Melawan Malas

semangatJUDULNYA asyik kan? Kudu bilang iya yah, biar bacaan ini punya dukungan. (He he he kaya Pemilu aja nih). Lagian kalau Anda tak bilang iya, entar saya nangis deh. Iya, mungkin di hari-hari sebelumnya Anda mencari tulisan bagaimana cara melawan malas. Karena belum menemukan tulisan seputar tema tersebut, Anda pun menjadi malas. Waduh waduh, jadi malas deh.

Terus? Ya terusin aja sendiri. Saya kan hanya iseng aja nulis kaya begini. Tapi oke, karena Anda minta penjelasan saya, saya pun terprovokasi untuk melakukan demonstrasi, lebih tepatnya aksi pena menulis seputar melawan malas. Mumpung tak tergoda rasa malas. Lagian akhir-akhir ini saya semakin bahagia menjadi PeRasa (Penembak Rasa Malas). He he he. 

Sahabat malas! Eh maksudnya, sahabat sukses! Siapapun pasti pernah bersua dengan makhluk yang namanya malas. Iya kan?

Makhluk? Emang malas itu manusia, binatang, malaikat, tanah, langit, bumi, air atau bebatuan sih?

Yeh ngeyel! Lanjut ah, keburu dikejar rasa malas tuh.

Malas adalah musuh manusia produktif. Ia biasa datang begitu saja tak diundang—walau ada juga yang diundang. Contohnya, Anda memiliki niat untuk membuat tulisan sederhana berjudul Melawan Malas, Anda pun menghadap laptop Anda. Eh tiba-tiba rasa enggan itu muncul. Entah mengapa, Anda yang tadinya sudah siap menulis, sekarang menjadi malas menulis.

Penjelasan saya nyambung kagak ya?

Lanjut aja ah, biar yang baca tidak tertawa dan tak jadi senyum. He he he, hu hu hu …

Oke, saya lanjutin nih. Seorang teman pernah bilang begini, “alamilah rasa malas agar Anda bisa menikmati rasa rajin.”

Hm hm hm. Jadi, malas juga ada manfaatnya ya? Kok bisa?

Ah jawab aja sendiri. Saya mau nulis yang lain aja.

Nah, terus apa?

Ya, betapa tragisnya Anda yang sudah mendapatkan anugerah kemampuan membaca dan menulis huruf-huruf namun hingga kini masih belum punya karya tulis. Belum punya buku, cerpen atau novel yang diterbitkan. Ini bukan soal bakat tapi soal tekad juga niat. Sederhananya, Anda punya kemauan yang kuat atau tidak? Tidak memiliki kemauan adalah ciri orang malas. Jadi, saya tak perlu mendefinisikan apa itu malas, sebab Anda adalah pelaku utama aktivitas malas. Silahkan definisikan sendiri.

Lho kalau malas itu aktivitas, mengapa dianggap malas? Kan itu juga aktivitas? Bukan kah setiap waktu mesti diisi aktivitas?

Walah, bela diri lagi. Emang Anda jago silat bela diri? Awas ya, mau pakai pengacara atau apapun, mau bela diri atau apapun namanya, Anda tetap saja saya kejar dan tampar! Sekalian biar kesakitan tuh. Apalagi kalau Anda sudah terjangkit virus malas.

Terus?

Ini agak maksa nih. Coba dengarin kata-kata saya. Anda adalah makhluk unik yang tercipta dengan berbagai potensi unggul Anda. Anda menyadari kan? Anda diciptakan dengan bentuk yang berbeda dengan hewan ternak. Iya kan? Anda pun bisa membaca dan menulis huruf-huruf abjad. Era ini pun kaya akan berbagai informasi dan sumber pengetahuan. Buku, artikel, ceramah motivasi dan semacamnya dapat Anda temukan di mana-mana. Ada di website, blog, facebook dan semacamnya. Semuanya gratis. Nah, jika kemampuan dan peluang tersebut tidak Anda manfaatkan, maka Anda adalah makhluk malas. Paham! Masih mau membuat alasan?

Sekarang, Anda tentu butuh tips atau langkah-langkah agar Anda tak malas-malas. Intinya, Anda perlu senjata atau peluru untuk melawan atau menembak rasa malas. Iya kan? Jika ya (atau tidak, itu urusan Anda), berikut adalah senjata ampuh yang dapat Anda gunakan untuk melawan alias menembak rasa malas Anda. Awas, ini peluru tajam, setajam silet! He he he.

  1. Berdo’alah kepada Sang Kuasa agar Anda dijauhkan dari rasa malas dan menyia-nyiakan waktu juga kufur nikmat umur
  2. Miliki tekad yang kuat dan niat yang tulus untuk selalu menjadi makhluk yang bermanfaat dalam kehidupan Anda
  3. Pastikan setiap waktu terisi aktivitas yang terjadwal atau terencana dengan baik sebagai wujud nyata bahwa Anda manusia berakal sehat
  4. Miliki catatan harian atau buku impian (dream book) sebagai juru dokumentasi semua aktivitas Anda
  5. Katakan pada diri bahwa malas adalah kerja sekaligus sifat syetan yang dimurkai Sang Kuasa yang perlu dijauhi
  6. Katakan pada diri dengan pernyataan ini: Saya adalah musuh syetan yang siap sedia menjauhi godaan dan sifatnya seperti malas menulis
  7. Bangunlah tradisi baca-tulis agar Anda memiliki stok modal sebagai penembak rasa malas
  8. Tertawa dan tersenyumlah karena membaca tulisan ini, sebab jika Anda tidak tertawa dan enggan tersenyum, maka Anda saya anggap makhluk malas
  9. Silahkan tambahkan sendiri sesuai IQ dan selera Anda, karena saya sedang melawan rasa malas di tempat lain
  10. Rasa malas sudah mati tuh he he he

Ah begitu aja dulu, kalau banyak-banyak nanti kepenuhan deh. Nyambung tidak nyambung ya itu urusan Anda. Ya tergantung IQ Anda juga sih. Yang pasti, saatnya bagi Anda untuk melawan rasa malas Anda. Waspadalah, rasa malas akan datang bukan saja karena ada niat tapi juga karena ada kesempatan! Maka perbaiki niat Anda dalam menjalani kehidupan ini, lalu pastikan setiap detik waktu Anda bermanfaat alias terisi oleh aktivitas-aktivitas yang bermanfaat bagi diri, lingkungan juga orang-orang yang Anda cinta. Akhirnya, mari melawan malas! [Oleh: Syamsudin Kadir—Direktur Penerbit Mitra Pemuda Cirebon-Jawa Barat, Motivator, Penulis dan Editor lepas. Cirebon, 26 Agustus 2013] 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s