Azka dan Bukhari Siap menjadi Otak, Hati dan Punggungnya Indonesia

6 Mei
Azka Syakira dan Bukhari Muhtadin

Azka Syakira dan Bukhari Muhtadin

ALHAMDULILLLAH, semua ini adalah wujud Kuasa Allah Swt. Itulah ungkapan syukur yang layak disampaikan kepada-Nya. Ya, Maret 2014 merupakan satu kesempatan berharga bagi saya dan keluarga—terutama istri dan anak pertama kami (Azka Syakira). Bagaimana tidak, pada Senin 10 Maret 2014 pukul 17.15 WIB di Cirebon-Jawa Barat anak kami (saya dan istri) yang ke-2 terlahir dengan selamat.

Sebagaimana kebanyakan orangtua yang dianugerahi keturunan, selama ini kami bahagia karena ditemani oleh anak kami yang pertama. Azka—demikian kami memanggilnya—lahir di Cirebon-Jawa Barat pada Sabtu, 16 Juli 2011 pukul 01.00 WIB. Ya, pada 16 April 2014 lalu Azka sudah berusia 33 bulan; atau pada 16 Mei 2014 nanti Azka sudah berusia 34 bulan.

Kini, kebahagiaan kami sekeluarga bertambah setelah Bukhari Muhtadin—yang biasa kami panggil Bukhari—hadir. Tak cukup kata-kata untuk mengukirkan semua rasa yang kami alami setelah kehadiran mereka berdua. Selain masih lucu-lucu, keduanya juga menjadi sumber inspirasi kami dalam menunaikan berbagai aktivitas dan menjalani kehidupan hingga kini. Sungguh relevan anonim yang mengungkapkan bahwa anak adalah penenang hati dan jiwa yang dihadiahkan oleh Allah Swt. kepada orangtuanya; anak juga merupakan sumber motivasi dan inspirasi bagi kedua orangtuanya.

Alhamdulillah Allah Swt. memberi kami anugerah yang luar biasa dan tentu saja membanggakan. Satu penghormatan yang tak terkira harganya. Harapannya, dengan anugerah sekaligus amanah ini, kami mampu menjadi orangtua yang bertanggungjawab, baik di dunia maupun di akhira kelak. Aamiin!

Selanjutnya, untuk Azka dan Bukhari, Nak, jadilah orang yang mencintai, mempelajari, mendalami, mengamalkan dan menyebarkan agama Allah Swt juga ilmu. Lalu, ingatlah dua hal, pertama, kebaikan orang lain kepada kalian, kedua, kejahatan kalian kepada orang lain. Kemudian lupakan dua hal, pertama, kebaikan kalian kepada orang lain, kedua, kejahatan orang lain kepada kalian. Selanjutnya, jadilah otak, hati dan punggungnya Indonesia. Itulah yang membuat kalian kelak bernilai manfaat di hadapan Allah Swt. dan makhluk-Nya. Mohon do’akan Ayah dan Bunda agar selamat dunia dan akhirat ya Nak! []

Cirebon, 6 Mei 2014 pukul 14.00 WIB
Dari Ayah dan Bunda

Syamsudin Kadir & Uum Heroyati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: