20 Mei; Hari Kebangkitan Anak-anak Persil

AHAD, 20 Mei 2012. Hari ini keluarga besar Sekolah Menulis Gratis (SMG) mengadakan salah satu agenda istimewa; berkunjung ke Bima. Bima adalah salah satu tempat ramai di Kota Cirebon-Jawa Barat. Konon tempat ini biasa dikunjungi oleh sekitar 2-3 ribu pengunjung yang berasal dari berbagai daerah seperti Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Tegal, Bandung bahkan dari Jakarta, pada tiap akhir pekannya. Selain untuk sekadar jalan-jalan, warga juga berkunjung untuk berjualan, membeli pakaian, makanan dan kebutuhan lainnya; termasuk untuk mencari inspirasi baru.

Mungkin kamu bertanya, mengapa agenda kali ini begitu istimewa bagi keluarga besar SMG. Ya, karena agenda ini adalah bagian dari kegiatan ekstrakurikuler SMG. Hal ini kami lakukan sebagai upaya mencari angin segar agar kreativitas dalam menulis semakin tumbuh. Di samping untuk menyegarkan diri dari kelelahan karena berbagai rutinitas.

Singkat cerita, pukul 07.30 WIB kami pun langsung ke Bima. Sampai di Bima kami langsung berkunjung ke beberapa stand pedagang, tempat jualan makanan dan lain-lain. Ya, melelahkan memang, namun semangat kami untuk mencari hal-hal baru tak surut begitu saja. Bahkan terik matahari tak membuat kami menyerah. Satu semangat; semangat mencari inspirasi.

Waktu terus berjalan, matahari mulai panas, jam di tangan saya menunjukkan pukul 08.10 WIB. Karena tak tahan panas (he he he tak tahan panas juga), atas inisiatif istri tercinta, Mba Uum Heroyati (Bundanya Azka Syakira), saya pun langsung membeli kue gonjing dan teh botol secukupnya. Setelah itu,  kami langsung duduk-duduk di tempat yang agak teduh, yang berada di tengah Bima. Di situ kami istirahat sambil mencicipi makanan yang barusan kami beli.

Setelah itu, perjalanan kami lanjutkan ke tempat dimana biasanya perupustakaan keliling berada. Biasanya di bawah pohon Beringin. Waduh,,, ternyata di bawah pohon beringin tak ada perpustakaan keliling. Bagaimana tidak, hari ini adalah hari kebangkitan nasional, hari libur nasional. (Cape deh!)

Sempat kesal, namun tak membuat kami putus semangat. Sebab tujuan kami adalah mencari inspirasi. Agar kunjungan kali ini tetap bermakna dan semakin asyik, akhirnya kami pun berinisiatif untuk bermain bola. Alhamdulillah di antara kami ada berinsiatif membuat permainan sendiri. Bagi saya pribadi, murid-murid SMG benar-benar kreatif.

Oh ya, mungkin kamu k’pingin tahu siapa saja yang ikut ke Bima hari ini. Wuih, mereka adalah Imel, Leha, Epi, Nana, Rina, Rohma, Tirta, Hisyam, Ani, Angga dan Ramdan. (Ketiga terakhir tidak ikut ke Bima, tapi ikut pelajaran menulis di SMG setelah kami pulang dari Bima dari pukul 09.30 WIB-sore).

Waktu sepertinya tak mau membiarkan kami terus berada di Bima. Jam di tangan saya menunjukkan pukul 09.00 WIB. Kami pun kembali ke Persil, tempat tinggal sekaligus tempat SMG. Sampai di rumah (tempat SMG) kami langsung minum es asam manis buatan Bundanya Azka. Setelah itu, kami lanjutkan ke agenda rutin; “Menulis Bebas”.

Kali ini pelajaran kami adalah menulis puisi dan cerita pendek. Semua peserta ikut menulis. Karya mereka sungguh menakjubkan. Karya-karya mereka menambah keyakinan saya bahwa mereka adalah penulis hebat di masa depan. Yang membuat saya semakin takjub karena jumlah peserta yang hadir lebih dari 40 orang. Mereka berasal dari berbagai SD bahkan SMP di Cirebon.

Kini jam di tangan saya menunjukkan pukul 10.45 WIB. Pelajaran “Menulis Bebas” pun diakhiri. Namun pelajaran kali ini tak benar-benar selesai. Mengapa? Karena ada tambahan pelajaran; menggambar dan menulis puisi. Dengan apik dan tulus, istri saya (Mba Uum Heroyati) ditemani oleh Azka Syakira (anak kami) menempelkan beberapa gambar dan puisi karya peserta. Benar-benar dahsyat!

Kini sudah pukul 17.30 WIB. Karena beberapa saat lagi azan magrib dikumandangkan, pelajaran hari ini mesti diakhiri. Karena kami mesti siap-siap ke mesjid untuk shalat berjama’ah.

Jujur, saya punya banyak kesan terhadap mereka; adik-adik di SMG. Di wajah mereka terpancar impian mulia. Ya, mereka adalah harapan negeri ini ke depan, terutama kampung Persil Kota Cirebon dimana mereka tinggal hingga kini. Semangat mereka untuk menjadi orang-orang hebat sangat terlihat dari kesungguhan mereka untuk mengikuti pelajaran menulis hari ini. Subhanallah, semua ini adalah anugrah terindah dari Allah buat saya, ya terutama keluarga besar SMG.

Untuk siapapun yang membaca tulisan ini, saya memohon agar menyempatkan diri untuk mendo’akan murid-murid dan pengelola SMG semoga mendapat kekuatan dan barokah dari Allah Swt., sehingga kelak terlahir pejuang pena yang mampu menopang kebangkitan negeri ini dalam memuluskan perannya sebagai lokomotif kebangkitan dunia.

Hari ini tanggal 20 Mei 2012, biasanya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Bagi saya, 20 Mei kali ini adalah Hari Kebangkitan Anak-anak Persil, Kebangkitan Pena-pena Muda Indonesia. Sebagai salah satu Instruktur di SMG saya perlu menyampaikan salam untuk adik-adik di SMG. Miliki cita-cita, terus semangat dan cintai tradisi menulis. Mudah-mudahan Allah menguatkan kalian dalam menggapai impian mulia menjadi penulis hebat yang menguncang dunia; termasuk membangun kampung Persil tercinta. Ya, mari membangun Persil tercinta dengan menulis buku.  [Cirebon; Ahad, 20 Mei 2012; Kang Kadir, 085 220 910 532—Penulis Buku: Kampungku; Buku dan Surga]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s