Berani Sukses!

imagesDALAM kehidupan ini selalu ada dua sisi yang berpasangan dan silih berganti. Ada menang dan kalah, ada sukses dan gagal, dan seterusnya. Hampir tak ada kehidupan yang tidak melalui sisi-sisi tersebut. Bahkan kehidupan ini semakin indah jika sisi-sisi tersebut hadir silih berganti tanpa henti. Sederhananya, tidak ada orang yang mengalami kesuksesan jika tidak pernah mengalami kegagalan dan tidak pernah ada orang yang mengalami kemenangan jika tidak pernah mengalami kekalahan. Jika ingin sukses dan menang, maka bersiap-siaplah untuk gagal dan kalah. Atau, jika ingin sukses dan menang, maka nikmatilah kegagalan dan kekalahan secara sadar nan wajar.

“Dalam kehidupan ini, gagal dan kalah itu perlu. Dari kegagalan kita akan lebih paham bagaimana agar jangan gagal berulang-ulang, kemudian kita pun menjadi orang berhasil. Dari kekalahan kita akan lebih paham bagaimana agar jangan kalah berulang-ulang, kemudian kita pun menjadi pemenang.”

(Bundanya Azka)

 

Biasanyanya, orang yang takut gagal selalu menjadikan kegagalan awal sebagai penghambat dirinya untuk mencoba atau mengulangi upayanya dalam mendalami atau mengupayakan satu rencana besar dalam hidupnya. Sebaliknya, orang yang berani gagal selalu menjadikan kegagalan di awal sebagai pintu masuk bagi dirinya untuk mencoba kembali strategi yang pernah dicoba, atau mencoba sesuatu yang baru dari strategi yang pernah dia coba sebelumnya.

Orang yang “takut kalah” selalu menjadikan kekalahan awal sebagai alasan bagi dirinya untuk berhenti berkarya. Sebaliknya, orang yang “tidak takut kalah” selalu belajar dari kekalahan. Baginya, kekalahan adalah jembatan sekaligus upaya lanjutan untuk meraih kemenangan-kemenangan berikutnya.

Orang yang takut gagal dan takut kalah mudah mengeluh dan menyerah begitu saja kepada kegagalan dan kekalahan yang dia peroleh. Jika dia gagal, baginya itu adalah pintu akhir dari kesuksesan dan kehidupannya. Jika dia kalah, maka baginya itu adalah pintu bagi kehancuran dan kekalahan berikutnya.

“Orang gagal punya banyak alasan, orang sukses punya banyak upaya”

(Rangga Umara)

 

Sahabat dahsyat! Mari perhatikan orang sukses dan para pemenang. Mereka tidak mau kalah dengan kegagalan atau tantangan yang mereka hadapi dalam mencapai sebuah kesuksesan. Mereka bahkan menantang tantangan dan hambatan yang berserakan dalam kehidupan yang mereka lalui secara lantang.

Mereka memahami tantangan dan hambatan sebagai tempat belajar gratis bagaimana menggapai kesuksesan dengan cara yang berbeda. Bahkan dengan begitu, mereka percaya bahwa berbagai jenis kesuksesan akan hadir bagai air yang mengalir tanpa henti. Mereka percaya dengan satu falsafah hidup: “Kehidupan ini selalu dipergilirkan.” Karenanya, tak perlu takut dengan apapun yang sedang dialami. Apa yang sedang dialami saat ini adalah takdir Sang Kuasa dan hasil dari jerih payah dan upaya pada masa lalu yang telah lewat. Bagi mereka, cukup bersabar dan bersyukur dengan apa yang ada.

“Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
Anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama Anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara Anda baru.”

(Mario Teguh)

 

**

 

Mereka yang berani sukses

Inilah kisah tentang orang hebat yang berani gagal alias tidak takut gagal. Ia dilahirkan di Kentucky, Amerika Serikat, pada 1809. Sebelum menjadi pengacara, ia pernah bekerja sebagai pemotong rel kreta api, pengemudi kapal laut, penjaga toko, pengantar surat dan juru ukur.

Akan tetapi laki-laki itu lantas mengalami rentetatn kegagalan dalam hidup dan kariernya. Begitu panjang daftar kegagalannya.

1.        Gagal dalam bisnis pada 1832.

2.       Gagal lagi dalam bisnis 1833.

3.       Gagal memenangkan kontes pembicara pada 1838.

4.      Gagal menjadi anggota Perlemen Amerika Serikat pada 1840.

5.       Gagal menjadi anggota Kongres pada 1843.

6.      Gagal dilantik menjadi anggota Kongres 1846.

7.       Gagal untuk ketiga kalinya menjadi anggota Kongres pada 1848.

8.      Gagal menjadi anggota Senat Amerika Serikat pada 1855.

9.      Gagal menjadi Presiden Amerika Serikat pada 1856.

Akhirnya, pada 1860 dilantik sebagai Presiden ke-16 Amerika Serikat, dan menjadi salah satu Presiden tersukses dalam sejarah Amerika Serikat. Apakah Anda mengenal siapa laki-laki yang tidak takut gagal alias berani gagal itu? Dia adalah Abraham Lincoln.

Sahabat dahsyat! Selanjutnya, ada baiknya jika Anda belajar dari Anak Kecil. Anda akan menyaksikan bahwa ternyata anak kecil sangat kreatif dan berani. Dia tak takut salah, gagal dan kalah. Suatu ketika dia mulai berdiri kemudian jatuh. Mungkin Anda akan melihat dia menangis karena kesakitan. Tapi Anda akan melihat seketika dia bangkit lagi untuk mencoba. Sekian waktu dia melalui proses “mencoba”, akhirnya dia pun bisa berdiri.

Contoh lain, anak kecil yang berlatih naik sepeda kemudian jatuh, dia kesakitan. Dia benar-benar merasa sakit. Tapi apakah dia berhenti bersepeda? Tentu saja tidak. Dia tidak menjadikan pengalaman ‘sakit’ sebagai tembok penghalang bagi dirinya untuk menjadi orang yang bisa bersepeda. Makanya, tidak heran jika dia mencoba kembali dan begitu seterusnya.

Sebelumnya dia jatuh karena menabrak batu yang berada di sisi jalan, makanya dia ‘sakit’. Namun dia tak mau kalah, sebab dalam dirinya terdapat naluri dan kemauan yang kuat untuk bisa. Dari situ dia belajar agar lebih hati-hati. Agar kesalahan yang dia lakukan kemarin tidak terulang kembali. Di sini kreatifitasnya muncul. Dia pun mencoba kembali, baik dengan cara yang sama atau bahkan mungkin dengan cara baru yang muncul dalam lintasan pikirannya hari ini.

Tidak cukup di situ, dia juga semangat untuk mencoba kembali. Semangatnya untuk mencoba menutupi rasa sakit yang dia rasakan ketika awal-awal berlatih. Dia berani melawan rasa ‘sakit’ dan semua bayangan yang melintas dalam pikirannya dengan satu kata: berani. Berani mencoba, berani memulai, berani sukses dan berani menantang kegagalan.

Dari sikapnya terhadap rasa ‘sakit’ itulah, kini anak kecil tersebut sudah bisa bersepeda. Kini dia sudah bisa bersepeda dengan lancar. Bahkan dengan kemampuannya itu kini dia bisa membantu Ibunya membawa barang dagangan ke pasar, misalnya.

Lalu, bagaimana dengan Anda? Sebagai orang dewasa, Anda bisa jadi tidak sehebat anak kecil. Bahkan banyak penelitian menjelaskan bahwa orang dewasa tidak sekreatif dan seberani anak kecil. Walaupun kenyataan seperti ini tidak bisa menggeneral orang dewasa secara keseluruhan, namun hal ini bisa dijadikan sebagai pembelajaran bagi Anda untuk banyak belajar kepada anak kecil yang tak mau kalah karena kekalahan, tidak mau gagal karena kegagalan, tidak mau jatuh karena kejatuhan dan seterusnya.

**

Anda mungkin pernah membangun usaha atau bisnis kemudian gagal bahkan bangkrut. Lalu, apa yang Anda lakukan atas apa yang Anda alami saat itu? Tentu saja Anda memiliki jawaban tersendiri. Yang jelas, belajarlah dari apa yang Anda alami. Periksa ulang hal-hal besar atau bahkan hal-hal kecil yang mungkin menjadi pemicu bagi hadirnya kegagalan dan kebangkrutan usaha Anda.

Mungkin Anda pernah kuliah kemudian tidak kelar-kelar, sekolah tidak selesai, rencana menikah tapi belum jadi-jadi. Atau apapun yang bersifat atau yang menurut Anda itu “gagal”. Anda bisa mengungkap secara jujur apa saja yang menjadi penyebab, misalnya: minimnya dana untuk biaya, kondisi keluarga yang tidak mendukung, persiapan yang belum matang dan lain-lain. Tapi apakah Anda pernah mengevaluasi hal-hal lain yang juga terkait dengan kuliah Anda, semisal niat dan orientasi Anda? Atau mungkin manajemen diri dan manajemen waktu Anda?

Anda pernah mencari pekerjaan namun belum juga mendapatkan pekerjaan. Jangan pernah menyerah. Sang Kuasa tidak mungkin membiarkan Anda begitu saja dalam kondisi yang membuat Anda hilang semangat. Bisa jadi apa yang sedang Anda alami itu adalah pintu masuk bagi Anda untuk membuat pekerjaan sendiri atau membangun usaha sendiri. Banyak hal yang bisa Anda lakukan. Saya sendiri, sebagaimana yang sudah saya singgung sebelumnya, ketika kuliah dulu sempat berdagang alias menjual buku, majalah dan koran di jalanan. Saya tak merasa terhina, justru saya bangga dengan pekerjaan saya yang halal.

Nah, untuk Anda, Anda bisa membuat lembaga pelatihan, mendirikan lembaga kursus bahasa Inggris, menjadi pengusaha baju kaos, menjual pisang goreng, menjual makanan ringan, menjual roti, menjual koran, menjual ikan lele, menjual jam tangan, menulis buku, menjadi editor atau jika memungkinkan Anda bisa mendirikan penerbitan buku atau Sekolah Menulis Gratis dengan cara bekerjasama dengan lembaga terkait, atau apa saja pekerjaan atau aktivitas yang halal dan memang Anda punya potensi untuk itu. Atau jikapun Anda kesulitan, silahkan menjadi Pasukan Kuning alias pembersih sampah di pojok-pojok kota. Saya percaya itu lebih mulia bagi Anda daripada menganggur atau tidak melakukan apa-apa.

“Cara terbaik menggapai kesuksesan sejati adalah dengan berani menghadapi kegagalan, berani menghadapi berbagai kemungkinan, tumbuh kreatif dan melakukan berbagai upaya.”

(Kang Kadir)

Sahabat dahsyat! Asal Anda tahu saja, ternyata berani gagal adalah kunci kesuksesan bagi siapapun dalam melakoni hidup ini. Itulah pesan utama Billi PS Lim dalam Dare to Fail, yang terjual laris di Asia, bahkan di Eropa dan Amerika.

Siapapun Anda, kegagalan dan kekalahan adalah bumbu bagi kesuksesan dan kemenangan yang Anda peroleh kelak. Jangan pernah menyerah begitu saja kepada apapun yang Anda alami saat ini. Percayalah, Anda adalah orang yang segera mendapatkan giliran kesuksesan dan Anda pun menjadi pemenang. Bersabarlah menanti peristiwa mulia dan luar biasa itu. Karena Anda memiliki takdir tersendiri untuk sukses dan menjadi pemenang, semuanya datang tepat pada waktunya. Dalam dugaan Anda atau di luar dugaan Anda. Jadi, jangan takut gagal, beranilah untuk sukses! [Oleh: Syamsudin Kadir, penulis buku SPIRIT TO YOUR SUCCESS. Cp.: 081 804 621 609. Jakarta; 14 Maret 2013]  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s