Pentingnya Kekuatan Spiritual

8 Feb

“Ketahuilah, manusia hanya memiliki kemampuan untuk membuat cita-cita, mengemas impian, menyusun strategi, menulis rencana teknis dan melakukan teknis aplikasinya. Selebihnya, ada kekuatan lain yang mengendalikan, ya semuanya ada dalam kendali dan kuasa Sang Kuasa.”

APAKAH Anda termasuk orang yang selalu merasa bahwa Anda sudah gagal dan kalah dalam setiap bentuk usaha dan pertandingan hidup yang Anda lalui dalam kehidupan Anda? Lalu, apakah Anda pernah bertanya kepada diri Anda apa saja penyebab perasaan tersebut muncul lebih dominan, bahkan menjadi satu jenis penyakit akut yang mematikan tekad dan kesungguhan Anda dalam mewujudkan apapun usaha dan impian Anda?

 

Ketahuilah, manusia hanya memiliki kemampuan untuk membuat cita-cita, mengemas impian, menyusun strategi, menulis rencana teknis dan melakukan teknis aplikasinya. Selebihnya, ada kekuatan lain yang mengendalikan, ya semuanya ada dalam kendali dan kuasa Sang Kuasa.

Jika dikaji lebih jauh, dalam dunia usaha, bisnis, politik atau apapun yang kita impikan, ada satu kekuatan yang menjadi titik tolak yang sangat menentukan kesuksesan kita padanya, satu kekuatan yang snagat dahsyat, yaitu : Kekuatan Spiritual.

Coba kita perhatikan sejarah kesuksesan orang-orang sukses, atau para pejuang di masa lalu. Di atas segala kesungguhan dan pengorbanan mereka, baik waktu maupun tenaga dalam menggapai kesuksesan yang mereka raih, ternyata mereka memiliki satu modal utama yang lagi-lagi sangat dahsyat pengaruhnya bagi kesuksesan mereka, yaitu Kekuatan Spiritual.

Mungkin Anda bertanya, dari mana mereka memperolehnya, atau bagaimana mereka mendapatkannya?

Sejarah menuturkan bahwa mereka memperoleh atau mendapatkannya dari Sang Kuasa, dengan cara mendekat dengan Sang Pemilik segala kesuksesan, Allah Swt. Mereka sangat yakin bahwa Allah Swt. sesungguhnya yang memberi kesempatan kepada mereka untuk meraih kesuksesan. Bahkan kesuksesan itu sendiri adalah pemberian Allah Swt.

Lalu, apa saja sarananya?

Jika Anda muslim, maka beberapa hal berikut bisa Anda jadikan sebagai sarana yang memperkuat spiritualitas diri Anda.

  1. Shalat Malam dan Witir
  2. Infak dan Sodaqoh
  3. Terbiasa Silaturahim

 

Shalat Malam dan Witir

Jika Anda muslim atau mungkin non muslim, Anda perlu tahu bahwa ternayata dalam Islam sarana membangun kekuatan spirituak seperti ini sudah terformulasikan dalam bentuk ritual ibadah malam atau yang dikenal dengan sebutan shalat malam dan shalat witir.

Dalam sejarah hidup nabi Muhammad Saw. Anda dapat membaca satu hal bahwa ternyata di antara shalat yang tidak pernah beliau tinggalkan selama hidupnya adalah shalat malam dan witir. Orang-orang shaleh setelah beliau juga begitu. Apa yang beliau dan mereka peroleh dari rutinitas tersebut adalah kesuksesan yang luar biasa dalam berbagai hal. Bukan saja dalam dakwah Islam, ekspansi wilayah, keunggulan dalam bidang ilmu, kekuatan militer tapi juga dalam usaha dan bisnis.

Semoga saja Anda pernah membaca sejarah kesuksesan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Khalid, Umar bin Abdul Azis, Shalahuddin al-Ayyubi, Mohammad al-Fatih, Bukhari, Muslim, Ahmad, Syafi’i, Hanafi, Malik dan sederet pejuang Islam lainnya. Ada satu kekuatan yang tidak pernah terpisahkan dalam perjuangan mereka : Kekuatan Spiritual. Mereka memperolehnya dari shalat malam dan witir.

Adalah orang-orang sukses, apabila dadanya dihimpit musibah, atau dirinya benar-benar menginginkan sesuatu atau memiliki impian besar, mereka akan membentangkan tangannya di malam gulita dan bersujud dengan jiwa yang tunduk. Lalu mereka akan memohon kepada Allah agar diberi karunia yang baik, yang selalu memahami beragam bahasa dan keinginan hamba-Nya, selalu berbaik sangka kepada-Nya, dan sadar bahwa mereka tengah berada di hadapan Sang Maha Kuasa, mereka sadar sedang berhadapan dengan Allah yang tak pernah lelah mendengar berbagai do’a atau permintaan setiap hamba-Nya, mereka yakin sedang berada di hadapan Allah yang tak pernah bosan dengan banyaknya pemohon dan berbagai permintaan hamba-Nya. Mereka sangat yakin bahwa Allah adalah pemilik segalanya dan berkuasa atas segalanya, tidak ada yang berkuasa melebihi kuasa-Nya.

Dalam Qur’an surat as-Sajdah Allah Swt. berfirman,

“Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujudseraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. (15) Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdo’a kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan. (16) Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (17)” 

Islam melalui nabi Muhammad Saw. telah memerintahkan kepada umatnya untuk melakukan shalat malam dan witir.

Mari perhatikan sabda beliau berikut ini,

“Sungguh, Allah itu ganjil (witir) dan menyukai yang ganjil. Karena itu, hai ahli Qur’an, lakukanlah shalat ganjil (baca : sahalat witir).” (HR. Tirmizi)

Betapa mudah dan nikmatnya hidup jika kita memiliki kebiasaan mulia seperti yang juga menjadi kebiasaan orang-orang sukses dalam etalase sejarah peradaban Islam pada zaman-zaman sebelum kita.

Bayangkan saja, Allah  Swt. berjanji akan menggabungkan dua kenikmatan : kenikmatan dunia dan akhirat, bagi yang melakukan shalat witir. Sebuah gambaran nyata dan gratis bagi kita betapa istimewanya Islam sampai-sampai menyediakan jenis amal istimewa bagi umatnya. Bukan kah ini sebuah kabar gembira bagi kita yang memiliki cita-cita dan impian besar?

Nabi Muhammad Saw. bersabda :

“Dirikanlah shalat malam, sebab ia merupakan kebiasaan orang-orang sholeh sebelum kalian. Shalat malam adalah bentuk pendekatan kepada Allah yang dapat menghapus dosa dan kesalahan serta mengusir penyakit dari badan.” (HR. Tirmizi)

Sungguh aneh, shalat witir merupakan ibadah yang paling mudah, tetapi justru banyak orang yang mengabaikannya. Jika Anda muslim, maka alangkah eloknya jika Anda terbiasa untuk menunaikan ibadah sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh orang-orang sukses seperti Rasulullah Saw. dan  para sahabatnya ini.

Kelelahan fisik dan akal yang Anda rasakan akan hilang begitu saja jika Anda menghadap, mengadu dan bersujud kepada Sang Kuasa. Karena itu, menghadaplah kepada-Nya. Sampaikan semua do’a dan harapan Anda kepada-Nya. Sungguh Dia Maha Kaya, Maha Mendengar, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Kuasa dan Maha segalanya. Dengan itu semua, Allah akan memperlihatkan kepada Anda bahwa Anda itu kecil dan tidak mampu mewujudkan apapun yang Anda cita-citakan atau impikan kecuali karena mendapatkan pertolongan atau bantuan dari-Nya. Dia-lah yang Maha Mengetahui, Dia-lah Pemilik Takdir.

 

Infak dan Sodaqoh

            Anda tentu pernah mendengar kisah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali tentang bagaimana mereka berlomba-lomba untuk mengifakkan harta mereka di jalan Allah. Bayangkan saja mereka bersedia bahkan sudah menginfakkan seluruh harta mereka kepada kepentingan yang lebih besar, di jalan Allah Swt.

Mungkin Anda bertanya, apa gerangan yang membuat mereka sebegitu mudah menginfakan hartanya di jalan Allah? Mengapa mereka mengeluarkan hartanya setulus itu?

Jika dikaji lebih jauh dalam sejarah, ternyata penyebab utamanya adalah niat suci dan cita-cita mereka terhadap perkembangan dakwah Islam. Tidak ada kekuatan yang membuat niat dan cita-cita tersebut menjadi elok seperti itu kecuali adanya Kekuatan Spiritual dalam diri mereka.

Ya, dalam hitungan manusiawi yang sesaat dan terbatas mungkin Anda menganggap harta mereka terlihat berkurang, tapi dari sudut pandang yang lebih besar : visi dan kepentingan jangka panjang, harta mereka sesungguhnya selalu bertambah. Mereka telah kaya di dunia, tapi juga sudah menabung bagi kekayaan di akhirat.

Jadi, jika Anda ingin menjadi orang sukses, maka Anda mesti memiliki program untuk yang satu ini : infak dan sodaqoh. Jika para pendahulu atau orang-orang sukses sudah melakukan hal yang sama, dan mereka pun sudah menikmati hasilnya, maka Anda pun memiliki peluang dan kesempatan untuk melakukan hal yang sama. Mau atau tidak, itu adalah pilihan masing-masing diri. Yang jelas, kesuksesan yang sesungguhnya bukanlah seberapa banyak harta yang Anda tabung atau yang Anda kemas bagi kehidupan dunia Anda, tapi seberapa banyak harta yang Anda gunakan untuk kepentingan kemanusiaan dan kehidupan jangka panjang atau akhirat Anda.

Mengapa demikian?

Karena kesuksesan yang sesungguhnya bukanlah kesuksesan di dunia semata, tapi kesuksesan di dunia juga di akhirat. Bukan kah dalam setiap do’a kita selalu memohon agar diberi kebaikan untuk kehidupan dunia juga akhirat? Bukan kah kita ingin menjalani kehidupan dunia dan akhirat kita dengan nikmat yang benar-benar nikmat?

Terbiasa Silaturahim

Hal lain yang juga menjadi penopang kesuksesan atau keberhasilan Anda adalah kebiasaan bersilaturahim. Mungkin di antara Anda ada yang bertanya, apa saja manfaat atau efek positif dari kebiasaan bersilaturahim. Anda sebetulnya sudah merasakan sendiri manfaatnya. Karena Anda pasti sudah pernah silaturahim dengan tetangga Anda, keluarga Anda atau siapapun di samping rumah Anda, misalnya.

            Nah, untuk menambah semangat Anda, saya perlu menyebut beberapa manfaat.

ü  Dengan silaturahim Anda bisa mendapat teman atau sahabat baru.

ü  Dengan silaturahim Anda bisa membagi cerita, termasuk menceritakan apa impian atau rencana hidup Anda.

ü  Dengan silaturahim Anda bisa berdiskusi tentang banyak hal positif, termasuk tentang apa yang sedang Anda usahakan saat ini.

ü  Dengan silaturahim Anda bisa berbagi pengalaman.

ü  Dengan silaturahim Anda bisa mendapat tips, motivasi dan kisah pengalaman gratis.

ü  Dari silaturahim Anda bisa memperluas jaringan sosial dan jaringan usaha Anda.

            Ingat, kesuksesan kita sesungguhnya adalah ketika usaha-usaha duniawi dan impian-impian manusiawi kita semakin memperkuat hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita. Bahkan kita akan memperoleh kesuksesan dan menjadi pemenang dalam ritme kehidupan ini sesungguhnya karena kita selalu menjadikan mereka sebagai tim sukses dalam mencapai kesuksesan kita. Karena itu, jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Jika Anda sibuk dengan berbagai aktivitas, maka sediakan waktu untuk mereka. Sesibuk apapun kita, tetap saja ada kemestian bagi kita untuk selalu berkunjung kepada mereka, berbagi cerita, saling memotivasi dan seterusnya.

Mudah-mudahan apa yang saya suguhkan bermanfaat bagi siapapun Anda, para pembaca. Tentu, semuanya kembali kepada Anda masing-masing, apa yang saya sampaikan hanyalah upaya berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Akhirnya, satu hal yang perlu diingat bahwa salah satu kekuatan yang selalu dimiliki oleh orang-orang sukses di samping kekuatan atau modal yang lain adalah Kekuatan Spiritual. Semoga Anda memilikinya! []

3 Tanggapan to “Pentingnya Kekuatan Spiritual”

  1. ivan darussoleh 31 Januari 2013 pada 19:05 #

    terus gimana kalo misalkan ada orang yang sering melakukan shalat witir, tetapi dia tetap mencuri??…..

    Suka

    • Andri Saputra 17 November 2013 pada 02:21 #

      Shalat, jika dilakukan dengan benar akan menjauhkan kita dari perbuatan maksiat. Kalau kenyataannya seperti itu, berarti shalatnya belum membawa dampak apa2 bagi dia. wallahu a’lam bish shawab.

      Suka

  2. Andri Saputra 17 November 2013 pada 02:25 #

    ijin repost ya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: