Saudaraku, Bermuhasabahlah!

10 Sep

Saudaraku,

Allah sedang menyaksikan kita, apapun aktivitas kita. Allah Maha Tahu apa yang terlintas dalam pikiran dan hati kita. Allah Maha Tahu lirikkan mata dan helaan nafas kita. Allah Maha Tahu apa yang anggota tubuh kita lakukan. Allah Maha tahu hasrat bahkan kemunafikan kita. Lebih dari itu, Allah Maha Tahu dosa dan maksiat yang kita lakukan. Allah menatapnya tanpa penghalang. Apa yang kita lakukan takkan luput dari penglihatan-Nya.

Saudaraku,

Apakah kita mengirim tulisan atau aktif di FB, mengirim SMS dan semacamnya karena riya’ atau sombong, atau karena untuk kemaksiatan kepada-Nya, Demi Allah, Ia Maha Tahu. Para malaikat-Nya selalu mencatatnya. Boleh jadi kita menyembunyikan kebusukan niat dan amal yang membuat manusia lain tak tahu apa maksud dan niat kita. Tapi sungguh, Allah takkan libur menatap kita, sedetikpun, bahkan kecil dari itu. Demi Allah, Allah melihatnya.

Saudaraku,

Sadarlah,,, Betapa Maha Pemurah-Nya Allah. Karena kemurahan-Nya, Allah menjaga semua dosa dan maksiat kita. Allah menutup kebusukan niat dan orientasi kita. Allah menutup semuanya dari siapapun di sekitar kita, dari manusia yang boleh jadi sama busuknya dengan kita, sama-sama memiliki dosa dan maksiat yang begitu banyak. Boleh jadi kita menutup diri dari berbagai topeng yang hina dan sirna, tapi Allah tetap saja memberi kita kesempatan. Ya Allah, ya Allah,,, Tapi begitulah Allah. Allahu Akbar. Allah masih memberi kita kesempatan bagi ampunan dan pertaubatan. Ia begitu cinta dan sayang kepada kita. Kalau saja Allah membuka semuanya, maka semua kebusukan kita dalam kehidupan ini akan terbuka lebar. Niscaya kita tak berharga lagi. Niscaya kita tak bisa sombong dan angkuh lagi. Bahkan andai kita sombong dan angkuh, Allah masih saja memberi kita rezeki dan nikmat hidup. Allah, Allah, Allah, berilah kami takdir menjadi manusia yang selalu cinta kepada-Mu, yang selalu mau bersyukur atas semua nikmat-Mu, yang segera bertaubat kepada-Mu!

Saudaraku,

Andaikan hari ini kita mati, hari ini Allah mematikan kita, maka sungguh bisa jadi dosa dan maksiat kita masih menumpuk dan membuat kita mati dalam keadaan hina. Lalu, apakah kita merelakan diri kita mati begitu saja, mati bermandikan dosa dan maksiat? Apakah kita membiarkan diri kita mati dalam keadaan hina seperti itu? Apakah kita membiarkan diri kita sebusuk itu?

Saudaraku,

Mudah-mudahan pertemuan kita saat ini, mudah-mudahan tulisan ini merupakan sarana terbaik yang Allah sedikan untuk kita agar segera memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya. Agar kita segera berhenti musyrik kepada-Nya, segera berhenti melakukan berbagai dosa dan maksiat kepada-Nya. Agar kita segera bertaubat dan mohon ampun kepada-Nya.

Saudaraku,

Walau masih belajar dan akan terus belajar,,, Aku mencintai kalian semua karena Allah. Jujur, aku merasa kematian semakin dekat,,, semakin dekat. Jika selama ini aku memiliki kesalahan dan kekhilafaan, aku mohon maaf. Sungguh, aku tak berarti apa-apa jika kalian tak memaafkan aku. Boleh jadi ada salah sikap, lisan dan perilaku bahkan dugaan. Boleh jadi ada SMS, status FB, tulisan dan semacamnya yang justru membuat kalian semua jauh dari Allah. Jujur, aku mengaku bersalah,,, Tapi aku percaya bahwa kalian semua sangat berharap agar aku mati dalam keadaan terbaik, dalam keadaan husnul khotimah. Semua kalian juga demikian!

Saudaraku,

Lalu, mungkinkah kita semua mati dalam keadaan husnul khotimah? Belum tentu, belum tentu. Bukankah dosa dan maksiat kita lebih banyak daripada kebaikan kita? Betul bahwa kita melaksanakan kewajiban-kewajiban bahkan yang sunah. Tapi apakah kita benar-benar menunaikan semuanya karena Allah dan sesuai yang dicontohkan Rasulullah? Apakah kita menunaikan semuanya dengan ikhlas hanya karena Allah? Belum tentu, belum tentu. Lalu, masihkah kita angkuh dan sombong sehingga enggan memohon ampun dan taubat kepada-Nya?

Saudaraku,

Dengan senang hati, aku mengajak kalian semua,,, Berdoa’alah, mintalah ampunan kepada-Nya dan segeralah bertaubat kepada-Nya. Allah Maha Pengampun, Ia pasti mendengar do’a dan taubat kita. Jangan nanti, jangan nanti, sekarang,,, harus sekarang, karena bisa jadi berapa menit ke depan kita tak bernyawa lagi. Jika kita merasa memiliki dosa dan maksiat, walaupun di saat ini kita sedang sibuk dengan FB, SMS atau semacamnya,,, maka lupakan semua itu sekarang juga. Karena belum tentu kita mati di saat kita telah bertaubat. Karena itu, sekali lagi, jikalau kita merasa masih memiliki dosa dan masih berbaju maksiat kepada Allah, sekarang bertaubatlah kepada-Nya! Ingat, sekarang juga. Biarkan air mata kita mengalir, biarkan saudaraku,,,, Jujurlah kepada hati kita, jujurlah kepada diri kita. Dengar kata nurani kita, ia tak pernah berbohong, ia pasti selalu jujur kepada diri kita. Biarlah Allah yang mendengar kejujuran, keterusterangan dan permohonan kita atas semuanya.

Saudaraku,

Berdo’alah kepada-Nya. Sampaikan kepada-Nya, Jangan enggan menyampaikannya, sampaikan semuanya kepada-Nya. Sampaikan saudaraku, Wahai Allah, Yang Maha Melihat, Yang Maha di atas segalanya. Engkaulah yang menjanjikan ampunan untuk kami yang selalu bergelimbangan dosa dan maksiat ini. Ya Allah, andaikan Engkau takdirkan kami mati beberapa menit lagi, ya Allah, takdirkan kami sudah dalam kondisi bersih dari dosa dan makiat. Ya Allah, ampuni dosa dan maksiat yang kami lakukan, sebesar apapun dosa kami, seluas apapun maksiat kami sebusuk apapaun hati kami, dan segelap apapun kehidupan kami. Ya Allah, Engkau Maha Tahu apa yang kami lakukan walaupun kami sering munafik,,, kami sering menutupi diri demi nama baik, demi kedudukan, demi amanah, demi penghormatan, demi status, demi harga diri, demi pengakuan, demi dunia,,, Padahal, padahal Engkau Maha Tahu ya Allah, betapa busuknya kami, betapa hinanya kami.

Saudaraku,

Berdo’alah kepada Allah agar kita semua ditakdirkan menjadi pembela agama-Nya, yang selalu giat menyebarkan nilai-nilai luhur agama-Nya. Berdo’a jugalah kepada Allah agar mereka yang selalu ikhlas berdakwah, yang tak kenal lelah menyebarkan amar maruf nahyi mungkar mendapat pertolongan dan balasan terbaik dari Allah.

Saudaraku,

            Berdo’alah kepada Allah, semoga saudara-saudara kita yang mendapat kekurangan harta dan kebutuhan hidup dipenuhi oleh Allah, dicukupkan oleh Allah. Ingat anak yatim dan piatu, ingat para musafir, ingat para penuntut ilmu, ingat semuanya,,, bayangkan kebahagiaan bagi mereka. Sampaikan semuanya kepada Allah, agar mereka mendapat kemudahan dari Allah.

Saudaraku,

Berdo’alah kepada Allah untuk kedua manusia mulia yang kita cintai dan yang telah mencintai kita selamanya. Berdo’alah kepada Allah untuk mereka. Ya Allah, ampuni Ibu-Bapak kami, sayangi keduanya, berilah keduanya rezeki yang halal, berkahi sisa usianya, sehatkan lahir-batinnya, solehkan hidupnya, jadikan akhir hidupnya husnul khotimah, lapangkan kuburnya, lindungi dari siska kubur, masukkan ke dalam surga. Pertemukan kami dalam surga-Mu ya Allah!  Ya Allah berilah kami kesempatan untuk menjadi anak soleh, yang taat dan berbakti kepada Ibu-Bapak kami. Sehingga kelak Ibu-Bapak kami senang menatap kami baik di dunia maupun di hadapan-Mu kelak!

Saudaraku,

Berdo’a jugalah untuk orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita. Wahai Allah, ampuni suami dan istri kami yang telah ridha dan tulus membersamai kami selama ini. Jadikan cinta kami sebagai wujud cinta kepada-Mu. Berilah kami keturunan yang dapat menenangkan hati di saat gundah, yang membahagiakan di saat susah, yang membawa senyuman di saat sulit. Yang mendakwahkan agama-Mu ke seluruh penjuru bumi. Yang bisa menemani kami di surga-Mu nanti!

Saudaraku,

Berdo’a jugalah untuk mereka yang mungkin sering kita lupakan. Ya Allah, ampuni dosa saudara-saudara kami seiman, guru-guru kami, para ulama,,, yang telah memberi kami ilmu, yang telah membagi hikmah sehingga kami bisa mengenal-Mu. Ya Allah, mudahkan rezeki untuk mereka, berilah mereka keturunan yang soleh, kuatkan mereka dalam menempuh ujian hidup.

Ya Allah, berilah kami kesempatan untuk beribadah ke tanah suci, untuk menunaikan salah satu perintah-Mu. Kami rindu bersua dengan-Mu ya Allah. Ya Allah, berilah kami kenyamanan hati yang selalu rindu beribadah kepada-Mu, yang selalu bahagia mendengar nama-Mu jika disebut, yang senang melihat hamba-hamba-Mu khusyu’ beribadah kepada-Mu!

Ya Allah, karuniakan kepada kami pemimpin, sahabat, tetangga yang selalu dekat kepada-Mu, yang selalu cinta kepada-Mu. Yang adil dalam memimpin, yang selalu mengingatkan kami untuk jauh dosa dan maksiat, yang tak lelah memberi kami cahaya dan jalan agar selalu berjalan pada jalan-Mu yang lurus, yang mau memaafkan kami, yang mau menerima kami sebagai rakyat walaupun jarang ikhlas, sebagai sahabat walaupun jarang tulus dan sebagai tetangga walau banyak dosa juga menyakitkan.

Ya Allah, Engkau Maha Mendengar dan Maha Kuasa, Anugerahkan kepada kami rezeki yang halal, jauhkan kami dari pekerjaan dan rezeki haram, ringankan tangan kami untuk berinfak dan bersedekah, mudahkan kami dalam membagi kebahagiaan kepada sesama!

Ya Allah, jadikan berbagai sarana duniawi (FB, HP dan semacamnya) sebagai sarana yang mendatangkan manfaat dan maslahat dunia dan akhirat kami. Jangan biarkan kami bergelimang dosa dan maksiat karena semua itu ya Allah. Jagalah tangan, mata, telinga dan hati kami dari hal-hal yang membuat hati kami sesak karena sarana-sarana itu. Jangan biarkan kami membuat status FB, catatan atau komentar yang tak ada manfaatnya. Jauhkan kami dari semua hal yang sia-sia itu ya Allah!

Saudaraku,

Allah Maha Tahu, Allah Maha Mendengar, Allah Menyaksikan,,, Jangan malas untuk melakukan kebaikan, untuk mengakui dosa dan maksiat kita, untuk segera berdo’a kepada-Nya; memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya. Jika kita merasa bertumpuk dosa dan maksiat, maka mohon ampun dan bertaubatlah sekarang juga. Ya sekarang juga. Ia Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Do’a adalah kunci bagi berubahnya takdir.

Ya Allah, terimalah do’a kami, terimalah muhasabah kami!

Dari kami, hamba-hamba-Mu

10 September 2012

 

 

Syamsudin Kadir

Iklan

Satu Tanggapan to “Saudaraku, Bermuhasabahlah!”

Trackbacks/Pingbacks

  1. Karang Taruna Galakkan Internet Marketing untuk Kembangkan … | bijak.net - 11 September 2012

    […] [BERITA] Shinhwa, H.O.T., G.O.D “Lets get together again”StatistikWage Rudolf Soepratman Pencipta Lagu Indonesia RayaPeradaban : JaWa = Jaga WibaWaJawabannya Tidak SemuaSaudaraku, Bermuhasabahlah! […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: