Belajar Sukses

22BEBERAPA waktu lalu saya bersama istri merapihkan beberapa buku yang ada di ruang tamu rumah dan seisi rumah lainnya. Di sela-sela itu saya menyempatkan untuk membaca beberapa tulisan di catatan harian saya, tepatnya di kertas buram yang saya ambil dalam tas kecil yang biasa saya bawa ketika keluar kota untuk mengisi acara seperti seminar, workshop, bedah buku, pelatihan dan semacamnya. Tanpa diduga, ternyata dalam tas tersebut terdapat tulisan yang cukup inspiratif. Tulisan tersebut tak tersusun rapih alias hanya berupa coretan acak-acakan saya ketika mengisi acara motivation training di salah satu kampus di Cirebon-Jawa Barat.

Tak berselang beberapa menit kemudian, saya membuka laptop untuk mendengar lagu motivasi yang biasa saya dengar ketika memulai berbagai aktivitas, termasuk  ketika menulis artikel, makalah dan beberapa naskah buku. Sebagaimana sebelumnya, saya tak menduga ternyata dalam satu file terdapat rekaman saya ketika mengisi acara yang sama. Ya, di salah satu file terdapat rekaman ketika saya mengisi motivation training di salah satu kampus di Cirebon-Jawa Barat seperti yang saya singgung sebelumnya.

Berikut adalah elaborasi saya atas catatan berserakan dan rekaman yang saya maksud. Harapannya, Anda berkenan membaca dan mengambil manfaat!

**

Sahabat dahsyat! Saya sangat bangga bisa bersua dan menjadi instruktur pada pelatihan ini. Saya sebetulnya bukan hadir menjadi pemateri, tapi sebagai pembelajar. Dalam pengertian bahwa saya dan Anda sama-sama belajar. Bagaimana pun belajar bukanlah tugas sepihak, tapi tugas semua orang. Termasuk saya dan Anda semua.

  • Sahabat dahsyat! Kehidupan ini adalah proses belajar yang tak pernah selesai. Belajar menjadi orang sukses juga begitu. Ia adalah suatu proses belajar yang tak pernah selesai. Bahkan silih bergantinya sukses dan gagal adalah ruang atau sarana belajar yang sangat terbuka bagi semua orang. Karena itu, belajar menjadi fitrah semua orang.

Nah, karena semuanya memiliki fitrah untuk belajar, termasuk belajar untuk sukses dan sukses dalam belajar, maka satu hal yang mesti Anda pahami adalah bagaimana cara atau strategi agar mempermudah proses belajar yang Anda lalui tersebut. Saya tak mau memperlebar pembahasan, saya langsung ke poin intinya saja. Semoga Anda semua mendapat hikmah dari penjelasan saya.

Saya punya teman, sebut saja namanya Al-Fatih (nama samaran). Suatu ketika ia datang silaturahim ke rumah saya. Di sela-sela pembicaraan, Al-Fatih bercerita mengenai kisah suksesnya. Dengan sedikit elaborasi, ketika itu Al-Fatih mengatakan, “Saya sudah melakukannya dan berhasil. Kebetulan teknik ini saya lakukan dalam kuliah S1. Ketika itu saya melakukan (Nonton, Ngamati, Ndandani atau Melihat, Memahami, Memperbaiki atau Inovasi) atau yang lebih sering saya namai dengan 3 NM.”

Sahabat dahsyat! Itu pengalaman sederhana, namun faktual. Untuk bidang yang lain misalnya bisnis, keluarga, paska sarjana, atau yang lain saya dan Anda perlu melakukan 3 NM (Nonton, Ngamati, Ndandani atau Melihat, Memahami, Memperbaiki atau Inovasi) sebagaimana Al-Fatih.

Jika dielaborasi dari beberapa pengalaman, termasuk pengalaman Al-Fatih, berikut adalah cara mudah sukses belajar yang perlu Anda pahami dan miliki.

Pertama, harus punya orientasi jangka pendek dan jangka panjang yang jelas. Saya dulu, kata Al-Fatih, memiliki orientasi jangka panjang: harus lulus kuliah 4 tahun, yaitu tahun 2006 dengan IP cumlaude 3,8. Orientasi jangka pendeknya adalah per-semesternya saya harus mengambil minimal 20 sks, karena total sks selama 4 tahun adalah 151 sks.

Mengambil pesan pengalaman Al-Fatih, saya bisa katakan bahwa Al-Fatih sebetulnya sedang mengingatkan Anda untuk menyadari bahwa tekad untuk sukses itu penting bahkan lebih penting dari jenis kesuksesan yang didapatkan kelak. Mengapa? Karena kalau Anda sudah memiliki tekad sukses, maka jika tak punya tekad Anda akan masuk dalam ruang kegagalan. Atau dalam istilah Al-Fatih, Saya Harus. Mengutip ulang pernyataan Al-Fatih, “Saya katakan harus karena sukses adalah sebuah keharusan, kalau tidak saya akan masuk di kuadran gagal. Kalau tak punya orientasi maka saya gagal.”

Kedua, tulis. Hal penting yang juga mesti Anda miliki adalah tulisan yang berisi orientasi Anda. Anda mesti membuat orientasi tersebut secara tertulis, karena otak manusia cenderung lupa atau hilang karena kejadian-kejadian masa kini. Jadi, jika ingin sukses dalam belajar, termasuk dalam dunia usaha atau bisnis, maka Anda harus menulisnya. Silahkan miliki buku catatan harian atau apa yang dinamai oleh Rangga Umara, pemilik usaha Lele Lela, dengan Dream Book. Silahkan tulis orientasi Anda, apa saja. Bila perlu tulis dengan tulisan yang bagus, pakai tinta warna merah jambu. Iya, biar terasa cintanya. Ya cinta impian, cinta kesuksesan. Selain untuk mempermudah ketika Anda baca, juga untuk mempermudah sahabat atau orang-orang yang Anda cintai ketika ingin membaca catatan harian atau Dream Book Anda.

Atau boleh juga ditempel di tempat yang mudah dilihat. Misalnya di tempat belajar, kamar tidur, ruang tamu, ruang baca atau perpustakaan rumah, pintu kamar mandi, atau di mana saja yang memungkinkan Anda bisa melihatnya sesering mungkin di setiap harinya.

Ketiga, berorientasi. Ya, harus menentukan urutan orientasi misalnya belajar-kuliah paska sarjana atau doktoral, organisasi sosial, kerja perusahaan, menulis buku-novel, mengedit naskah buku-novel tokoh dan seterusnya. Apakah semuanya masuk dalam orientasi Anda? Silahkan mulai urutkan secara apik dan kerjakan mulai urutan pertama dan seterusnya berdasarkan perioritas waktu dan momentumnya. Atau mungkin orientasi jenis lain. Anda semua tentu memiliki orientasi masing-masing. Silahkan sesuaikan saja.

Keempat, afirmasi. Bayangkan nikmatnya dapat IP tinggi, lulus tepat waktu, dapat hadiah saat jadi lulusan terbaik di paska sarjana, banyak penggemar yang minta tanda tangan ketika buku atau novel Anda masuk kategori karya best seller, mendapatkan hasil usaha atau bisnis yang memuaskan. Bayangkan juga saat IP jatuh, Anda kecewa atau kesal, teman Anda mencibir, orang tua marah, istri atau suami sewot, susah melanjutkan kuliah ke tingkat lanjutan (paska sarjana atau doktoral), belajar menjadi semakin berat, lulus jadi tambah lama, impian yang ingin diraih menjadi tak ujung datang dan seterusnya. Bayangkan kenikmatan dan kesedihan itu secara seimbang. Pilih mana di antara semua yang Anda afirmasi.

Berdo’a juga salah satu bentuk afirmasi yang berulang-ulang. Yang penting saat Anda berdo’a harus jelas apa yang Anda minta. Misalnya minta lulus kuliah S1 4 tahun, cumlaude dengan IP 3,8. Jangan berdo’a dengan kata-kata minta lulus S1 karena tidak jelas, sebab otak Anda mungkin akan merespon lulus ya 10 tahun ke depan kan tidak apa-apa yang penting kan lulus. Afirmasi semacam itu sangat berbahaya. Lebih berbahaya dari singa yang menerkam. Kok bisa? Rasain aja sendiri. Saya kan cuma buat perbandingan saja, betapa berbahayanya afirmasi yang keliru.

Kelima, take action, kerjakan sekarang juga. Belajarlah dari pengalaman-pengalaman kemarin. Jujur saja, saya sendiri menyaksikan orang-orang sukses adalah orang yang mau bangkit sekali lagi saat mereka jatuh. Ingat, mereka bangkit sekali lagi! Belajarnya kapan? Ya sekarang. Kerjakan tugasnya kapan? Ya sekarang. Berangkat kuliahnya kapan? Ya sekarang. Mengerjakan langkah-langkah menggapainya kapan? Ya sekarang. Atau mau tahun depan? Itu namanya mengulang. Mengulang kemalasan itu adalah pintu terbuka bagi hadirnya kegagalan. Atau meminjam pernyataan seorang teman, menunda = death lebih parah daripada gagal.

Keenam, komitmen. Jadi begitu banyak orang yang ingin sukses, tetapi hanya sedikit yang sukses sebab merekalah yang berkomitmen. Sederhana saja, apapun kekurangan Anda, Anda akan capai. Saat Anda sudah berusaha dan berdo’a, hasilnya hanya menanti waktu. Bersabarlah dalam menanti hadirnya kesuksesan yang telah Anda impikan.

Ketujuh, evaluasi. Apa saja kekurangan dan kelebihan Anda? Kekurangan harus diperbaiki, kelebihan harus dipupuk. Contohnya, saya punya teman. Ia memiliki pola belajar visual. Jadi, saat ia menulis di buku, ia baca, ia bisa mengerti. Ada juga teman yang lain, ia termasuk yang memiliki pola belajar auditori. Jadi cukup mendengar, diulang dan mengerti. Atau ada juga yang practical. Jadi harus lewat praktik baru ia bisa mengerti. Termasuk juga waktu-waktu yang nyaman untuk belajar juga dipilih. Anda perlu menyediakan waktu khusus untuk merenung sekaligus mendalami impian-impian Anda. Begitu juga dalam bidang usaha atau bisnis yang Anda miliki.

Kedelapan, miliki mentor. Sederhana saja, kalau mau sukses belajarlah dari orang sukses. Coba renungi pesan pernyataan berikut: “Saya mau melanjutkan ke doktoral, maka mentor saya adalah seorang S3. Saya ingin cerdas dalam bisnis atau membangun usaha, maka saya mesti punya mentor top motivator dan berlangganan email. Saya pengen ke Malaysia, maka saya mesti punya mentor lulusan Malaysia. Di Jepang saya punya mentor senior dan PhD candidate dari Indonesia. Jadi, siapapun Anda, mari mencari mentor yang tepat.

Kesembilan, bersyukur. Apapun yang terjadi pada diri kita saat ini adalah tanggung jawab Anda, dan apapun hasilnya terimalah ia apa adanya dan dengan senang hati. Kalau mau yang lebih ya usahanya harus lebihkan juga. Kalau mau lebih tapi usaha kita biasa saja, do’a Anda biasa juga, sholat Anda asal-asalan, maka Anda termasuk kuadaran manusia yang sangat jelas, ya jelas ketidakjelasannya. Tentu saja Anda tidak mau menjadi orang yang biasa-biasa, sebab Anda punya alasan yang kuat menjadi orang yang luar biasa.

Titik penting dalam proses membangun usaha atau bisnis adalah pada kualitas syukur Anda. Apapun hasilnya, Anda mesti tetap bersyukur kepada Sang Maha Kuasa. Sebab dengan bersyukur dalam segala kondisi berarti Anda telah menghargai usaha Anda, bahkan Anda sudah termasuk bersedia menjadi orang yang bersyukur kepada Sang Pemilik kesuksesan. Bukan kah Sang Kuasa akan menambah nikmat-Nya untuk Anda jika Anda pandai bersyukur?

  • “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS.Ibrahim: 7)

**

Sahabat dahsyat! Pilihan tetap pada diri Anda masing-masing, menjadi orang sukses dalam belajar dan mampu menjadi pembelajar yang sukses, atau sebaliknya menjadi orang yang gagal dalam belajar, semuanya pilihan. Ketahuilah, pilihan Anda dan cara Anda memilih langkah hidup sangat menentukan kuadran Anda dalam kehidupan ini. Termasuk dalam dunia studi, dunia usaha-bisnis atau juga dalam dunia kepenulisan.

Di atas segalanya, semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi Anda semua dalam segala halnya, termasuk dalam belajar menjadi orang sukses. Percayalah bahwa sukses bisa diraih dengan belajar, dan belajar menjadi orang sukses adalah proses panjang, sebab kehidupan ini adalah proses belajar yang tak pernah selesai. [Syamsudin Kadir, penulis buku THE POWER OF MOTIVATION dan buku SPIRIT TO YOUR SUCCESS. Nomor HP.: 085 220 910 532]

Dielaborasikan kembali dari tulisan yang pernah dipublikaskan di:

https://www.facebook.com/groups/289649721180206/292278430917335/?ref=notif&notif_t=like#!/notes/syamsudin-kadir/belajar-sukses/554593707912033

One thought on “Belajar Sukses

  1. Assalamkm…
    Saya ingin sekali mempunyai seorang mentor atau kenalan dari seorang pengusaha succes. Namun kenalan seperti itu tdk ada. Bahkan saya ingin mempelajari awal usaha bisnis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s