengetahuan saya, ada 2 gaya bahasa yang sering digunakan ketika seseorang menulis, yaitu, Pertama, gaya jurnalistik. Gaya ini langsung memberikan informasi utama pada bagian awal artikel dan informasi pendukung akan menyusul di bagian tengah atau akhir artikel.

Kedua, gaya ringkasan. Gaya ini mirip dengan gaya berita ringkas yang ditujukan pada pembaca yang mengharapkan informasi terperinci, dan pembaca dapat memutuskan apakah dia akan membaca rincian yang diberikan atau cukup hanya membaca ringkasan artikelnya saja.

Selama ini saya terbiasa menggunakan dua gaya tersebut. Nah, sekarang giliran Anda… Gayanya juga terserah Anda, sesuka Anda. Itu juga kalau Anda berani he he he.

Penjelasan lebih oke, silakan Anda temukan di berbagai referensi yang lebih mumpuni dan memberikan penjelasan tuntas. Selamat mencari dan membaca referensi (lain) ya!

Sekaran saya ingin berbagi mengenai jurus gila dalam menulis artikel. Ya, berikut adalah sebagian jurus gila menulis artikel yang selama ini saya pakai. Kren, kan? Pertama, gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh semua orang. Entah berapa kali saya menemukan artikel di berbagai blog yang isinya membuat saya pusing dan menga-nga karena artikelnya berbelit-belit dan terlalu panjang. Saya pun “terpaksa” tidak mau balik lagi ke blog semacam itu. Mau tahu, mengapa? Karena saya menjadi susah tidur setelah membaca artikel yang ribet he he he.

Begitu juga di media cetak. Saya sering menemukan tulisan yang panjang dan pengulangan yang sama-sama “minta ampun”. Padahal intinya sederhana saja. Nah, jika sederhana, maka untuk apa dibuat ribet? Atau jangan-jangan sang penulis hendak menulis buku, tapi salah kirim he he he. Naskah buku kok malah dikirim ke redaksi media cetak sih? Ke redaksi penerbit buku saja…

Anda tentu saja paham maksud saya, iya kan? Usahakan agar setiap artikel yang Anda tulis, baik untuk blog (yang Anda miliki, atau blog lain yang meminta artikel Anda) maupun untuk media cetak dapat dibaca dan mudah dimengerti oleh orang lain; dan tentunya dengan gaya bahasa khas Anda sendiri.

Untuk jurus ini, Anda tentu saja butuh latihan dan latihan. Anda perlu latihan berulang-ulang dalam membuat artikel yang baik. Dengan begitu, kemampuan menulis Anda pun menjadi semakin terasah dan menjadi lebih baik. Semoga saja begitu!

Kedua, banyak membaca buku atau referensi lain. Seorang penulis tidak mungkin bisa menghasilkan tulisan yang bagus kalau dia jarang atau tidak pernah membaca tulisan orang lain. Jurus gilanya adalah dia mesti banyak membaca karya orang lain, apapun bentuk dan jenisnya.

Sebagai contoh, misalnya seorang pemilik blog yang menulis tentang internet marketing di dalam blognya, tentu saja dia akan membutuhkan referensi yang banyak untuk membuat artikel bermutu seputar itu. Begitu juga untuk artikel jenis lain atau dalam bidang lainnya. Apalah lagi untuk artikel yang dikirim di media cetak. Jika Anda ingin artikel Anda tidak “dibuang” oleh redaksi media cetak, maka pastikan artikel Anda kaya dan berisi,,, bukan asal!

Oh iya, mengapa Anda perlu membaca karya orang lain? Selain mendapat informasi, inspirasi, dan pengetahuan baru, membaca karya orang lain juga dapat membantu otak Anda untuk berpikir secara logis dan sistematis. Jika Anda sering membaca buku atau tulisan-tulisan yang bermutu, misalnya, maka lambat laun Anda juga akan dapat menulis artikel (atau bahkan buku) yang enak dibaca, dan layak dirindukan pembaca. Asyiknya jika sudah menjadi pemilik artikel yang dirindukan banyak pembaca…Asyiknya tuh di sini, di dalam hati (ku, mu, nya) he he he.

Ketiga, Memiliki gaya bahasa yang unik. Ini salah satu hal yang penting dalam menulis. Bahkan ini merupakan “magnet” tersendiri bagi sang penulis. Tapi, Anda tak perlu terjebak dalam gaya ini. Biarkan mengalir saja, sebab dengan sering menulis maka kelak gaya bahasa tulisan Anda akan mengikuti dengan sendirinya. Jadi, miliki gaya bahasa yang unik namun tidak menghambat kreatifitas Anda dalam menulis.

Coba fokus dengan pernyataan ini: Mulailah berlatih menulis dengan cara Anda sendiri, dengan gaya bahasa Anda sendiri. Itulah yang membuat sebuah tulisan kelak menjadi berbeda dan menjadi pengungkit daya tarik pembaca kepada tulisan Anda.

Apapun gaya atau cara Anda dalam menlahirkan sebuah tulisan, yang terpenting adalah “bagaimana” agar tulisan atau artikel tersebut memberikan informasi, relevan, dan mudah dicerna oleh pembaca. Anda bisa membuat sebuah artikel yang sederhana untuk sebuah informasi yang memang sederhana, dan Anda juga bisa membuat sebuah artikel dengan judul yang “provokatif” yang bisa menghentak pembaca artikel Anda. Itu terserah Anda saja deh.

Di atas segalanya, isi tulisan sederhana ini tidak akan pernah menginspirasi orang yang enggan mengambil manfaat. Karena itu saya tidak mau menulis untuk manusia semacam itu. Saya menulis hanya untuk Anda yang ingin mengambil manfaat: ingin bahagia dari kepenulisan (karya tulis), ingin menikmati “berkah” dari Allah melalui karya tulis. Titik. [Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur KOMUNITAS-“Komunitas Cirebon Membaca, Cirebon Menulis”, Penulis buku (1. Spirit to Your Success, 2. POLITICS, dan 3. Udah, Nikah(in) Aja!), Pegiat Ilmu Pengetahuan di STAI Bunga Bangsa Cirebon-STAI BBC]

2 thoughts on “Jurus Gila Menulis Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s