Peta dan Kompas Sukses

peta sukses
Peta dan Kompas Sukses Syamsudin Kadir

BANYAK cara menuju kesuksesan, namun yang perlu diperhatikan dan menjadi catatan penting adalah tak ada kesuksesan yang didapat dengan cara instan, seperti  orang yang makan cabe, ketika dimakan saat itu terasa pedasnya. Tak demikian halnya dengan kesuksesan. Bahkan orang yang sudah suksespun perlu terus berusaha menjaga kesuksesannya, bila tidak kesuksesan tadi akan menuju kebangkrutan. Karena kesuksesanpun tidak abadi, ada naik dan turunnya, sebagaimana hidup dan kehidupan ini, ada senang dan susahnya, juga ibarat roda, ada kalanya di atas dan ada kalanya di bawah. Nah agar tetap di atas itulah, kesuksespun perlu dijaga.

Kunci sukses sederhana saja, Anda mesti memiliki PETA (Pintar, Empati, Taat, Aman) dan KOMPAS (Kreatif, Otak, Mau, Pantang menyerah, Antisipasi, Sabar).

Oke saya akan mulai membahasnya satu persatu untuk Anda. Selamat mengambil manfaat!

Pertama, Pintar

Ya tak perlu pintar-pintar sekali sih, apalagi harus—kecuali Anda mau dan mampu—sampai menjadi jenius seperti Ali bin Abi Thalib dan BJ. Habibie, tapi paling tidak Anda pintar atau cerdas di tiga hal  yaitu: intelektual, emosial dan spiritual. Yang pertma dari tiga hal ini ya paling tidak menambah, mengurangi, mengali dan membagi. Ya sederhana saja, tak harus jago matematika, itu ukuran “lama” dimana orang dikatakan pintar kalau jago matematika, tidak! Karena setiap orang punya kecerdasan masing-masing. Iya, bukan?

Kemudian kecerdasan emosial, ini  tak kalah pentingnya, orang yang cerdas emosinya tak mudah marah, mampu menahan emosi di saat kritis dan kecerdasan yang satu ini paling menonjol atau dapat diketahui pada genting, berbahaya atau dalam keadaan situasi sulit. Kalau dalam kedaan tersebut dia tenang dan dapat mengendalikan diri, dia cerdas di bidang ini.

Kecerdasan yang ketiga spritual, kecerdasan yang berhubungan dengan Dia Yang  Maha Agung. Kecerdasan ini lebih menekankan kepada akhlak manusia yang rendah hati, ikhlas, sabar dan lain sebagainya.

 

Kedua, Empati

Yang satu ini adalah salah satu sifat yang dimiliki orang sukses, karena ia dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Orang yang empatinya  tinggi akan segera menolong orang lain tanpa diminta. Dia punya rasa yang lebih dari kebanyakan orang, karena pikirannya selalu menggiringnya pada sebuah pertanyaan: “Bagaimana kalau hal itu terjadi pada diri saya?” Kejadiannya bisa karena musibah, bencana, difitnah, dicaci, diintimidasi, dipermalukan di depan umum dan sebagainya. Nah ia segara tergerak untuk membantu orang-orang yang mengalami hal-hal itu.

 

Ketiga, Taat

Orang yang sukses biasanya adalah orang yang taat, ya taat pada apa yang diyakininya benar, taat pada Allah, agama, azas, peraturan dan lain sebagainya. Orang yang taat pada apa yang diyakininya tak mudah terombang-ambing pada situasi dan kondisi yang menyulitkan atau tak mudah terpengaruh dengan apapun yang datang dari luar. Sifat taat yang dimilikinya menjadi baromater bagai sesuatu yang datang dari luar dirinya, ia akan menyelekasi secara otomatis, ini benar, yang itu salah atau yang ini salah,  yang itu benar.

Taat adalah suatu prinsip yang tegar, ibarat karang di lautan lepas, yang tahan terhadap hempasan gelombang laut yang besar, karang tetap tegak dan kokoh berdiri, itulah taat.

 

Keempat, Aman

Yang satu tak main-main, orang yang sukses biasanya adalah orang dirinya tak dijauhi orang, karena orang ini dirasakan aman, orang ini aman bagi  orang lain, karena dirinya tak akan menyakiti orang lain, baik dalam perkataan ataupun perbuatan. Semua orang aman atau selamat berada di sisinya, orang ini ibarat malaikat yang amat baik dan selalu berbuat kebaikan bagi sesamanya, hingga orang lainpun aman dari segala gangguannya, dengan demikian orang lainpun akan dengan sangat sukarela membantu dirinya menuju kesuksesan. Sifat bantuan pun unik, terkadang datang tiba-tiba tanpa diminta, itu karena kebaikan yang telah ditanam sebelumnya, berupa rasa aman atau selamatnya orang lain dari segala gangguan dirinya. Orang yang yang punya kondisi aman ini, tak punya musuh. Semua orang adalah kawannya, karena yang ada pada dirinya dalam melihat orang lain hanya kebaikannya, bukan keburukannya. Jadi dia selalu melihat orang lain dari sisi positifnya, bukan yang negatifnya, maka amanlah dia.

Bila PETA sudah di tangan, seperti Anda ketika sedang melakukan perjalanan jauh dan itu bukan tempat yang Anda kenal, maka PETA dalah pegangan yang utama, maka bawalah PETA ke mana-mana, terutama saat melakukan perjalanan jauh yang belum dikenal. Begitu juga dalam kehidupan ini PETA di atas bisa dijadikan pedoman dalam melangkah menuju sukses.

Nah untuk melengkapi pegangan Anda tesebut, maka Anda juga mesti memiliki KOMPAS. Berikut penjelasan singkatnya.

 

Pertama, Kreatif

Sikap ini  biasanya dimiliki orang yang sukses dan orang yang kreatif melahirkan keterampilan. Orang yang terampil akan lebih mudah menuju kesuksesan, karena orang yang terampil akan didorong oleh  kreatifitasnya yang tinggi, bahkan seringkali melahirkan sesuatu yang terkadang dipikirkanpun tidak oleh orang lain.

Orang yang kreatif ada saja yang dikerjakan, ada saja sesuatu yang baru yang dia hasilkan. Dengan demikian biasanya orang kreatif selalu mempunyai inovasi yang tinggi, sesederhana apapun yang dibuatnya, pasti ada sesuatu yang baru darinya. Walau mungkin bahan dasarnya adalah yang itu-itu juga, tapi karena daya kreasinya tinggi, bahan bakunya satu, tapi barang jadinya bisa puluhan, ratusan bahkan ribuan. Contoh sederhana, kertas yang dibuang atau sudah dianggap sampah pun bisa dikelolahnya jadi hiasan.

 

Kedua, Otak

Yang satu ini tak terlepas dengan kecerdasan di atas, kalau kata orang otaknya tak pernah berhenti berpikir, bahkan dalam tidurpun ia masih berpikir, yang melahirkan mimpi-mimpi. Iya benar, yang  istirahat dalam tidurnya adalah fisiknya, badannya, tapi otak atau rohnya tetap jaga atau terbangun.  Otaknya terus bergerak dan berpikir. Ya apa saja dipikirkan, baginya lebih baik mikir ribuan kali baru bertindak satu kali, dari pada bertindak ribuan kali baru mikir satu kali. Anda bisa bayangkan akibatnya, orang yang bertindak baru mikir biasanya hasilnya kekacauan, namun orang yang mikir dulu baru bertindak biasanya melahirkan kententraman.

Ketiga, Mau

Ini sebenarnya kata sederhana, tapi banyak sekali orang yang tak mau memahaminya. Sampai-sampai diajak ke syurga pun tak mau. Loh memang ada orang yang tak mau diajak ke syurga? Banyak! Emang sahabat dahsyat tidak tahu? Lihat saja para pelaku maksiat, pemabuk, penjudi, pezinah, koruptor dan lain sebagainya, mereka adalah orang-orang yang tak mau diajak ke jalan kebaikan. Loh mereka sukes? Iya, sukses yang semu alias palsu.  Contoh sederhana saja, koruptor itu bisa kaya raya harta dengan hasil korupsinya, tapi dia hina dan hidupnya tak aman dan tak nyaman, selalu ketakutan, apalagi kalau hasil korupsinya diketahui KPK, wah tambah stress dia.

Jadi, “mau” pun perlu perjuangan, mau untuk berbuat baik juga perlu kesungguhan, mau sukses ya butuh perjuangan yang terkadang dibarengi oleh keringat, air mata, bahkan darah. Itu menunjukan bahwa kesuksesan yang hakiki butuh perjuangan, butuh kemauan yang tinggi.

 

Keempat, Pantang menyerah

Ini sebuah tekad yang kuat dari orang yang ingin sukses, karena apapun yang ia kerjakan bisa saja menemui hambatan, rintangan, cobaan atau ujian,  bahkan kegagalan. Ya,  tak ada orang yang sukses yang sejak awal mulus, seperti jalan tol yang tak ada hambatan, bahkan yang sering ditemukan adalah kegagalan.

“Orang sukses adalah orang yang berhasil bangkit dari kegagalannya, ia akan terus mengalami kondisi jatuh bangun, ia jatuh bangun lagi, jatuh lagi ia bangun lagi, bila jatuh lagi, ya ia bangun lagi.”

(Syamsudin Kadir)

Jadi, orang sukses benar-benar pantang menyerah terhadap keadaan atau apa yang diperolehnya. Baginya, kegagalan adalah jalan lain menuju kesuksesan yang berbeda bentuk. Ia adalah “kawah candradimuka” yang mesti dilalui. Ia ceburkan dirinya ke kawah itu dengan ketegaran yang luar biasa, tak ada kata menyerah dalam kamusnya, tak ada kata yang mustahil dalam pikirannya, tak ada kata pesimis dalam hidupnya, ia akan terus maju, pantang menyerah dan tidak mundur. Tidak, baginya hanya satu jalan,  maju terus ke medan perjuangan.

 

Kelima, Antisipasi

Ibarat perang, orang sukses telah mempunyai berbagai macam taktik dan strategi, bukan satu alternatif, bila jalan A tak berhasil, sudah disediakan jalan B, bila jalan B gagal ia siapkan jalan C, begitu seterusnya. Ada antisipasi dalam hidupnya, bila ini tidak, mungkin yang itu bisa, bila yang itu tak bisa, mungkin yang di sana bisa, ya ada saja jalan alternatif yang ia pikirkan, karena ia yakin banyak jalan menuju kesuksesan. Antisispasi itu perlu, karena terkadang dalam hidup ada faktor X yang tak diketahui oleh manusia atau di luar jangkauan manusia, jadi ada saja suatu kejadian yang di luar perhitungan manusia. Makanya ia selalu siap kecewa, dengan demikian ia siap mengantisipasinya dengan alternatif atau pilihan yang lainnya.

Keenam, Sabar

Loh apa hubungannya sabar dengan sukses dalam kehidupan? Aha itu dia pertanyaan bagus. Tumben sahabat hebat nih! He he he. Ya faktanya, ternyata kesabaran itu penting untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Sabar mungkin mudah diucapkan, namun pelaksanaanya perlu ujicoba. Anda bisa bayangkan betapa banyak orang yang mencari jalan pintas untuk sukses, itu artinya mereka tak sabar, semuanya ingin segara, secepatnya, saat itu juga. Maka sampai ada yang berkata, sabar itu ada batasnya! Kesabaran itu perlu dan penting, karena tanpa kesabaran, biasanya kesuksesan bukan makin mendekat, tapi makin menjauh, bahkan bisa saja menghilang.

Sabar bukan berarti menerima begitu saja apa yang ada, tapi sebuah sikap optimis, sebuah harapan bahwa ada kesuksesan di ujung sana, makanya dia terus saja berkarya, bekerja, berusaha atau ikhtiar. Apapun kata orang, dia tetap sabar menjalaninya, sampai kesuksesan diraihnya.

Semoga dengan bekal PETA dan KOMPAS kesuksesan Anda dapat diraih, setelah itu bersyukurlah, alhamdulillah! Segala puji bagi-Nya yang telah memberikan kesuksesan, tanpa izin-Nya konsep PETA dan KOMPAS tak akan berjalan. Demikian, semoga Anda selalu sukses dalam menjalani  hidup dan kehidupan ini dari dunia sampai ke ujung perjalanan di sana. Selamat menggunakan PETA dan KOMPAS terbaik Anda! [Syamsudin Kadir, Penulis dan Editor lepas/Direktur Penerbit Mitra Pemuda–085 220 910 532. Jakarta, 24-9-2013]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s