Belajar, Belajar dan Belajar!

BelajarSAHABAT dahsyat! Bagaimana kabar Anda? Semoga Anda selalu ceria, dan tentu saja masih siap melanjutkan aktivitas Anda, termasuk untuk membaca penjelasan saya selanjutnya. Selebihnya, semoga Anda semakin yakin bahwa Anda termasuk manusia yang mendapatkan takdir kesuksesan!

Sebagai awalan, saya ingin bercerita. Dulu waktu masih kecil—tepatnya SD (1990-1996)—saya tinggal di satu kampung yang belum tersentuh listrik, aspal, mobil, air pam dan barang istimewa khas kota lainnya. Hingga kini kampung saya masih seperti itu, benar-benar sepi. Semoga ke depan saya bisa mengubahnya. Mohon do’anya!

Dalam kondisi yang “terbatas” demikian, orangtua saya sering menyampaikan beberapa ungkapan inspiratif yang sangat menggugah saya, bahkan selalu saya ingat hingga sekarang. Berikut adalah ungkapan yang saya maksud: “Kehidupan ini adalah perjalanan panjang yang butuh proses. Dalam proses itu, kita perlu modal dan belajar”, “Jika ingin mendapat hasil lebih, maka kita harus bekerja lebih dari standar biasanya kebanyakan orang”, “’Perubahan terjadi jika manusia terus melakukan proses pembelajaran yang terus menerus” dan beberapa ungkapan lain, yang tentu saja dalam bahasa daerah asli kampung saya.

Cerita terus berlanjut. Ketika di pesantren, tepatnya di Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat-NTB (1996-2002) saya mendapatkan afirmasi dari ustadz (guru) saya mengenai apa yang disampaikan oleh orangtua saya. Ketika itu seorang guru mengatakan bahwa kehidupan ini pada awalnya terjadi proses biologis, kemudian terlahir dalam keadaan telanjang. Terus menjadi bayi, anak kecil, remaja, dewasa dan tua. Dalam rentetan perjalanan tersebut siapa pun membutuhkan proses pembelajaran yang terus menerus. Sebab kehidupan selalu mengandung ujian. Mereka yang terus belajar sajalah yang mampu memberi jawaban terbaik dan benar. Mereka yang sungguh-sungguh saja yang dapat memperoleh hasil terbaik.

“Man jadda wajada, Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil”

(Ahmad Fuadi, dalam Negeri 5 Menara)

 

Sahabat dahsyat! Sudah menjadi pemakluman bahwa kita dilahirkan ke dunia dalam keadaan telanjang bulat, tanpa membawa apa-apa. Pertama kali kita hadir di dunia ini, kita hanya bisa menangis, dan disambut dengan senyum dan tawa bahagia orangtua dan keluarga yang menanti kehadiran kita. Kalau kita lahir langsung tertawa, mungkin ibu kita orang pertama yang akan jatuh pingsan. Hari demi hari berlalu, kita mulai bisa tengkurap, merangkak, berdiri, dan melalui perjuangan yang penuh dengan jatuh bangun, akhirnya kita bisa berjalan.

Pada awalnya kita tidak bisa apa-apa, namun karena kita belajar berjalan, kita menjadi bisa berjalan. Awalnya kita tidak bisa bicara, bisanya menangis jika kita lapar dan menginginkan sesuatu lainnya; dengan belajar bicara, kita sekarang jadi pandai bicara. Awalnya kita tidak bisa baca-tulis, lalu kita pergi ke sekolah dan belajar baca-tulis, sekarang kita sudah pandai baca-tulis. Jadi, pada mulanya kita tidak bisa, tapi dengan belajar sekarang kita menjadi bisa. Kata kuncinya adalah belajar.

Selanjutnya, setelah kita dewasa, kita pun berjuang pantang menyerah untuk meraih cita-cita kita. Ada yang berhasil meraih cita-cita yang diimpikannya dan ada juga yang tidak atau belum berhasil. Yang telah berhasil mewujudkan cita-cita atau impiannya biasanya disebut orang sukses. Paling tidak sukses menurut definisinya sendiri. Apalagi kalau hartanya melimpah ruah, pasti orang-orang di sekelilingnya menyebut dia itu “orang sukses”. Ya memang benar sih, paling tidak dia memang telah sukses secara materi walau makna kesuksesan yang sejati tidak melulu menyangkut materi. Kabar buruknya adalah hanya sedikit orang yang menikmati karunia sukses itu, atau dengan kata lain sebagian besar populasi kita masih belum berhasil (kalau enggan disebut gagal) meraih apa yang diimpikannya atau sebut saja dengan kata “sukses”.

“Sukses itu adalah perjalanan yang terus menerus dari satu proses ke proses yang lain. Hanya mereka yang tak berhenti belajar yang mampu menekuninya dengan baik”

(Kang Kadir)

 

Pertanyaannya, apakah kesuksesan bisa dipelajari? Jawabannya adalah ya, kesuksesan bisa dipelajari. Banyak para ahli dan peneliti yang sudah merumuskan filosofi-filosofi untuk meraih kesuksesan lewat penelitian yang panjang dari pengalaman orang-orang sukses di dunia. Banyak juga kita jumpai buku-buku motivasi dan rahasia sukses yang ditulis oleh para pakar dan para ahli di bidangnya.

Di antara filosofi kesuksesan itu antara lain menegaskan, jika ingin sukses kita harus :

  1. Memiliki tujuan hidup yang pasti,
  2. Membina kepribadian yang menarik,
  3. Membangun sikap mental positif,
  4. Mengendalikan pikiran dan semangat,
  5. Belajar dari kekalahan dan kegagalan, dan masih banyak lagi.

 

Banyak sekali rumusan dan hal positif yang mereka tuliskan untuk mencapai kesuksesan. Namun semua itu tidaklah mudah untuk dilakukan. Terutama kalau satu bagian dari diri kita belum terprogram untuk melakukan hal itu. Kita bisa saja melaksanakan petunjuk yang disebutkan dalam buku-buku rahasia meraih sukses tersebut tapi hal itu biasanya berjalan tidak lama dan kita kembali pada kebiasaan semula. Sekali lagi ini terjadi karena satu bagian yang amat menentukan dalam diri kita belum terprogram untuk hal itu.

Apakah bagian diri kita itu?

Bagian diri kita tersebut adalah pikiran kita. Lebih tepatnya pikiran bawah sadar kita. Karena pengaruh pikiran bawah sadar terhadap diri kita sembilan kali lebih kuat dari pikiran sadar. Ada sebuah buku yang sangat bagus yang menjelaskan rahasia ini, judulnya Manage Your Mind For Success karya Adi W. Gunawan. Intinya adalah kesuksesan dan kualitas hidup seseorang ternyata tergantung dari kualitas berpikirnya. Dan ternyata kualitas berpikir seseorang tidak mungkin positif dan bertambah baik tanpa belajar. Sebuah proses pembelajaranlah yang membuat kualitas berpikir seseorang semakin baik. Sebagaimana sebilah pisau yang sebenarnya tajam, bila tidak digunakan dan diasah maka lambat laun akan tumpul dan berkarat.

“Jika ingin menjadi pemenang, maka belajarlah dari kekalahan-kekalahan yang pernah dilalui oleh mereka yang kini menjadi pemenang.”

(Kang Kadir)

Sahabat dahsyat! Tidak ada orang jenius di dunia ini yang setelah mencapai suatu kesuksesan, kemudian berhenti belajar karena sudah merasa cukup. Mereka terus mempelajari hal-hal baru, keahlian baru, karena ilmu itu bagai samudera tak bertepi.

Kalau saja berhenti belajar, mungkin Franklin D. Roosevelt (1882-1945) yang mengidap polio dan lumpuh dari pinggang ke bawah pada usia 39 tahun tidak akan menjadi satu-satunya Presiden Amerika Serikat ke-32 yang dipilih empat kali berturut-turut.

Kalau saja berhenti belajar, mungkin Hasan al-Banna tidak akan berhasil mendirikan Ikhwanul Muslimin (IM), sebuah organisasi pergerakan Islam terbesar di dunia yang memiliki struktur yang solid dan memiliki jaringan luas di seluruh penjuru dunia sampai saat ini.

Begitu juga tokoh-tokoh berpengaruh lainnya, kalau saja mereka berhenti belajar, mungkin mereka tidak mampu menjadi sumber inspirasi dan menjadi terkenal karena karya dan pemikirannya seperti yang disaksikan oleh seluruh penghuni bumi hingga kini.

Kunci sukses sesungguhnya adalah ilmu, orang berilmu memperoleh ilmu dengan belajar. Bagi yang masih sekolah, belajar adalah makanan tiap hari. Bagi yang masih muda, belajar adalah kewajiban untuk bekal di hari tua. Bagi yang sudah tua, terus belajar akan membuatnya semakin arif dan bijaksana. Bagi yang sudah sukses, belajar adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas kesuksesannya. Dengan demikian, semua aktivitas, profesi atau apa pun itu, seseorang punya kesempatan untuk terus belajar di dalamnya. Tak berhenti belajar adalah kata kunci lain dari kesuksesan yang sesungguhnya. Merekalah yang menjadi pemenang.

“Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan.”

(Mario Teguh)

Dengan belajar, kita dapat mengetahui apa yang mesti kita lakukan dan bagaimana melakukan apa yang belum kita ketahui. Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru? Memungkinkan diri untuk melakukan sesuatu yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan. Jangan selalu menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin, kita akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin kita capai. Dengan belajar kita akan dapat mengetahui rahasia-rahasianya.

Jadi, jika kita menginginkan kesuksesan, tidak ada alasan bagi kita untuk berhenti belajar, kecuali maut sudah menjemput. Sehebat apa pun kita sekarang, masih banyak hal yang belum kita ketahui. Teknologi terus berkembang, politik dan ekonomi selalu berubah, ada undang-undang baru, strategi investasi baru, kawasan industri baru, peluang bisnis baru, keahlian baru, penemuan-penemuan baru, buku-buku baru, teori-teori, ide-ide dan lain sebagainya hasil inovasi yang tiada henti. Perubahan selalu terjadi, kalau kita tidak belajar mengikuti perkembangan zaman, kita akan menjadi seperti seorang kakek yang baru turun gunung dan mendapati dirinya terdampar di negeri yang asing, terkejut dengan pesatnya perubahan yang terjadi.

Jika diibaratkan konteks itu gelas dan isi ia dengan air, sebuah gelas yang kecil bila dituangi air terus-menerus pasti akan meluap. Maka diperlukan gelas yang lebih besar untuk menampung air yang lebih banyak. Konteksnya adalah kapasitas pikiran kita menyimpan informasi dan isinya ilmu dan pengetahuan yang kita cari. Dengan terus belajar, konteks kita akan meluas. Dengan isi-isi baru yang relevan, kita akan semakin pandai berlari mengejar kesuksesan. Ya, mewujudkan impian-impian kita.

Pikiran kita bekerja sesuai dengan pemahaman tentang apa-apa yang kita tahu. Jika di era informasi yang semakin canggih ini kita tidak tahu apa-apa, maka kesuksesan hanya akan menjadi seperti istana di seberang sungai, yang dapat kita lihat tapi tak dapat kita capai. Dengan belajar berarti kita sedang membuat perahu yang berlayar menyeberangi sungai menuju istana impian kita atau membangun jembatan yang menyeberangi sungai itu. Maka jangan berhenti belajar! [Syamsudin Kadir, Penulis buku Spirit To Your Success ‘Motivasi Dahsyat Meraih Sukses. No Hp: 081 804 621 609]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s