Fokuslah dengan Rencana Anda!

Fokus yuh ahPERNAHKAH Anda merasa pada saat bekerja jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 menjelang makan siang padahal Anda belum sempat menyelesaikan satu pekerjaan pun? Anda merasa sibuk tapi rasanya Anda tidak produktif?

`       Ada tiga hal yang harus disadari bahwa :

  1. Kesibukan tidak sama dengan produktif.
  2. Anda bisa saja menghabiskan sekian jam tanpa menghasilkan apa-apa.
  3. Artinya, Anda sebetulnya tidak produktif

Lalu, apa solusinya agar mampu menjadi orang yang produktif, dan mampu mengelola waktu yang tersedia secara produktif?

Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan atau perhitungkan dalam manajemen waktu sehingga kita bisa bekerja efektif, dan Anda pun produktif:

 

Pertama, Memiliki Rencana

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan ”If you fail to plan, you plan to fail”. Apabila gagal membuat rencana, maka itu berarti telah merencanakan kegagalan. Pernyataan ini sangat tepat, dan idealnya menjadi bahan renungan bagi siapapun yang ingin sukses dalam hidupnya.

Sederhananya, apabila Anda menjalani hari Anda tanpa ada gambaran apa yang harus Anda kerjakan dan bagaimana cara Anda mengerjakannya, maka Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu hanya untuk bertanya pada diri Anda: “Apa yang harus saya kerjakan sekarang?”. Bukankah itu pertanda kehidupan Anda sia-sia? Kalau hidup untuk makan, ya kucing juga begitu. Bahkan bisa jadi ada kucing yang memiliki rencana hidup, cita-cita dan orientasi kesuksesan. Anda tentu tidak mau kalah sama kucing. Iya kan?

Catat nih!

Rencana akan memberikan peta yang jelas tentang bagaimana dan apa yang Anda harus lakukan pada hari-hari Anda. Jangan malas membuat rencana sesederhana apapun itu. Alokasikan waktu untuk menyusunnya sehingga Anda bisa mengelompokkan aktivitas-aktivitas yang sesuai dan memberikan prioritas serta waktu pengerjaannya. Susunlah rencana di pagi hari atau sehari sebelumnya. Anda bisa mulai dari catatan kecil saja atau bahkan menyusunnya di kepala untuk sekadar memberikan sinyal kepada otak mengenai apa yang harus Anda selesaikan dalam satuan waktu tertentu, misalnya.

Gunakan strategi yang cerdas dalam menyusun rencana. Jangan asal jadi. Libatkan emosi, hati dan pikiran Anda. Kapan biasanya Anda merasa energi Anda tinggi, baik mental maupun fisik. Gunakan waktu dimana Anda merasa nyaman dan memiliki konsentrasi penuh untuk itu. Sebagian orang, terutama orang-orang sukses biasanya menggunakan waktu antara pukul 23.00 sampai 24.00 malam, saat dimana mereka sedang “on fire”. Di saat itu mereka manfaatkan untuk memulai atau menyelesaikan tugas-tugas dengan prioritas tinggi. Waktu yang tersisa biasanya mereka gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dengan prioritas lebih rendah.

Selebihnya, sebuah rencana tidak bersifat kaku dan selalu terbuka untuk adjustment kapanpun. Jangan lupa menyisihkan waktu untuk istirahat, agar apa yang sudah Anda rencanakan tidak membuat Anda tersiksa dan menderita. Pada prinsipnya, Anda melakukan manajemen diri untuk Anda sendiri, kebutuhan fisik dan rencana hidup atau kesuksesan Anda. Belajar mengelola waktu adalah latihan yang bagus untuk disiplin diri, melatih diri menggapai kesuksesan bahkan dalam memaknai kehidupan.

Saya punya seorang teman, namanya sebut saja Ilham. Dia adalah seorang dosen di salah satu Universitas bergensi di Kota Bandung-Jawa Barat. Selain mengajar, dia juga fokus pada usaha percetakan. Hal ini dia awali bersama seorang temannya sejak kuliah, tepatnya ketika dulu masih semester empat (4). Kini usahanya sudah mampu mempekerjakan beberapa karyawan, bahkan bisa menyantuni satu yayasan yatim piatu di kota asalnya. Beberapa temannya sangat mengagumi usaha, kesungguhan dan kesuksesannya ini. Bahkan saya termasuk yang kagum dengan kesuksesannya. Ya, bagi saya dia benar-benar sukses.

Lalu, mungkin Anda bertanya apa penyebab utama dia bisa menggapai kesuksesan seperti itu? Suatu ketika dia ditanya oleh temannya yang bekerja di sebuah perusahaan perihal awal usahanya sehingga mencapai kesuksesan seperti itu. Kata dia, “saya sudah merencanakannya sejak dulu, ketika saya masih SMA.” “Saya tidak ingin hidup saya dan keluarga saya selalu dalam bayang-bayang ‘bantuan’ orang lain. Saya mesti merubah kondisi ekonomi saya dengan keringat saya sendiri,” lanjutnya.

Ya, usaha ini sudah dia rencanakan sejak lama, ketika dia masih SMA. Ketika ada waktu luang, dia manfaatkan untuk mengunjungi beberapa toko buku, tempat-tempat percetakan dan pengusaha sukses di Kota Bandung. Hal itu dia lakukan sejak SMA hingga kuliah. Dari situlah dia belajar bagaimana membangun usaha kecil-kecilan, membangun jaringan, mencari peluang dan bagaimana mengelola percetakan hingga menjadi sukses seperti saat ini.

Bagaimana, inspiratif kan? Sekarang saya lanjutkan ke cerita lain. Ya, saya juga punya cerita lain. Dia adalah seorang pengusaha muda yang sukses dengan pecel lele-nya yang lebih akrab atau dikenal Lele Lela-nya (Lela= Lebih Laku). Dalam buku The Magic of Dream Book, secara jujur dan sedikit kocak ia menceritakan bagaimana dirinya membangun usaha Lele Lela-nya di awal-awal.

Di antara ungkapannya yang selalu saya ingat adalah, “Buatlah rencana hidupmu sendiri, atau selamanya jadi bagian dari rencana hidup orang lain.” Pernyataan ini ia wujudkan dalam bentuk catatan kecil yang ia namai Dream Book.

Apakah Anda pernah membaca buku yang saya maksud? Apakah Anda juga mengenal penulisnya? Ia adalah Anggara Umara yang menurut pengakuannya dalam sebuah wawancara pada salah satu stasiun TV swasta sudah berpenghasilan 4,2 miliyar perbulan.

Jadi, dari situ Anda dapat satu ilmu gratis bahwa salah satu kata kunci menggapai kesuksesan adalah RENCANA, teknisnya bisa dilakukan dengan cara menuliskannya. Meminjam ungkapan Mas Anggara Umara, orang sukses selalu nyatet.

Tentu saja orang seperti Ilham dan Mas Anggara Umara tidak sedikit. Masih banyak yang juga layak Anda jadikan sebagai sumber inspirasi untuk membangun sebuah usaha. Asal Anda tidak lupa dengan satu kata kunci: RENCANA.

“Punya rencana tapi gagal adalah baik, dan punya rencana tapi sukses adalah lebih baik.”

Semakin rajin dan apik Anda menyusun rencana, maka peluang sukses semakin besar. Begitu juga sebaliknya, semakin malas dan acak-acakkan Anda menyusun rencana, maka kemungkinan tidak sukses semakin besar. Pekerjaan Anda sekarang adalah menyusun rencana. Dengan rencana cita-cita Anda akan mudah digapai. Itulah yang orang-orang sukses ajarkan kepada Anda. Mari belajar dan terus belajar!

Secara sederhana, rencana bisa diwujudkan dengan cara: kenali potensi diri, elaborasi visi dalam bentuk pilihan dan langkah, susun rencana strategis dan teknis, selanjutnya kerjakan dari sekarang!

Ya, jika sekarang Anda masih mengharapkan bantuan atau belas kasihan orang lain, maka Anda tidak akan pernah merasakan bagaimana nikmatnya membangun usaha atau merencanakan kesuksesan. Jika Anda belum memiliki rencana, maka Anda  tidak pernah merasakan bagaimana nikmatnya kehidupan. Maka buatlah rencana bagi aktivitas, pekerjaan, kehidupan dan kesuksesan Anda, karena Anda-lah yang lebih tahu bentuk kesuksesan yang mesti Anda raih kelak. Bukan orang lain. Oke!

 

Kedua, Punya Fokus

Selain rencana, hal lain yang juga penting adalah fokus. Mengapa mesti fokus? Mari kita bicarakan lebih lanjut. Bisa jadi dalam bekerja atau beraktivitas Anda seringkali membiarkan diri Anda larut dalam beberapa pekerjaan sekaligus, istilahnya multi-tasking. Atau mengutip pernyataan teman saya, semuanya mau digarap, padahal membuat diri menjadi gila dan sengsara tanpa kejelasan. Tentu saja tidak fokus dan menghadirkan masalah baru.

Mungkin Anda mencoba menyenangkan atasan Anda, misalnya, dengan mengangguk atau mengiyakan semua permintaannya, tapi tanpa Anda sadari sebenarnya Anda justru membebani diri Anda dengan stress dan bahkan belum tentu apa yang Anda kerjaan akan berkualitas baik. Mengerjakan dua hal pada saat bersamaan memang bukan satu hal yang mustahil, namun percayalah bahwa biasanya hal tersebut bukan saja membagi perhatian Anda tetapi juga membuat Anda kurang fokus yang akibatnya butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan kedua pekerjaan tersebut.

Ingat! Fokus dalam bekerja membuat Anda lebih produktif dan mengurangi beban stress. Karena itu, buatlah skala prioritas apabila Anda harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam kurun waktu yang bersamaan.

Kata teman saya, dalam menentukan perioritas, seseorang bisa menyusunnya dengan urutan aktivitas sebagai berikut: Sangat Penting (SP), Penting (P), Cukup Penting (CP) dan Tidak Penting (TP).

Sebelum melakukan sesuatu, bertanyalah dalam hati apakah sesuatu itu termasuk Sangat Penting, Penting, Cukup Penting atau tidak Penting. Dengan begitu, Anda akan fokus dengan aktivitas perioritas tertentu. Begitu seterusnya.

Contoh teknis, katakanlah Anda sedang menuntaskan satu aktivitas A, maka semestinya Anda fokus dengan A. Jangan terpengaruh oleh pekerjaan B yang bisa jadi hanya membuyarkan konsentrasi Anda untuk menyelesaikan aktivitas A. Tentu saja fokus bukan berarti Anda tidak memperhatikan yang lain, tapi Anda mesti punya fokus. Fokus yang dimaksud dalam penjelasan ini adalah satuan aktivitas yang sudah Anda rencanakan untuk diselesaikan pada satu rasio waktu tertentu.

Pertanyaannya, apa manfaatnya? Manfaatnya adalah agar Anda lebih tahu hasil dari aktivitas Anda. Dengan begitu Anda juga akan semakin paham dengan aktivitas Anda. Setelah itu, baru Anda melanjutkan ke jenis pekerjaan atau aktivitas lain seperti B, C dan seterusnya. Hal ini tentu bukan satu konsep yang baku, karena dalam kondisi tertentu tak sedikit orang yang mampu melakukan beberapa aktivitas dalam satu rasio waktu tertentu. Namun, agar lebih produktif, Anda perlu mencoba gagasan ini. Ini bukan sekadar teori lho, tapi sudah menjadi pengalaman banyak orang. Saya sendiri sudah mencobanya. Hasilnya luar biasa!

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah menghindari hal-hal yang membatasi produktifitas Anda. Dua hal dalam dunia aktivitas akhir-akhir ini yang sering menjadi hambatan adalah: telepon dan facebook. Tentu saja interupsi ini tidak bisa dihindari tetapi gunakan keahlian Anda dalam manajemen diri untuk menanganinya. Secara sederhana Anda bisa melakukan kedua tindakan berikut:

  • Jawablah telepon atau SMS dari orang-orang yang berkepentingan saja pada saat kita sedang fokus bekerja. Apabila Anda harus terpaksa menjawab, usahakan waktunya seminimal mungkin. Anda bisa menelepon balas atau SMS ketika Anda sudah agak bebas.
  • Cek facebook di saat-saat tertentu saja. Ini tentu saja sangat berat. Tapi Anda bisa mencoba. Apabila tidak mungkin, usahakan untuk tidak menjawab semua facebook tiap kali datang. Jawab atau komentarilah facebook yang berkaitan dengan pekerjaan Anda saat itu dan hindari multi-tasking.

                                                                    

“Manajemen diri sangat terkait dengan bagaimana Anda mengatur waktu Anda sehari-hari. Bagaimana Anda menentukan jenis aktivitas yang Anda isi dalam setiap putaran waktu yang Anda lalui. Aktivitas-aktivitas tersebut mesti jelas, dan tentu saja mesti terukur. Satu rasio waktu tertentu mesti diisi oleh satuan aktivitas tertentu juga. Dengan demikian, Anda fokus dengan jenis aktivitas yang memang sudah Anda atur sesuai perhitungan dan kemampuan Anda. Sederhananya: fokuslah dengan rencana Anda.”

Jika Anda sudah memiliki fokus seperti itu, maka sangat mudah bagi Anda untuk menuntaskan satu aktivitas tertentu. Untuk melanggengkan tingkat fokus, maka Anda juga perlu memperhatikan faktor yang mempengaruhi fokus Anda, di antaranya faktor eksternal.

Caranya mudah aja kok, tak perlu repot-repot. Jadikan faktor eksternal sebagai penopang atau pendukung untuk melatih konsentrasi Anda. Anda memberi perhatian pada faktor ini bukan berarti Anda terganggu, justru Anda semakin fokus dengan jenis aktivitas yang sudah Anda tentukan. Dengan adanya pengaruh dari luar diri, Anda akan semakin paham bagaimana seharusnya Anda menjaga kemampuan fokus Anda dalam menuntaskan satu jenis aktivitas yang sudah Anda tentukan atau rencanakan.

Dengan begitu, Anda terbiasa menjaga fokus Anda, dan Anda pun termasuk orang yang produktif terhadap waktu. Apabila Anda produktif bukan hanya diri Anda yang senang tapi juga orang-orang di sekitar Anda, termasuk orang-orang yang Anda cintai. Bukankah Anda termasuk orang yang memiliki impian membahagiakan kedua orangtua, keluarga dan sahabat-karib Anda?

Selanjutnya, dengan fokus hidup Anda akan lebih teratur, dan impian Anda pun terwujud dalam kehidupan Anda. Saya percaya itu, semoga Anda juga demikian!

“Saya tidak punya kapasitas untuk memaksa Anda, apalagi memaksa Anda untuk mengambil manfaat dari penjelasan ini. Walau begitu, saya punya hati nurani yang selalu membisiki saya untuk selalu berbagi kepada sesama, termasuk kepada Anda. Jika yang saya sampaikan ini menginspirasi Anda dan Anda mengambil manfaat, maka itu adalah satu titik kemajuan dalam kehidupan saya.”

Sungguh, tidak ada kesuksesan sejati tanpa Rencana dan Fokus. Keduanya adalah kunci penentu yang mempengaruhi kesuksesan. Rencana yang baik adalah rencana yang terukur dalam bentuk jenis aktivitas yang dikerjakan dalam satu rasio waktu tertentu. Itulah yang membuat kesuksesan mendekat kepada Anda, bahkan jatuh cinta pada diri Anda. Saya sudah mencoba, merasakan dan sekarang menikmatinya. Sekarang tinggal menanti kisah pengalaman dan kesuksesan Anda. [Syamsudin Kadir, 081 804 621 609/Penulis buku The Power Of Motivation, Spirit To Your Success]   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s