Radar Cirebon Memuji Buku NGOPI Karya Syamsudin Kadir

Picture1Berbincang dengan Syamsudin Kadir, Penulis Lepas yang Sukses Terbitkan Buku
Terinspirasi Artikel dan Membaca Berita Politik di Radar Cirebon

Nama Syamsudin Kadir mungkin tak asing lagi bagi pembaca Radar Cirebon. Itu karena dia adalah seorang penulis lepas pada rubrik wacana di Radar Cirebon yang cukup produktif. Saking produktifnya, dalam satu tahun ia berhasil mengumpulkan artikel lepas menjadi sebuah buku. Bagaimana kisahnya?

Berawal dari hobi menulis di media massa sejak duduk di bangku kuliah, Syamsudin Kadir, penulis lepas kolom wacana Harian Umum Radar Cirebon berhasil mengumpulkan catatan sosial-politik dalam sebuah buku berjudul “Ngopi: Ngobrol Politik dan Demokrasi Indonesia”.

Buku setebal 284 halaman terbitan Mitra Pemuda ini berisi artikel yang pernah dimuat di media massa.

Ya, sejak 17 September 2013, Kang Kadir—begitu ia disapa—sudah mulai rajin mengisi artikel wacana di Radar Cirebon. Dalam kurun waktu sekitar 8 bulan, tepat pada tanggal 29 Maret 2014, ia berhasil me-launching buku tersebut. “Sebenarnya buku ini terbit untuk menjawab keresahan para penulis, dimana saya lihat di Cirebon ini belum memiliki penerbit dan komunitas penulis. Jadi ini untuk memotivasi teman-teman supaya giat menulis,” ujar laki-laki lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, saat berkunjung ke Graha Pena kemarin.

Picture2Kadir mengungkapkan, proses kreatifnya saat menulis, kerap mengambil tema-tema hasil dari inspirasi ketika membaca berita-berita terkini yang ada di Radar Cirebon. “Saya sendiri sudah berlangganan Radar Cirebon sejak lama. Saat itu saya memncoba membaca berita-berita terkini yang ada di Radar Cirebon, dari sana saya dapat ide untuk membuat artikel. Jadi artikel yang saya tulis sebenarnya respons terhadap berita-berita yang saya baca di Radar,” Terangnya.

Tema artikel yang dibuatnya, kadang politik, pendidikan, budaya dan sebagainya. Tapi khusus untuk buku ini (baca: Ngopi) dirinya lebih mengupas masalah sosial-politik. Sebagai penulis lepas, pria kelahiran Cereng-Mabar 8 Agustus 1983 ini, mengungkapkan memiliki satu gerakan yaitu G 30 M (Gerakan 30 Menit baca, tulis dan diskusi setiap hari). Sehingga dari sana ia bisa mendapatkan ide untuk bahan tulisan.

Kadir yang mulai menetap di Cirebon sejak 6 Oktober 2010 ini, mengaku prihatin dengan rendahnya minat sekaligus budaya baca-tulis di Cirebon. Sehingga ia sendiri tergerak mendirikan komunitas “Cirebon Membaca, Cirebon Menulis” yang berada di bawah naungan Mitra Pemuda. Mitra Pemuda sendiri merupakan lembaga yang dibentuk bersama rekan-rekannya yang fokus dalam pengembangan generasi muda, termasuk untuk mengajak generasi muda Cirebon giat membaca dan menulis. “Sebab sekarang ini sudah tidak zamannya lagi demontrasi ide dengan mengerahkan massa, sekarang demontrasi ide cukup dengan menggunakan tulisan,” ungkapnya, beralasan.

Bakat menulis Kadir, memang diwarisi dari orangtua. Dia memiliki orang tua yang juga menanamkan membaca sejak kecil. Sehingga ia tak kesulitan mengembangan ide saat menulis suatu tema. “Saya menulis memang hobi, apapun bisa saya tulis,” ucap pria penggemar futsal ini. [Disarikan oleh Uum Heroyati (Redaksi Penerbit Mitra Pemuda) dari tulisan Jamal Suteja (Wartawan Radar Cirebon-Jawa Barat) yang dimuat di Halaman 13 dan 19 Radar Cirebon pada Ahad 20 April 2014/19 Jumadil Akhir 1435 H]

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s