Nak, Beranilah Memulai!

23 Agu

 

Anak sayang,

Takut dulu sebelum melangkah adalah sikap orang yang kalah sebelum berperang. Bila engkau takut memulai karena takut gagal, maka dapat dipastikan bahwa engkau takkan pernah bisa sukses. Dan hanya kesedihan yang akan engkau rasakan karena engkau tak pernah bisa menikmati rasa bahagia dari suatu kesuksesan.

Hadirnya rasa takut untuk memulai bisa timbul karena engkau terlalu berlebihan dalam membayangkan kesulitan-kesulitan atau kegagalan yang akan menimpamu dalam melangkah. Sebenarnya boleh saja engkau memiliki rasa khawatir terhadap suatu kegagalan karena hal itu justru akan menjadikanmu senantiasa berhati-hati dalam setiap langkah yang akan engkau tempuh. Akan tetapi bila engkau terlalu khawatir, justru hal itu bisa berubah menjadi suatu ketakutan yang akan menjadikanmu tidak berani melangkah dalam kebaikan. Sikapmu yang mengurungkan niat untuk berbuat kebaikan termasuk hal yang tidak disukai Allah, sebebnya engkau tidak jadi mengerjakan kebaikan. Dan bagaimana mungkin Allah akan memebrimu kebahagiaan sedangkan perbuatanmu saja dibenci oleh-Nya. Sungguh, Allah telah memberikan pelajaran yang amat berharga melalui firman-Nya,

“Dan darimana saja kamu berangkat maka palingkanlah wajahmu ke Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak hujjah manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang dzalim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Ku-sempurnakan nikmat atasmu, dan suapaya kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 150)

Anak sayang,

Ada hikmah yang dapat diambil dalam ayat di atas, yaitu tentang janji Allah yang akan menyempurnakan nikmat-Nya kepada siapa saja yang berani melaksanakan kebaikan karena tidak takut terhadap aral rintangan yang ada di hadapannya, sebab ia hanya takut kepada Allah.

Bila ingin agar nikmat yang engkau terima disempurnakan oleh-Nya, maka janganlah engkau terlalu berlebihan dalam membayangkan kesulitan ataupun kegagalan yang bisa saja engkau alami saat melangkah. Belum tentu yang engkau anggap sulit itu dalam perjalanannya juga sulit. Sungguh tidak sedikit hal-hal yang awalnya nampak begitu sulit, tetapi justru dalam perjalanannya berubah menjadi sesuatu yang amat mudah dikerjakan. Yang terpenting bagimu adalah berani untuk melangkahkan kaki dalam meraih setiap kebaikan yang hadir di hadapanmu.

Selanjutnya, bertawakallah kepada Allah dengan cara menyerahkan segala urusanmu kepada-Nya, sebab yang terjadi adalah apa yang dikehendaki Allah bukan yang dikehendaki hamba-Nya. Walaupun terkadang apa yang dikehendaki Allah itu sama dengan apa yang dikehendaki hamba-Nya.

Sungguh Allah Maha Kuasa di atas segalanya. Ia berfirman,

“Katakanlah: Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Fath: 11)

Anak sayang,

Bila engkau takut memulai dan takut melangkah dalam kebaikan, berarti engkau telah menukar sifat berani dengan sifat kecut, menyemai benih was-was dalam hati, sehingga berakibat terputuslah cita-cita dan tujuanmu yang mulia. Bila hal ini engkau biarkan berlarut-larut maka dirimu akan semakin jauh dari kebaikan, menjadikan dirimu orang yang bodoh yang kehilangan kecerdikan, mematikan kemauan dan tekadmu untuk maju, melemahkan kekuatan dan menghapuskan keperwiraaan yang mengalir dalam tubuhmu.

Ingatlah, bila engkau tidak mau membuang sifat penakut ini, maka engkau akan menemui kebinasaan atau yang paling rendah adalah akan menambah kesusahan hatimu sendiri dan menjadikan jiwa sucimu semakin jauh dari cahaya Allah. Untuk itu, janganlah engkau takut untuk memulai mengerjakan kebaikan yang datang kepadamu meskipun ia nampak dalam pandangan mustahil untuk dapat engkau raih. Jangan takut apalagi mundur sebelum mencobanya.

Sebuah syair mengatakan:

Ia mengharapkan keberhasilan, tapi tidak menelusuri jalan-jalannya. Sesungguhnya perahu tidak berjalan di tempat kering.

Anak sayang,

Singsingkanlah lengan bajumu, buanglah jauh-jauh segala sifat penakut yang dapat menjadikanmu gagal meraih kebaikan dan kebahagiaan. Hiburlah hatimu dengan menanamkan keyakinan bahwa engkau akan mendapatkan kebahagiaan bila engkau berani dalam kebaikan. Semoga engkau memiliki keberanian melangkah dalam kebaikan dan menjadi orang yang paling bahagia kelak di kemudian hari.

***

Untuk Anakku, Azka Syakira

Dari Ayah, Syamsudin Kadir

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: