Anda Dilahirkan Untuk Menang

pemenang-selalu-uletDI SUATU HARI, di sebuah rumah yang sederhana terlihat seorang anak TK sedang menangis di depan ibunya yang sedang duduk di sofa, “Bu, kenapa tadi aku kalah dalam lomba lari?, padahal aku ingin sekali menjadi juara, jadi juara dan membawa pulang piala buat ibu…”

Tiba-tiba anaknya yang masih SD datang dengan muka cemberut, melihat putranya kelihatan sedih, sang ibu bertanya, “Kenapa muka kamu dilipat seperti itu? Ada apa nak?”

Dengan perasaan kesal sang anak menjawab, “Tadi di sekolah aku dihukum berdiri di depan kelas oleh pak guru karena nilai ulangan Matematikaku terendah di kelas, aku malu bu, malu…!”.

Tak lama berselang, datang lagi anak perempuannya yang masih SMP, masuk sambil membanting pintu…brakk! “Hei, kenapa kamu? Datang-datang marah, mbok ya sopan dikit, kasih contoh yang baik pada adik-adikmu…”.

“Aku gagal ikut olimpiade Fisika Bu, kandas sudah impianku, sekarang aku nggak mau belajar lagi!”, jawab si anak.

Suasana sejenak tegang, tiba-tiba datang anak sulungnya yang baru lulus SMA tak kalah murung dan langsung membantingkan badan di sofa, semua mata memandang penuh tanda tanya. Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, sang anak berucap, “Aku gagal diterima kuliah di universitas, aku tak tahu harus bagaimana lagi… Maafbu, aku gagal…”

Kini suasana benar-benar menjadi hening, anak-anak terlihat sedih dengan pikirannya masing-masing. Terlihat sang ibu mengernyitkan dahi, berusaha berpikir keras. Tak lama kemudian terdengar suara sang ibu memecah kesunyian, Anak-anakku, kalian jangan besedih. Kegagalan kalian hari ini, bukan berarti kalian akan gagal esok, lusa atau selamanya. Jadikan kegagalanmu hari ini sebagai pemacu semangatmu meraih sukses esok hari. Kegagalan adalah rangkaian proses meraih sukses. Kalian jangan bersikap seperti pecundang yang meratapi setiap kegagalan. Percayalah, kalian dilahirkan bukan jadi pecundang, kalian dilahirkan untuk menang. Sekarang bangkitlah, ambillah air wudlu lalu sholatlah. Waktu Dhuhur sudah tiba.

Kemudian anak-anakpun bangkit bergegas mematuhi perintah sang ibu, hati mereka kini agak tenang.

Ya, benarlah kata sang ibu, sebagaimana anak-anak sang ibu, memang Anda dilahirkan untuk menang. Sejak adanya Anda, Anda memang sudah jadi pemenang. Dulu, sewaktu Anda masih berupa benih manusia, bukan kah Anda berjuang mati-matian bersaing melawan jutaan sel sperma yang lain untuk mencapai sel telur ibu Anda? Lalu Anda-lah pemenangnya sehingga lahirlah Anda ke dunia ini. Betapa dulu Anda telah mengalahkan begitu banyak pesaing, bukan kah sesungguhnya ini pertanda Anda sangat hebat?  Kenapa sekarang Anda tidak sehebat pada awalnya? Hayo semangat, karena Anda luar biasa!

Demikianlah sahabat dahsyat! Seharusnya hal itu mengilhami Anda agar menjadi lebih hebat lagi dari diri Anda yang ada sekarang ini. Sekarang, dengan berlalunya waktu, Anda menjadi selalu teringat dengan awal penciptaan diri Anda, mengingat kembali awal kesuksesan spektakuler atau kemenangan yang dulu pernah Anda raih. Jangan sampai hanya karena menghadapi kegagalan kecil saja Anda mudah berubah menjadi seorang pengecut yang bermuram durja, bahkan tidak segan lari dari rintangan dan masalah yang menghadang. Jangan sampai saat sesuatu hal berjalan tidak sesuai dengan yang Anda inginkan, Anda menjadi patah semangat, pesimis, dan berpikiran negatif.

Ingat selalu kata orang bijak, Jaga pikiran Anda, mereka menjadi kata-kata Anda. Jaga kata-kata Anda, mereka menjadi tindakan Anda. Jaga tindakan Anda, mereka menjadi kebiasaan Anda. Jaga kebiasaan Anda, mereka menjadi sifat Anda.

 

“Kelayakan Anda sebagai pemenang sudah hadir sejak Anda dalam kandungan Ibu Anda. Maka berbahagialah atas kelayakan ini. Hanya dengan begitulah, apa yang sudah Anda peroleh sejak awal bisa berlanjut hingga kelak di saat Anda meraih semua yang Anda inginkan.”

(Syamsudin Kadir)

 

Sahabat dahsyat! Jika sudah menjadi sifat Anda untuk menjaga pikiran, kata-kata, tindakan, dan kebiasaan Anda, Anda akan dapat dengan mudah menyingkirkan pikiran negatif Anda saat hal itu timbul mengiringi kegagalan. Pola pikir negatif adalah hasil dari emosi yang kacau, tanpa mempertimbangkan akal sehat. Jika Anda telah menyadari hal itu, Anda bisa memastikan yang baik untuk diri Anda dan kesuksesan pun akan semakin dekat dengan Anda.

Hellen Keller, seoarang yang buta, tuli, dan gagu, tapi bisa lulus dari Harvard University dan telah mengilhami jutaan orang berkata, Tidak ada seorang pesimis pun yang pernah menemukan rahasia bintang-bintang, atau berlayar ke tanah yang belum tercantum di peta, atau membuka sebuah pintu baru bagi jiwa manusia.

Percayalah sahabat dahsyat! Anda dilahirkan bukan untuk jadi seorang pesimis dan bukan untuk jadi seorang pecundang, Anda dilahirkan untuk menang, menjadi sang pemenang. Selamat meraih kemenangan Anda yang luar biasa! [Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur Penerbit Mitra Pemuda Cirebon-Jawa Barat, Motivator, Penulis dan Editor lepas. Cirebon, 28 Agustus 2013]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s