Mitra Pemuda, Mitra Kaum Muda Sukses

Logo mitra pemudaMENJADI orang sukses adalah impian semua orang, tak terkecuali anak muda, ya seluruh kaum muda. Bagaimana pun, kaum muda adalah aset terbesar bangsa ini. Karena itu, kaum muda mesti mampu membangun kesuksesan atas dirinya. Demikian salah satu kutipan penyampaian Direktur Mitra Pemuda, Syamsudin Kadir, ketika didaulat menjadi pembicara dalam salah satu forum diskusi yang mengambil tema “Menjadi Kaum Muda Sukses” di salah satu tempat keramaian di pusat kota Cirebon-Jawa Barat (Juma’at, 30/08/2013)

Melalui kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian program “Menulis Minimal Satu Buku Seumur Hidup” yang diadakan oleh satu-satunya penerbit buku di Cirebon tersebut, ayah anak satu yang sering disapa Kang Kadir ini menyampaikan akan pentingnya semangat kaum muda bangsa ini dalam membangun jiwa pejuang sebagai generasi masa depan bangsa. Tidak saja semangat muda, kaum muda juga diharapkan memiliki karya nyata yang bisa dinikmati seluruh elemen bangsa.   

“Indonesia sangat mumpuni untuk menjadi lokomotif kebangkitan dunia ke depan. Asal kaum muda mau mengambil bagian. Bukan zamannya lagi kaum muda berdiam diri, sebab kaum muda mesti bergerak. Ini era dimana kaum muda mesti menjadi orang sukses sejak dini. Di antara strateginya adalah dengan menulis buku. Tidak perlu menanti disebut penulis, itu tak penting. Yang terpenting adalah menulis buku. Menjadi penulis tak mesti menjadi penulis, profesi apa saja sebetulnya bisa menulis buku. Tak sedikit TKI, pengamen, guru, dosen bahkan pedagang kaki lima dan tukang becak yang menulis buku.” jelas Direktur Penerbit Mitra Pemuda yang berkantor di Karya Mulya, Kesambi, Kota Cirebon-Jawa Barat ini.

Di depan peserta acara pekanan yang dihadiri oleh berbagai kalangan seperti mahasiswa, pemuda, pengamen jalanan dan penulis se-Cirebon tersebut penulis buku The Power of Motivation dan Spirit To Your Success ini menjelaskan betapa sukses bukanlah monopoli orang tua. Kaum muda punya peluang besar. Tidak saja karena faktor waktu, kesempatan dan peluang, bahkan juga karena memang kaum muda dalam sejarahnya selalu mendapatkan jatah sebagai pemenang, sebagai lokomotif kesuksesan.

Syamsudin Kadir-Direktur Penerbit Mitra Pemuda“Kesuksesan bukanlah monopoli kaum tua, ia merupakan hak semua orang teruatama kaum muda, termasuk juga tukang becak, TKI dan lain-lain. Dalam sejarah dikisahkan bagaimana kaum muda mengambil tongkat menjadi pemimpin perubahan. Kaum muda berhasil menjadi inspirator berbagai kesuksesan, baik dalam kepemimpinan, bisnis maupun peperangan. Karena itu, takdir masa lalu tersebut bisa juga diabadikan hingga nanti oleh kaum muda sekarang. Sekali lagi, salah satunya dengan menulis buku, minimal satu buku seumur hidup. Saya sendiri sempat menjadi pengamen di jalanan. Bukan untuk meminta uang, tapi untuk menjiwai sebuah karya. Betapa siapapun orangnya ternyata masih memiliki banyak kesempatan dan memiliki potensi yang terpendam. Letupkan ia dengan bergulat secara langsung dengan realitas kehidupan.” terang laki-laki yang suka membaca buku ini.

Bahkan menurut motivator yang merupakan suami Mba Uum Heroyati (Pengajar di SDIT Sabilul Huda Cirebon-Jawa Barat) dan ayah dari Azka Syakira (25 bulan) ini, dengan kaum muda memilih jalan sukses, maka bangsa ini akan menjadi bangsa besar, termasuk Cirebon. Kalau saja kaum muda di Cirebon ini tergugah hatinya untuk memilih jalan sukses, termasuk menulis buku, maka Cirebon akan menjadi salah satu kota lokomotif kebangkitan Indonesia sebagai bangsa besar yang maju.

“Kalau saja kaum muda mengambil jalan sukses, maka Cirebon ini, bahkan bangsa ini akan menjadi bangsa besar yang siap menjadi pemimpin negara-negara di dunia. Menulis yang merupakan aktivitas yang bisa dilakukan oleh siapapun ini dapat menjadi pilihan. Tak perlu pusing, cukup menulis tentang apa saja terlintas dalam pikiran. Inya Allah nanti akan menemukan hasil terbaik. Selain menghasilkan karya tulis (buku), yang lebih penting dari itu adalah kaum muda mampu mengapresisasi dirinya, pikirannya dan masa depannya dengan karya nyata. Saya sudah melakukannya dan hasilnya pun cukup membanggakan, insya Allah.” papar aktivis muda yang sempat menjadi Presiden Mahasiswa (Bidang Internal) BEM UIN Sunan Gunung Djati Bandung periode 2006 ini.

Tak cukup di situ, dengan gaya khasnya, Pengusaha Muda sekaligus Editor lepas ini mengajak seluruh elemen bangsa ini terutama di Cirebon-Jawa Barat agar membuang semua energi negatif yang ada dalam dirinya berupa malas, iri, dengki, cenci, dendam, dongkol, sumpah serapah dan ketidakjujuran. Baginya, bangsa ini, termasuk Cirebon, mesti diisi oleh energi positif berupa sikap-sikap maju seperti optimisme, saling mendukung, kerja sama, slaing membantu, tolong menolong, saling memotivasi, menyemangati dan saling memajukan juga kejujuran.

“Ini era dimana seluruh elemen bangsa, termasuk kaum muda di Cirebon, untuk banyak menabung energi positif dan membuang jauh energi negatif. Miliki sikap optimisme, berpikir baik, saling memotivasi, tolong menolong dan berjiwa pejuang. Itulah yang membuat bangsa ini bangkit dan maju. Kaum muda bisa memulainya. Dan tentu saja itulah yang menyebabkan Mitra Pemuda hadir di atas bumi pertiwi ini, juga di Cirebon-Jawa Barat ini, menjadi mitra bagi pemuda, mitra bagi orang-orang yang ingin menjadi sukses dalam berbagai bidang, termasuk dalam bidang kepenulisan.”

Mengakhiri pemaparannya, penulis yang sudah malang melintang ke berbagai kampus dan kota di seluruh Indonesia ini menjelaskan bahwa program “Menulis Minimal Satu Buku Seumur Hidup” ini adalah salah satu upaya nyata dari satu-satunya penerbit buku di Cirebon-Jawa Barat ini dalam membangun Cirebon dan Jawa Barat, termasuk Indonesia.

 “Program ini memang bukan sesuatu yang baru. Namun dalam konteks Cirebon bahkan beberapa kota di Indonesia, ini merupakan hal terbaru. Walau begitu, efek program ini akan terus menambah jumah kaum muda sukses negeri ini, terutama dalam kepenulisan. Karena itu tema diskusi kali ini memilih tema seputar kesuksesan kaum muda. Dengan demikian, Mitra Pemuda telah melakukan perannya dan akan terus melakukan terobosan positif dalam membangun Cirebon juga bangsa ini. Mudah-mudahan Bapak Presiden RI, Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Cirebon serta semua elemen bangsa mengambil andil dan mendukung secara penuh gerakan kreatif ini. Selamat melanjutkan diskusi!”, lanjutnya menutup pembicaraan. [Uum Heroyati, Redaksi Mitra Pemuda—Cirebon, Ahad 1 September 2013]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s