Surat cinta dari SBY

22 Okt

Salam cinta untuk Mas Kadir

Mas Kadir,

Saya bersyukur kepada Allah Swt. yang telah menciptakan, menakdirkan dan menganugrahkan segalanya. Bagaimanapun tak ada kehidupan dan kematian tanpa takdir-Nya, tak ada jabatan dan pangkat tanpa kuasa-Nya, tak ada perkenalan dan persahabatan tanpa pengetahuan-Nya, dan tak awalan dan akhiran tanpa kebijakan-Nya.

Mas Kadir,

Alhamdulillah saya sudah menerima surat Mas. Sungguh luar biasa. Membacanya sangat menggugah. Hampir tak ada caci maki dan sumpah serapah di dalamnya. Pilihan katanya juga sangat tepat. Alih-alih marah, saya justru merasa dan semakin sadar diri bahwa saya adalah manusia biasa yang layak mendapatkan nasehat dari siapapun.

Mas Kadir,

Selama ini saya mendapatkan berbagai cercaan bahkan hinaan, di samping nasehat dan kritik dari berbagai kalangan. Kadang saya merasa seperti di-“binatang”-kan, tapi jujur, saya juga berpikir betapa tega orang mengatakan sesuatu dengan bahasa yang nyaris tak manusiawi. Apakah mereka suka mendapatkan hal yang sama? Ya, bangsa ini butuh keteladanan dari siapapun.  Pemimpin dan yang dipimpin sama-sama manusia yang juga pernah mendapakan didikan orangtua. Percayalah, tak ada orangtua yang mendidik anaknya agar mencaci maki orang lain. Apalagi membunuh manusia lain.

Mas Kadir,

Bangsa ini memang menghadapi berbagai permasalahan yang sangat pelik. Setiap hari kita menyaksikan semuanya berlalu seperti sudah tak ada lagi jalan keluar. Ide Mas Kadir mengenai “menulis” sangat inspiratif. Dengan menulis kita bisa mengekspresikan kehendak kita secara elegan. Jujur, saya merasa salut dan bangga dengan ide Mas Kadir untuk membangun bangsa ini dengan membangun komunikasi yang baik, dengan hati yang tulus. Begitulah idealnya bangsa ini ditata. Rakyat menyampaikan pendapat dengan baik dan sesuai tatakrama ke-Indonesia-an, pemimpin juga tau kewajiban dan menunaikannya secara baik pula.

Mas Kadir,

Surat cinta Mas Kadir yang dikirim ke saya sebagai Presiden maupun sebagai warga Negara beberapa waktu yang lalu sangat menyentuh hati saya. Luar biasa. Jujur, saya suka dikritik dan akan lebih senang lagi jika kritikan tersebut disampaikan dengan bijak. Bagaimanapun, setiap kita pasti ingin dihargai dan tidak direndahkan, apalagi dihina. Demonstrasi dan tulisan adalah di antara pilihan kritik yang saya sukai. Harapan saya, agar ke depan, kritiklah dengan ide atau gagasan. Biar saya dan pejabat Negara yang lainnya bisa mendengar dan memahami lebih jauh. Boleh jadi para pejabat Negara melanggar aturan dan lupa amanah karena sakit jiwa. Karenanya butuh terapi dari rakyat. Jadi, tidak usah caci maki… Kasihan anak saya dan anak mereka yang mendengar. Bagaimana kalau Mas Kadir kelak jadi pejabat kemudian dicaci maki oleh rakyat di depan anak-anak Mas Kadir? Saya yakin, Mas Kadir pasti malu, dan anak-anaknya juga pasti tak tahan. Mari lakukan sesuatu apapun dari sudut pandang “jika aku, maka…”, “nanti kalau aku jadi, bagaimana…?”.

Mas Kadir,

Percayalah, tidak semua pejabat negeri ini jahat dan suka korupsi. Masih ada yang baik dan mau memberikan yang terbaik bagi rakyat dan negeri ini. Berilah kami dukungan dan ide positif. Kita akhiri semua kritik dengan cara-cara yang tidak manusiawi. Ide Mas Kadir yang mengusulkan agar rakyat menulis surat untuk saya adalah ide yang baik dan layak diapresasi.

Mas Kadir,

Terkait penerbitan yang Mas Kadir singgung, saya sangat bangga. Bangsa ini memang butuh rakyat yang mau memulai, apapun itu. Apalagi nama penerbitannya Mitra Pemuda. Ini adalah tawaran terbaik bagi yang terbaik di masa depan. Tapi maaf, untuk dana atau uang modal usaha alangkah baiknya kalau langsung menghubungi para pengusaha atau siapapun yang kira-kira memiliki peluang untuk menjadi investor usaha Mas Kadir dan teman-teman. Silahkan dicoba saja. Silahkan tanya atau hubungi Pak Abu Rizal Bakri, Pak Yusuf Kalla, Pak Surya Palo,,, atau bisa juga ke Pak Hidayat Nurwahid, Pak Din Syamsudin,,, atau siapa saja. Untuk saya, kebetulan lagi belum ada jatah untuk itu. Masih banyak urusan yang mesti saya selesaikan. Apalagi saya ingin membantu mereka yang lebih membutuhkan,,, yang tak makan dan pokoknya yang sangat membutuhkan. Mudah-mudahan Mas Kadir mengerti dan paham maksud saya.

Mas Kadir,

Demikian surat balasan ini saya sampaikan, semoga surat cinta di antara saya sebagai Presiden atau pribadi dan Mas Kadir sebagai rakyat atau sebagai sahabat menjadi pengikat cinta dan mendapat kemudahan dalam segala urusan. Percayalah bahwa tak ada masalah dan tantangan hidup yang tak terselesaikan. Asal kita mau, sungguh-sungguh, bekerja, berjuang dan berdo’a. Dan tentu saja yang tak kalah pentingnya adalah kesabaran dan ketulusna kita.

Mas Kadir,

Oh ya, kalau ada kesempatan silahkan datang silaturahim ke rumah saya di Cikeas-Bogor. Biar persahabatan kita abadi. Begitu dulu, terima kasih, surat cintanya sangat menggugah, lain kesempatan kita akan lanjutkan. Sekarang saya lagi siap-siap karena ada agenda di istana negera. Selamat berjuang, dan sampai jumpa! Wassalam.

Cikeas Bogor, Juma’at 21 Oktober 2011

Presiden sekaligus sahabatmu,

SBY

Alamat saya:

Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah No. 2

Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967. Atau PO BOX 9949 Jakarta 100000.

Iklan

12 Tanggapan to “Surat cinta dari SBY”

  1. azizahnazi 22 Oktober 2011 pada 11:06 #

    Waaaaah beneran nih dari pak SBY 😀

    Suka

    • Salahudin Yuswa 22 Oktober 2011 pada 11:42 #

      sepertinya meragukan….

      Suka

  2. Idham khalid Naksi 22 Oktober 2011 pada 13:19 #

    Semangt akh..,. mari Gaungkan Da’wah keseluruh pelosok Negri ini., insya’Allh pasti ad hikmahnya dilain waktu.., SEMANGAT buat alumni PPNH..,

    Suka

  3. inodram 22 Oktober 2011 pada 14:34 #

    Surat yang di kirim dari Mas Kadir apa ya?

    Suka

  4. mr2128 22 Oktober 2011 pada 19:02 #

    minta suratnya pak, surat yang dikirim ke pak sby ..

    Suka

  5. arif 22 Oktober 2011 pada 23:54 #

    wah.. mantap pak

    Suka

  6. De Lha 5 November 2011 pada 23:23 #

    hmmm… Pak SBY belajar menulis dr Akh Kadir yaa….
    bahasa nya Akh Kadir bgt…, hehe..

    Suka

  7. rima 7 November 2011 pada 11:58 #

    subhanallah…
    saya mendapat alamat blog ini dari pementor saya..
    menarik sekali…saya yakin dan percaya pada surat itu..
    mudah2an allah memberikan keluasan wawasan dan ilmu kepada saya khususnya dan umatNya agar senantiasa lebih baik dalam merealisasikan amalan kehidupan ini..
    amin..

    Suka

  8. adit 25 November 2011 pada 22:53 #

    akh kadir.. akh kadir

    Suka

  9. ghofar89alghifari 29 November 2011 pada 10:27 #

    Mantap Mas Kadir, bikin surat untuk presiden langsung dibalas. Saya juga bikin surat untuk Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy) tapi hingga saat ini belum dibalas. Padahal saya sangat mengharapkan balasan dari penulis yg telah menginspirasi diri saya untuk berkarya itu…. Apa sih tipsnya, Mas? 🙂

    Suka

  10. Sardini 15 Desember 2011 pada 07:34 #

    subhanallah,email SBY apa ya?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: