Arsip | 17:52

Menemukan Masa Depan ASEAN

8 Agu

ASEANPARA pendiri Republik Indonesia sejak tahun 1945 telah menyadari pentingnya upaya membangun sebuah ketertiban dunia (word order) yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kedailan sosial, seperti yang termaktub dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

Dalam konteks itu, dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif (independent and active foreign policy) pada hakikatnya merupakan alat sekaligus mekanisme untuk memajukan cita-cita dan kepentingan nasional seperti yang dirumuskan para pendiri republik tersebut.

Secara internal, terdapat kebutuhan untuk memajukan kepentingan nasional yang dalam banyak hal boleh jadi sangat bersifat egoistik. Hal ini mencakup kepentingan untuk : (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; (2) memajukan kesejahteraan umum; dan (3) mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara eksternal, Indonesia merupakan anggota komunitas bangsa-bangsa di dunia dan terus menerus secara aktif untuk : (4) ikut berpartisipasi dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial (Hassan Wirajuda, 2008).

Wujud nyata dari kepentingan tersebut, maka Indonesia tidak saja turut menjadi aktor utama dalam berbagai forum internasional seperti Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada 18-25 April 1955 di Bandung yang dihadiri oleh 29 negara di kawasan Asia dan Afrika yang kelak melahirkan Gerakan Non-Blok (GNB), tapi juga dalam pembentukan the Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) pada 8 Agustus 1967. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: