Mba Deti, Penulis Baru Penerbit Mitra Pemuda

Deti_nAKU baru mengenalnya beberapa hari yang lalu. Mengenalnya tak kusengaja, bahkan itu juga lewat SMS. Cerita awalnya juga unik. Bayangkan saja, ia mengenal nomor HP-ku lewat blog kesayanganku: akarsejarah.wordpress.com dan sebuah tulisan di sebuah media online.
Aku semakin percaya bahwa posisi media online akhir-akhir ini bahkan ke depan semakin penting. Tak perlu jauh-jauh, perkenalan dengan Mba Deti denganku melalui blog adalah contoh nyatanya. Jadi, memiliki blog itu menjadi penting. Bukan saja karena ia mampu mempertemukan berbagai potensi kebaikan, tapi juga sebagai juru bicara berbagai karya tulis. Ah pokoknya memiliki blog itu dahsyat dan luar biasa.

Kembali ke Mba Deti. Tak kusangka, orangnya luar biasa. Memiliki banyak impian besar dan tentu saja positif. Bukan saja untuk dirinya, tapi juga untuk siapapun yang mengenalnya. Ya, termasuk aku sendiri yang baru mengenalnya.

Jujur saja, aku jadi malu mengenal dan bersua dengannya. Malu, karena yang kukenal adalah lulusan Unpad (Jatinangor), sebuah kampus besar dan punya nama besar di antara ratusan kampus di seluruh pelosok negeri ini, Indonesia. Aku menyaksikan, ia adalah orang hebat yang punya niat baik dan punya segudang impian yang oke punya. Dari berbagai impiannya yang sempat kubaca di laptop miliknya saja, misalnya, ada satu impian yang patut aku komentari, yaitu impiannya menjadi penulis buku.

Menulis buku? Ya, menulis buku. Impian ini tak jauh berbeda dengan impianku di masa aku kuliah dulu. Alhamdulillah, ternyata Allah telah mempertemukanku dengan seorang sahabat baru, atau bahkan aku lebih bangga menyebutnya sebagai saudara baru yang sangat penting dalam hidupku. Mengapa? Karena dengannya aku menjadi termotivasi atau tersemangati kembali untuk segera menulis dan menulis.

Menulis dan menulis adalah kata-kata yang kini menghiasi pikiranku selama sekian tahun hingga kini. Dengan begitu, pertemuanku dengannya adalah pertemuan istimewa. Karena ghirohku untuk menulis kembali muncul, dan tentu saja mengila-gila he he he.

Sekali lagi, insya Allah aku secara jujur menempatkannya sebagai saudara baru dalam kehidupanku. Bukan saja karena kesamaan minat, seperti dalam hal kepenulisan, tapi dari niat baik dan kemauannya yang sungguh tuk bersua denganku: berbagi pengalaman seputar kepenulisan, di samping kemauannya untuk berkontribusi untuk Penerbit Mitra Pemuda dalam bentuk karya tulis (buku, cerpen, novel dan serupanya).

Ah, banyak hal yang aku dapatkan selama bersua pertama kali dengannya. Walau kali yang pertama, tapi Mba Deti patut dimasukan sebagai sumber inspirasiku, minimal dalam hal impian: menulis buku. Semoga pertemuan dan perkenalan dengannya tak sia-sia. Karena bagaimanapun, perjalanan waktu mesti diisi oleh hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan. Bukan saja di dunia tapi juga untuk kehidupan abadi akhirat kelak. Bukan kah setiap detik yang dilalui oleh setiap orang mesti dipertanggungjawabkan kelak, digunakan untuk apa?

Untuk siapapun yang di luar sana, sungguh menulis adalah pekerjaan sederhana. Namun dalam kesederhanaannya ia jusru telah menempati posisi pentingnya dalam sejarah umat manusia. Bukankah kita mengenal banyak hal karena ilmu pengetahuan (melalui lisan dan tulisan) yang diwariskan oleh generasi sebelum kita?

Karena posisi dan perannya sangat mulia semacam itu, diakui atau tidak oleh orang lain, dihargai atau tidak oleh orang lain, tetap dan teruslah menulis. Sebab yang penting itu bukan penghargaannya, tapi menulis itu sendiri. Ya, yang penting adalah menulis dan menulis. Kelak ketika kita sudah berkarya, biarkan sejarah yang menuturkan secara jujur bahwa kita memang telah berkarya untuk sejarah, untuk kehidupan kita.

Akhirnya, teruslah menulis untuk sejarah keabadian. Bisa jadi surga berada di ujung jari, ya di ujung pena di saat kita menulis. Mari menulis, menulis untuk keabadian! [Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur KOMUNITAS, Direktur Penerbit Mitra Pemuda, Penulis buku POLITICS; Grage Mall, Sabtu 11 Oktober 2014]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s