Berdo’alah dan Miliki Amal Ajaib

Palestinian youth prays on street outside destroyed mosque in Mughraqa
Berdo’alah dan Miliki Amal Ajaib

APAKAH Anda termasuk orang yang selalu merasa bahwa Anda sudah gagal dan kalah dalam setiap bentuk usaha dan pertandingan hidup yang Anda lalui? Lalu, apakah Anda pernah bertanya kepada diri Anda apa saja penyebab perasaan tersebut muncul lebih dominan, bahkan menjadi satu jenis penyakit akut yang mematikan tekad dan kesungguhan Anda dalam mewujudkan apapun usaha dan impian Anda?

Dalam beberapa kali mengisi acara mahasiswa dan di beberapa kota seperti Bandung, Semarang, Yogjakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Sumbawa, Bima, Lampung, Palembang, Palangkaraya dan kota-kota lainnya bahkan lewat SMS saya sering mendapatkan pertanyaan mengenai keterbatasan kuasa manusia dalam mewujudkan impian atau menggapai kesuksesannya. Berikut di antaranya :

 

  • “Mas, saya sudah berusaha maksimal, tapi hasilnya masih begini saja. Kira-kira apa penyebabnya?”
  • “Kang, jika kita sudah berusaha namun masih belum mendapatkan hasil, apa solusinya?”
  • “Pak, apakah saya mesti mengorbankan semuanya baru mendapatkan apa yang saya impikan? Saya ingin mendapat penjelasan, kira-kira apa yang mesti saya lakukan?”
  • “Begini Mas, saya sudah mencoba melakukan berbagai rencana atau langkah-langkah yang sudah saya susun sejak lama, namun apa yang saya ingin gapai belum juga terwujud. Saya pernah mendengar penjelasan bahwa do’a adalah salah satu kunci pemungkas kesuksesan. Mohon penjelasan!”

 

Dan beberapa pertanyaan yang masih saya simpan rapih. Semoga dalam kesempatan lain, atau dalam buku berikutnya saya bisa menjawabannya dan berbagi kepada Anda. Mohon do’a sekaligus kesabarannya!

Sahabat dahsyat! Sadarilah bahwa manusia hanya memiliki kemampuan untuk membuat cita-cita, mengemas impian, menyusun strategi atau langkah, menulis rencana teknis dan melakukan teknis aplikasinya. Selebihnya, ada kekuatan lain yang mengendalikan, ya semuanya ada dalam kendali dan kuasa Sang Kuasa, Allah SWT.

Ya, jika dikaji lebih jauh, apapun yang menjadi impian seseorang dalam dunia usaha, bisnis, politik atau yang lainnya, sebetulnya ada satu kekuatan yang menjadi titik tolak yang sangat menentukan kesuksesan seseorang padanya, yaitu kekuatan do’a, ya berdo’a kepada Allah SWT.

Coba Anda perhatikan sejarah kesuksesan orang-orang sukses, atau para pejuang di masa lalu. Di samping segala kesungguhan dan pengorbanan dalam menggapai kesuksesan dan kemenangan yang mereka raih, ternyata mereka memiliki satu modal utama yang lagi-lagi sangat dahsyat pengaruhnya bagi kesuksesan mereka, yaitu do’a.

 

“Do’a adalah kata-kata yang baik. Ketika kita mengucapkannya, sesungguhnya itu bermakan kita telah melepaskannya dari mulut kita agar ia berjalan menuju langit. Jika kata itu memiliki wacana penyangga yang kuat, ia akan segera melampaui cakrawala, menembus angkasa dan mencapai puncak.”

 

“Ya Allah, jika pasukan binasa, tidak akan pernah ada lagi di bumi ini yang akan menyembah-Mu, selamanya.” Begitulah do’a yang terus Rasulullah Saw. lantunkan sebelum dimulainya Perang Badar, sehingga selendang beliau terjatuh, sampai-sampai sahabatnya, Abu Bakar, datang menghampirinya dan mengatakan : “Cukuplah, ya Rasulullah. Allah pasti akan menolongmu!”.

Mari renungi makna sabda nabi berikut ini : Do’a adalah senjata orang beriman, tiang agama dan cahaya langit dan bumi. (HR. Hakim, dari Ali bin Abi Thalib)

Do’a akan mempertemukan dua kehendak sekaligus: kehendak Allah SWT. dan kehendak manusia. Itulah kekuatan dahsyat, rahim yang selalu melahirkan semua peristiwa kehidupan sepanjang sejarah umat manusia.

Apa yang dilakukan oleh nabi Yunus ketika beliau tertelan dan terimpit dalam perut ikan paus? Dari manakah beliau dapat mengharapkan cahaya untuk sekadar menerangi gelap dalam perut ikan besar? Dari manakah beliau menemukan kembali harapan hidupnya? Sesungguhnya, gelap, kesedihan, kegundahan dan keputusasaan dalam jiwanya jauh lebih gelap dari gelap yang menyelimutinya dalam perut ikan itu. Tetapi dengarlah do’anya, “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap : “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.””. (Qs. al-Anbiya’ [21]: 87)

Lalu dengarlah jawaban Allah SWT. dalam ayat selanjutnya, “Maka Kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (Qs. al-Anbiya’ [21]: 88)

Sungguh sebuah gambaran agung. Begitu mudahnya Allah SWT. memperlihatkan kuasa-Nya. Sekali lagi, ini tentang do’a. Ketika seorang sahabatnya selalu langsung meninggalkan masjid setelah shalat tanpa do’a (setelah shalat), Rasulullah Saw. menegurnya dengan pernyataan, “Apakah kamu sama sekali tidak punya kebutuhan kepada Allah SWT.?” Sahabat itu pun terperanjat dan mulai memahami arti do’a. Maka, ia pun terus berdo’a. “Bahkan”, katanya di kemudian hari, “garam pun kuminta kepada Allah SWT.” Adalah sangat bijak ketika Nabi Muhammad Saw. Bersabda : Do’a adalah ibadah. (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi, hadits hasan shahih)

Untuk Anda yang selalu berdo’a kepada Allah SWT., ketahuilah bahwa apa yang Anda lakukan adalah wujud keberdayaan diri. Bahwa Anda adalah manusia yang memiliki kekuatan: kekuatan dari Kekuatan Allah SWT. Karena itu, berdoa’alah kepada-Nya. Sungguh, Allah SWT. pasti mengabulkan permohonan hamba-Nya.

Kata nabi Saw., “Do’a seorang hamba selalu akan terkabul, selama ia tidak berdo’a untuk sebuah dosa, memutuskan tali silaturahim, dan tidak tergesa-gesa.” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)

Sungguh do’a adalah kunci segalanya. Maka berdo’alah kepada-Nya sesuai contoh Rasul-Nya, kapan dan di mana pun Anda berada.

Miliki Amal Ajaib

Jika Anda ingin sukses, selain berdo’a, Anda juga harus menunaikan shalat tahajut, witir, dhuha, infak dan sedekah serta silaturahim yang saya sebut sebagai Amal Ajaib. Mengapa ajaib? Karena beberapa amalan tersebut bisa mendatangkan berbagai rezeki, keunikan bahkan keistimewaan di luar dugaan manusia. Hampir semua yang sukses—khususnya yang Muslim—sering mengisahkan bahwa kesuksesan yang mereka raih karena adanya amalan khusus, ya Amal Ajaib. 

 

Pertama, Shalat Tahajut dan Witir

Secara khusus Islam ternyata menyediakan sarana apik untuk meraih kesuksesan dalam bentuk ibadah malam atau yang dikenal dengan sebutan shalat tahajut dan shalat witir. Dalam sejarah Anda dapat mengetahui bahwa di antara shalat yang tidak pernah Rasulullah Saw. tinggalkan  adalah shalat tahajut dan witir.

Allah SWT. berfirman, “Dan pada sebahagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Qs. Al-Israa’ [17]: 79)

Nabi Muhammad Saw. bersabda,“Dirikanlah shalat malam, sebab ia merupakan kebiasaan orang-orang sholeh sebelum kalian. Shalat malam adalah bentuk pendekatan kepada Allah yang dapat menghapus dosa dan kesalahan serta mengusir penyakit dari badan.” (HR. Tirmizi)

Dalam hadist lain, beliau Saw. bersabda, “Sungguh, Allah itu ganjil (witir) dan menyukai yang ganjil. Karena itu, hai ahli Qur’an, lakukanlah shalat ganjil (baca : sahalat witir).” (HR. Tirmizi)

Dalam al-Qur’an surat as-Sajdah [32] Allah SWT. berfirman, “Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. (15) Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdo’a kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa-apa rezeki yang Kami berikan. (16) Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (17)” 

Betapa mudah dan nikmatnya hidup jika Anda memiliki kebiasaan mulia seperti yang juga menjadi kebiasaan orang-orang sukses dalam etalase sejarah peradaban Islam pada zaman-zaman sebelum Anda. Bayangkan saja, Allah SWT. Yang Maha Kaya itu berjanji akan menggabungkan dua kenikmatan : kenikmatan dunia dan akhirat, bagi yang melakukan shalat witir.

Sebuah gambaran nyata dan gratis bagi Anda betapa istimewanya Islam sampai-sampai menyediakan jenis amal istimewa bagi umatnya.

Namun, sungguh aneh, shalat tahajut dan witir merupakan ibadah yang paling mudah, tetapi justru banyak orang yang mengabaikannya. Jika Anda muslim, maka alangkah eloknya jika Anda terbiasa untuk menunaikan ibadah sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh orang-orang sukses seperti Rasulullah Saw. dan  para sahabatnya ini.

Kelelahan fisik dan akal yang Anda rasakan akan hilang begitu saja jika Anda menghadap, mengadu dan bersujud kepada Sang Kuasa. Karena itu, menghadaplah kepada-Nya. Sampaikan semua do’a dan harapan kita kepada-Nya. Sungguh Dia Maha Kaya, Maha Mendengar, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Kuasa dan Maha segalanya. Dengan itu semua, Allah SWT. akan memperlihatkan kepada Anda bahwa Anda itu kecil dan tidak mampu mewujudkan apapun yang Anda cita-citakan atau impikan kecuali karena mendapatkan pertolongan atau bantuan dari-Nya. Dia-lah yang Maha Mengetahui, Dia-lah Pemilik Takdir.

 

Kedua, Shalat Dhuha

Shalat dhuha merupakan salah satu shalat sunat yang sering dilakukan oleh nabi Muhammad Saw. ketika beliau hidup. Beliau terbiasa melaksanakan shalat dhuha baik ketika sedang di rumah maupun ketika dalam perjalanan.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan, “Kebiasaan Rasulullah Saw. kembali dari berpergian pada siang hari yaitu pada waktu dhuha. Apabila kembali Rasulullah Saw. menuju masjid dan selepas melakukan shalat dhuha dua raka’at beliaupun duduk.” (HR. Bukhari-Muslim)

Salah satu makna fungsional shalat dhuha adalah agar pelakunya mendapat rezeki dan dijauhkan dari kemiskinan. Tetapi orang yang bersangkutan harus benar-benar taubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits, “Shalat dhuha itu mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan, dan tidak ada yang memelihara shalat kecuali orang-orang yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Jadi, shalat dhuha selain dekat dengan rezeki juga bertalian dengan taubat. Tidak ada rezeki tanpa memohon ampun, usaha dan shalat dhuha.

Dalam hadits lain, “Siapa yang membiasakan diri melakukan shalat dhuha dua raka’at, maka diampunilah dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih lautan.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Lebih tegas Allah SWT. menyatakan pemberian rezeki dan pemberian ampunan dalam firman-Nya,  “Maka Aku katakan kepada mereka, mohon ampunlah kepada Tuhan-Mu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, membanyakan harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya sungai-sungai.” (QS. Nuh [71]: 10-12)

 

Ketiga, Infak dan Sedekah

Anda tentu pernah membaca atau mendengar kisah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali atau sahabat-sahabat nabi yang lain tentang bagaimana mereka berlomba-lomba untuk menginfakkan harta mereka di jalan Allah SWT. Bayangkan saja mereka bersedia bahkan sudah menginfakkan seluruh harta mereka kepada kepentingan yang lebih besar; berinfak di jalan Allah SWT.

Mungkin Anda bertanya, apa gerangan yang membuat mereka sebegitu semangat, antusias, mudah dan tulus menginfakkan hartanya di jalan Allah SWT.?

Jika dikaji lebih jauh dalam sejarah, ternyata penyebab utamanya adalah niat suci dan cita-cita mereka demi perkembangan dakwah Islam, untuk beribadah kepada Allah SWT.

Ya, dalam hitungan manusiawi yang sesaat dan terbatas mungkin Anda menganggap harta mereka terlihat berkurang, tapi dari sudut pandang yang lebih besar : visi dan kepentingan jangka panjang, harta mereka sesungguhnya selalu bertambah. Mereka telah kaya di dunia, tapi juga sudah menabung bagi kekayaan di akhirat.

Jadi, jika Anda ingin menjadi orang sukses, maka Anda mesti memiliki program ini : infak dan sedekah. Jika para pendahulu atau orang-orang sukses sudah melakukan hal yang sama, dan mereka pun sudah menikmati hasilnya, maka Anda pun memiliki peluang dan kesempatan untuk melakukan hal yang sama.

Sahabat dahsyat! Ketahuilah, kesuksesan yang sesungguhnya bukanlah seberapa banyak harta yang Anda tabung atau yang Anda kemas bagi kehidupan dunia Anda, tapi seberapa banyak harta yang Anda gunakan untuk kepentingan kemanusiaan dan kehidupan jangka panjang atau akhirat Anda.

Mengapa demikian? Karena kesuksesan yang sesungguhnya bukanlah kesuksesan di dunia semata, tapi kesuksesan di dunia juga di akhirat. Bukankah dalam setiap do’a Anda selalu memohon agar diberi kebaikan untuk kehidupan dunia juga akhirat? Bukankah Anda ingin menjalani kehidupan dunia dan akhirat Anda dengan nikmat yang benar-benar nikmat?

Lebih jauh, alangkah baiknya jika Anda merenungi beberapa hadits Rasulullah Saw. tentang keajaiban sedekah berikut ini :

 

Pertama, Sedekah bisa melepaskan pelakunya dari bencana. Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya sedekah dapat menolak 70 pintu bencana.”

 

Kedua, Sedekah merupakan obat penyakit pada tubuh. Rasulullah Saw. bersabda, “Obatilah penyakitmu dengan bersedekah.”

 

Ketiga, Sedekah sebagai benteng buat diri kita. Rasulullah Saw. bersabda, “Bentengilah harta bendamu dengan sedekah.”

 

Keempat, Sedekah sebagai pemadam kemurkaan Allah SWT. Rasulullah Saw. bersabda, “Sedekah dapat menutup kemurkaan Allah SWT.”

Kelima, Sedekah bisa menambah keakraban sesama muslim. Rasulullah Saw. bersabda, “Sedekah adalah hadiah. Maka, berikanlah hadiah kepada teman pergaulanmu dan berkasih sayanglah kalian dengan saling memberi sedekah.”

 

Keenam, Sedekah dapat menambah umur. Rasulullah Saw. bersabda, “Sedekah dapat menolak musibah serta dapat menambah keberkahan umur.”

 

Ketujuh, Sedekah mampu menanamkan rasa belas kasihan dalam hati. Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa mendapatkan kesedihan hati, maka berikanlah sedekah.”

 

Kedelapan, Sedekah sebagai syafaat kelak di akhirat. Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya yang akan menaungi orang mukmin pada hari kiamat kelak adalah sedekah.”
Kesembilan, Sedekah menuai pahala yang termat besar. Dalam sebuah atsar disebutkan, “Barang siapa bersedekah dengan sebiji tamar, kelak di hari kiamat dia akan mendapat pahala sebesar gunung yang berada di atas timbangan amalnya.”

 

Kesepuluh, Sedekah sebagai wasilah menambah rezeki. Rasululah Saw. bersabda, “Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan akan bertambah, akan bertambah, dan akan bertambah.”

 

Keempat, Silaturahim

Hal penting lain yang juga menjadi penopang kesuksesan atau keberhasilan adalah kebiasaan bersilaturahim. Mungkin Anda bertanya, apa saja manfaat atau efek positif dari kebiasaan bersilaturahim? Masing-masing diri sebetulnya sudah merasakan sendiri manfaatnya. Karena setiap orang pasti sudah pernah silaturahim dengan keluarganya, tetangganya, atau siapapun yang rumahnya berdekatan dengan kampungnya, misalnya.

Nah, untuk menambah semangat Anda, saya perlu menyebut beberapa manfaat silaturahim berikut ini.

ü  Mendapat barokah dari Allah SWT.

ü  Mendapat teman atau sahabat baru

ü  Membagi kisah kesuksesan, impian atau rencana hidup

ü  Berdiskusi tentang banyak hal positif, termasuk tentang apa yang sedang difokuskan saat ini

ü  Berbagi pengalaman, tips dan motivasi secara gratis

ü  Memperluas jaringan sosial dan jaringan usaha

 

“Ingat, kesuksesan kita sesungguhnya adalah ketika usaha-usaha duniawi dan impian-impian manusiawi kita semakin memperkuat hubungan silaturahim kita dengan orang-orang di sekitar kita.” (Syamsudin Kadir)

 

Sahabat dahsyat! Anda akan memperoleh kesuksesan dan menjadi pemenang dalam ritme kehidupan ini sesungguhnya karena Anda selalu menjaga silaturahim. Karena itu, jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Jika Anda sibuk dengan berbagai aktivitas, maka sediakan waktu khusus untuk silaturahim. Sesibuk apapun Anda, tetap saja ada kemestian bagi Anda untuk selalu berkunjung kepada sesama, berbagi cerita, memberi senyum, saling memotivasi dan seterusnya.

Adalah orang-orang sukses, apabila dadanya dihimpit musibah, atau dirinya benar-benar menginginkan sesuatu atau memiliki impian besar, mereka akan membentangkan tangannya di malam gulita dan bersujud dengan jiwa yang tunduk.

Lalu mereka memohon kepada Allah SWT. agar diberi karunia yang baik, yang selalu memahami beragam bahasa dan keinginan hamba-Nya, selalu berbaik sangka kepada-Nya, dan sadar bahwa mereka tengah berada di hadapan Sang Maha Kuasa, mereka sadar sedang berhadapan dengan Allah SWT. yang tak pernah lelah mendengar berbagai do’a atau permintaan setiap hamba-Nya, mereka yakin sedang berada di hadapan Allah SWT. yang tak pernah bosan dengan banyaknya pemohon dan berbagai permintaan hamba-Nya. Mereka sangat yakin bahwa Allah SWT. adalah pemilik segalanya dan berkuasa atas segalanya, tidak ada yang berkuasa melebihi kuasa-Nya.

Selain itu, mereka juga selalu jatuh cinta untuk menunaikan amal ajaib berupa shalat tahajut, witir, dhuha, infak, sedekah dan silaturahim.

Semoga Anda pernah membaca sejarah kesuksesan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Abdurahman bin ‘Auf,  Khalid, Umar bin Abdul Azis, Shalahuddin al-Ayyubi, Mohammad al-Fatih, Bukhari, Muslim, Ahmad, Syafi’i, Hanafi, Malik dan sederet pejuang Islam lainnya. Dengan selalu berdo’a dan menjaga amal ajaib, Allah SWT. pun memberi mereka kesuksesan luar biasa. Bukan saja dalam dakwah Islam, ekspansi wilayah, keunggulan dalam bidang ilmu, kekuatan militer tapi juga dalam usaha dan bisnis.

Atau mudah-mudahan Anda juga mau mengambil hikmah di balik kesuksesan Sandiaga Uno, Mario Teguh, Anis Matta, Ippho Santosa, Rangga Umara dan lain sebagainya. Kalau membaca kisah mereka, maka Anda dapat memahami bahwa apa yang mereka peroleh saat ini adalah buah dari kesungguhan mereka termasuk dengan selalu berdo’a dan menjaga amal ajaib. Semua amalan itulah yang menyebabkan Allah SWT. memberi mereka kesuksesan luar biasa dalam berbagai bidang sesuai profesi mereka masing-masing.

Sahabat dahsyat! Betapa nikmat hidup dan dahsyatnya kesuksesan yang Anda raih jika Anda memiliki amalan khusus atau amal ajaib seperti orang-orang sukses dalam etalase sejarah peradaban Islam pada zaman-zaman sebelum Anda. Atau mereka-mereka yang masih hidup bersama Anda saat ini. Bukankah ini sebuah kabar gembira sekaligus sumber inspirasi gratis bagi Anda dalam menggapai apa yang disebut sebagai kesuksesan?

Jadi, menghadaplah kepada-Nya. Sampaikan semua do’a dan harapan Anda kepada-Nya. Tunaikan hak-Nya dalam bentuk shalat tahajut, witir dan dhuha. Tunaikan juga hak hamba-Nya dengan infak, sedekah serta silaturahim. Raihlah barokah-Nya. Dia-lah yang Maha Mengetahui, Dia-lah Pemilik Takdir. [Oleh: Syamsudin Kadir, penulis buku SPIRIT TO YOUR SUCCESS. No Hp: 085 220 910 532]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s