The Power of Dream Book

Bagaimana kabar Anda hari ini?

Saya do’akan semoga Anda dan keluarga selalu sehat dan tetap semangat dalam melakukan berbagai aktivitas positif. Tentu saja dalam menggapai impian-impian atau kesuksesan Anda. Saya berharap semoga Anda juga selalu tulus mendo’akan saya dan keluarga.

Sahabat dahsyat!

Sungguh satu anugerah ketika Sang Kuasa masih menakdirkan saya untuk bersua dengan Anda semua. Bagi saya, selain anugerah, bersua dengan Anda adalah satu jalan kesuksesan. Mengapa? Karena dengan adanya Anda saya mendapat peluang untuk berbagi inspirasi dan pengalaman. Dengan diamnya Anda saja, saya sudah mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Lebih luar biasa lagi jika Anda membaca dan mengambil manfaat tulisan ini. Lalu, bagaimana dengan Anda? Semoga Anda merasakan manfaat dari kehadiran saya dalam kehidupan Anda. Minimal tulisan sederhana saya ini.

Sahabat dahsyat!

Saya percaya bahwa Anda memiliki banyak impian yang ingin Anda raih atau banyak cita-cita yang ingin Anda gapai. Bahkan untuk meraih semua itu, Anda sudah menyiapkan langkah-langkah jitunya. Sebetulnya, dengan begitu pun itu menunjukkan bahwa Anda memang luar biasa. Anda tentu sedang menempuh jalan menuju kesuksesan Anda. Iya, bukan? Saya perlu menyampaikan selamat bekerja untuk Anda!

Sahabat dahsyat!

Percaya atau tidak, ternyata ada satu hal yang penting untuk dimiliki oleh siapapun agar apa yang diimpikannya segera menjadi kenyataan. Anda tentu saja penasaran, apa gerangan “sesuatu” yang saya maksud. Ia adalah Catatan Impian atau sebagian orang lebih suka menyebutnya dengan The Dream Book.

Ya, Catatan Impian adalah satu hal penting dalam menggapai kesuksesan. Walaupun kadang diremehkan atau tidak dianggap penting, Catatan Impian selalu menjadi sesuatu yang ajaib dalam perjalanan kesuksesan seseorang. Bahkan bisa dibilang, orang yang sukses dalam meraih impian-impiannya adalah mereka yang memiliki Catatan Impian. Mungkin tak selalu berbentuk buku, karena bisa jadi hanya dalam bentuk kertas-kertas kusam yang diperoleh di tempat pembuangan sampah. Tapi percayalah dari situlah hal-hal ajaib didapatkan.

Sahabat tentu tak langsung percaya begitu saja dengan apa yang saya sampaikan ini. Nah untuk itu, saya perlu memberi satu contoh nyata kepada Anda semua. Sahabat tahu Mas Rangga Umara? Oh sebagian sudah ada yang tahu—minimal dari TV, koran atau mungkin pernah bertamu ke rumahnya—dan sebagian lagi belum tahu sama sekali.

Sahabat dahsyat!

Mas Rangga adalah salah satu pengusaha muda yang kaya. Bukan saja hartanya tapi juga kaya akan impian, inspirasi, semangat dan pengorbanan. Ia dulunya bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan. Namun berselang sekitar 2-3 tahun—terutama setelah ia menikah dan dianugerahi seorang anak—ia memilih untuk mundur alias berhenti jadi karyawan, lalu banting stir menjadi pengusaha. Alasannya waktu itu adalah karena tiga koma. Apa itu? Tanggal 3 sudah koma. Ya, bagaimana tidak tiga koma, gaji dari perusahaan tempat ia bekerja—walaupun sudah cukup jika dibandingkan dengan standar karyawan di tempat lain—ternyata belum mencukupi kebutuhan keluarga dan kehidupannya.

Waktu terus berjalan, ini pertanda waktu terus berlalu. Dalam perjalanan waktu yang tak pernah berhenti tersebut, ia memulai usaha, menjadi pedagang lele. Awalnya hanya karena suka makan lele, tapi karena ingin merasakan lele dengan rasa yang berbeda dari biasanya, akhirnya ia pun memilih untuk membuatnya sendiri. Kebutuhan seleranya pun terpenuhi. Barokah seleranya ini ternyata tidak sekadar memenuhi seleranya, tapi juga ‘memaksa’ dirinya untuk melalukan hal yang lebih dahsyat.

Ya, ia pun memilih menjadi pedagang lele serasa dengan selera dirinya—yang ia namai lele lela (lela—lele laku). Penikmat awal lele lela-nya adalah diri, keluarga dan sahabat-sahabatnya. Hasil usahanya sempat tersendat karena baru pengalaman awal, di samping pekerja atau karyawan yang juga belum memiliki pengalaman. Namun, ia dan timnya terus menjaga stamina. Hambatan yang menghadang tak menyurutkan semangatnya untuk membangun usaha ini dengan peta usaha yang lebih dahsyat lagi.

Dari usahanya itu, kini—terutama dalam empat tahun terakhir—ia sudah mampu memperoleh penghasilan sebanyak rata-rata 4,2 milyar perbulan dan berhasil mempekerjakan beberapa karyawan. Ya, omsetnya sebesar itu. Satu kenyataan yang tentu saja fantastis.

Selain mendapat penghasilan yang sangat memuaskan dan membanggakan, ternyata ia juga sudah memiliki hak paten atas lele lela-nya, di samping besarnya peluang pelebaran sayap usaha. Bahkan kini usaha lele lela-nya sudah sampai ke beberapa kota di Jawa (Bandung, Jakarta), Sumatra, Kalimantan bahkan di luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Arab Saudi (Jedah).

Selain itu, istri, anak dan keluarga besarnya kini sudah dapat menikmati hasil jerih payahnya. Tiga koma sudah berlalu, kini empat koma sudah menemani kehidupannya. Teman atau sahabat-sahabatnya pun bisa mencicipi kesuksesannya. Satu cerita singkat yang tentu saja membuat banyak orang penasaran dan mengangguk bangga.

Tidak cukup di situ. Kini usahanya sudah menjadi salah satu profil bagi bentuk usaha sukses di tanah air. Ia pun sering diundang di berbagai tempat dan stasiun TV, radio dan semacamnya untuk berbagi inspirasi dan pengalaman. Bahkan menurut pengakuannya di salah satu stasion TV, ia sering diundang oleh kalangan istana, tentu saja untuk mencicipi lele lela-nya. Fantastis, bukan?

Sahabat dahsyat!

Mas Rangga hanyalah satu di antara banyak orang yang layak dijadikan sebagai sumber inspirasi, bahwa tidak ada yang tidak mungkin diraih. Selama seseorang memiliki niat, tekad dan semangat, tekun dan ulet melalui langkah-langkahnya serta bersabar dalam menanti kesuksesan, maka apa yang diimpikannya akan tewujud jua. Saya dan Anda juga demikian.

Sahabat dahsyat!

Dari keseluruhan hal-hal positif yang dapat diambil dari pengalaman Mas Rangga, ada satu hal yang ternyata menjadi kunci utama yang selalu ia bawa dan jaga, dan tentu saja layak Anda teladani. Apa itu? Itu adalah Catatan Impian. Setiap ada ide atau apapun yang muncul dalam benaknya selalu ia catat. Apapun itu, apalagi seputar impian yang mesti ia raih kelak, tentu juga disertai dengan langkah-langkah teknisnya.

 Ya, apa yang ia raih saat ini adalah apa-apa yang pernah ia tulis dulu dalam Catatan Impian yang ia sebut dengan Dream Book itu. Agar bisa dibaca dan bermanfaat bagi siapapun, termasuk Anda, pada awal 2012 yang lalu ia berhasil merapihkan catatannya dalam Dream Book tersebut, yang kemudian diterbitkan oleh penerbit TransMedia Jakarta. Buku setebal 192 halaman dan berjudul The Magic of Dream Book tersebut setahu saya sudah dua kali naik cetak. Ini pertanda buku tersebut memang sangat inspiratif. Saya termasuk di antara yang terinspirasi bahkan terprovokasi karenanya.

Sahabat dahsyat!

Jujur saja, pada awalnya saya tak langsung percaya dengan apa yang ia sampaikan dalam buku tersebut. Untuk meyakinkan diri, saya pun mencari informasi di google dan youtube. Sungguh luar biasa. Ada banyak video, tulisan dan komentar positif yang saya dapatkan dari situ. Bagi saya, ini adalah sumber inspirasi luar biasa dan tentu saja gratis. Sangat perlu bagi saya untuk menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam mewujudkan berbagai impian saya selama ini. Semoga Anda berkesempatan untuk mengikuti jejak saya.

Sahabat dahsyat!

Selain Mas Rangga, saya sebetulnya sudah melakukan hal yang sama. Alhamdulillah saya memiliki catatan harian dalam bentuk buku, dalam HP bahkan dalam kertas-kertas kusam yang saya dapatkan di pinggir jalan ketika lari pagi atau jalan-jalan santai menjelang shalat Magrib. Tidak cukup di situ, saya pun punya catatan harian di potongan-potongan kardus yang saya dapatkan di tong sampah dan sengaja saya simpan di rumah saya. Di catatan harian itulah saya menulis apa saja yang terlintas dalam benak saya, apa yang saya lihat dan saksikan serta apa-apa yang saya dengar. Baik di sekitar rumah, ketika keluar kota atau dari TV dan koran yang saya baca.

Sahabat dahsyat!

Mungkin Anda tidak langsung percaya dengan saya. Oke, itu hak Anda. Walau demikian, saya perlu menyatakan dengan jujur tentang satu hal kepada Anda. Hampir semua tulisan saya—bahkan beberapa buku karya saya yang sudah diterbitkan oleh beberapa penerbit—pada awalnya berasal dari catatan harian di HP, kertas-kertas usang dan potongan-potongan kardus tersebut. Tanpa bermaksud ‘menyulik’ sebutan Rangga Umara atas catatan impiannya, saya sebetulnya sejak lama sudah menamai catatan harian saya dengan Dream Book. Bagi saya, apa yang terlintas atau yang saya saksikan dan dengar tak selalu datang berulang pada waktu yang akan datang. Karena itu, saya mesti segera mencatatnya. Mungkin saat dicatat manfaatnya tak langsung terasa, tapi saya percaya bahwa suatu saat pasti ada manfaatnya. Keajaiban selalu datang dengan caranya sendiri. Itulah nama lain kesuksesan.

Sahabat dahsyat!

Sekali lagi, hampir semua buku saya bahkan berbagai impian yang sukses saya raih hingga kini pada awalnya adalah catatan sederhana saja. Ya, Dream Book itu. Walau tak sesukses Rangga Umara, impian yang saya catat dulu kini sudah menghampiri saya dengan tulusnya. Saya tentu saja sangat bahagia dengan semua ini. Barokah Dream Book memang luar biasa. Alhamdulillah!

Sahabat dahsyat!

Jika Mas Rangga dan saya sudah mencoba lalu dapat menikmati hasilnya, tentu saja Anda juga punya peluang yang sama. Pertanyaan saya sederhana, “Apakah Anda memiliki Catatan Harian atau Catatan Impian (Dream Book) yang selalu Anda bawa kapan dan ke mana pun Anda pergi? Jika belum ada, saya menganjurkan agar Anda segera memilikinya. Ini bukan pemaksaaan, tapi berbagi inspirasi dan pengalaman. Ini juga bukan cerita paslu dan kisah yang dibuat-buat, tapi benar-benar kenyataan. Jika Anda ingin sukses, maka Anda sangat perlu memiliki Dream Book. Jika Anda tak punya cukup uang untuk membeli buku, silahkan cari kertas-kertas kusam atau potongan-potongan kardus yang bisa Anda temukan di tempat pembuangan sampah.

Sahabat dahsyat!

Sekadar menambah semangat Anda, bagi saya, Dream Book itu seperti nyawa. Jika saya melupakannya sama saja dengan melupakan nafas kehidupan saya. Itu pertanda saya sama saja dengan bangkai alias makhluk mati. Jujur, dalam sehari ada banyak ide yang muncul dalam benak saya dan banyak inspirasi yang hadir di sekitar saya. Saya percaya Anda juga demikian. Kalau Anda benar-benar sibuk dengan waktu Anda, maka Anda bisa memanfaatkan waktu istimewa ini: di saat dalam WC. “Ketika Anda BAB” sebetulnya merupakan kesempatan istimewa yang bisa Anda manfaatkan untuk mencatat apa-apa yang terlintas dalam benak Anda, atau apapun yang memang unik di sekitar Anda. Anda juga bisa menulis kata-kata bijak atau kalimat inspiratif. Maksud saya, kalau Anda benar-benar sibuk dengan berbagai aktivitas sehingga tak bisa membuat catatan harian, maka Anda bisa mencoba tips saya ini, ya lakukan di WC. Saya percaya suatu saat apa yang Anda catat selama di WC itu akan menjadi kisah unik dan inspiratif bahkan sangat lucu. Tidak percaya, silahkan dicoba. Saya menanti Dream Book Anda, dan tentu saja selalu mendukung kesuksesan Anda. Akhirnya, salam sukses! [Cirebon, 22 September 2012—Syamsudin Kadir, penulis buku SPIRIT  TO YOUR SUCCESS—081 804 621 609

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s