Mengapa Aku Menulis?

1 Sep

KALAU mengingat berbagai manfaat menulis yang telah aku dapatkan, aku tersadar bahwa tak akan ada kata yang tepat untuk menggambarkan rasa syukurku. Menulis sangat bermanfaat bagiku, khususnya pada masa-masa mudaku yang heboh. Hanya dengan duduk di sudut kamar dan menuliskan catatan, ternyata mendatangkan ilham dan membangkitkan semangat untuk melewati masa-masa sulit, dan membuktikan bahwa aku memiliki sesuatu untuk diberikan kepada dunia. Menulis adalah teman di atas kertas atau laptop yang akan selalu aku temukan kapan pun.

Alasan aku menulis

Lalu, apa saja alasan utama mengapa aku menulis? Aku percaya kalau sahabat memiliki alasan tersendiri untuk menulis—sebagaimana mereka yang belum menulis membuat alasan untuk tidak (baca: belum) menulis. Namun ada baiknya bagiku membagi sedikit pengalaman, yang kemudian aku sebut sebagai alasan aku—sebagaimana sahabatku—menulis.

Menulis membantuku untuk menemukan siapa diriku sebenarnya

Saat aku menorehkan tinta penaku di atas kertas atau menggoyangkan jari-jari di atas laptop dengan menuangkan pikiran, aku mulai menemukan apa yang aku ketahui tentang diriku sendiri, juga tentang yang lain. Dengan itu aku dapat menelaah apa yang aku suka atau benci, apa yang menyakitkanku, apa yang menyenangkanku, apa kebutuhanku, apa yang dapat aku berikan serta apa yang aku inginkan dalam hidupku. Menulis bisa membantuku memahami diri dan keberadaanku di dunia dengan lebih baik.

Dengan menulis juga dapat membantuku  mengenal lebih jauh posisiku dalam kehidupan dunia, termasuk kualifikasiku di hadapan Allah Swt. Karena dengan menulis aku bisa belajar mengungkap kebenaran secara terbuka, sehingga apa yang aku yakini sebagai sebuah kebenaran dapat memperteguh keyakinanku terhadap kebenaran itu sendiri.

Menulis dapat membantuku untuk percaya diri dan bisa menghadirkan kebanggaan serta semangat berkarya

Setiap tindakan mencipta sesuatu dari nol menimbulkan rasa bangga dan prestasi. Menyadari diri bisa mengisi kolom dalam sebuah majalah dengan buah pikiranku, menulis cerita dan pengalaman hidup, membantuku mengenal lebih jauh akan kemampuan, bakat dan ketekunan yang aku miliki dan geluti. Percaya diri yang semakin besar mendorong keberanian mengambil resiko lebih tinggi dalam menulis dan kegiatan kreatif lainnya. Pokoknya, merasa lebih bangga lagi kalau misalnya tulisanku dibaca oleh mereka yang mungkin sebelumnya menganggap tulisanku engga ada apa-apanya. Ternyata sekarang mereka meminum air liur mereka sendiri yang sebelumnya sudah mereka buang. Bangga dan senangnya aku bisa berkarya.

Saat menulis aku dapat mendengar pendapat unikku sendiri

Bagiku, seorang penulis, selain mengatakan sesuatu, dia juga merupakan orang yang menemukan cara untuk menyatakan sesuatu sebagaimana dikatakan oleh seorang penyair William Stafford, “Menemukan cara untuk menyatakan sesuatu.” Saat menulis aku dapat mendengar apa isi hatiku, apa isi pikiranku. Dengan menulis aku dapat mengetahui lebih dalam bagaimana caraku mengungkapkan pendapat, cara berbicara dan cara menghadapi lawan bicara yang berbeda karakter. Yang paling penting lagi, dengan menulis aku dapat berkomunikasi dengan diriku sendiri, dengan kata-kataku sendiri. Berbicara apa adanya tentang diriku, tentang apapun yang ingin aku bicarakan. Di sini tak ada hak orang untuk melarangku. Ini duniaku sendiri, ini kesukaanku.

Menulis menunjukkan apa yang dapat aku berikan kepada dunia apa adanya

Dengan menulis aku bisa menelaah bakat, minat dan keinginanku yang unik. Dengan menulis, aku dapat mengetahui apakah aku hebat dan mampu dalam hal apa saja. Semuanya bisa aku ketahui melalui tulisan yang aku tulis. Dari menulis juga aku dapat membuat diriku terdorong untuk menulis secara sungguh-sungguh. Apa yang ingin aku tingkatkan dan lain sebagainya.

Menulis memungkingkanku untuk mempelajari diri, mengungkapkan cita-citaku dan apapun yang ingin aku lakukan dengan kata-kata. Menulis membantuku menemukan apa yang mesti aku berikan kepada negeri tercinta Indonesia bahkan dunia; terutama lagi untuk agamaku, Islam. Walau baru ide, menulis adalah referensi yang tepat bagiku untuk mengetahui secara mendetail apa yang mungkin dan bisa aku berikan kepada dunia dan kemanusiaan.

Dengan menulis, aku dapat menemukan jawaban terhadap pertanyaan dan menemukan pertanyaan baru untuk ditanyakan

Menulis memaksaku berpikir, menjadi cara untuk menemukan jawaban atas pertanyan-pertanyaan dalam hidupku. Menulis bersifat korektif, mengoreksi diri. Selain itu, menulis juga bisa memberiku kesempatan untuk memikirkan kembali secara seksama pilihan dan keputusanku menyangkut berbagai hal, mulai dari apa yang mesti aku lakukan, dengan siapa aku bergaul sampai bagaimana memberitahukan pikiranku kepada orang lain atau lingkungan di sekitar.

Menulis meningkatkan kreativitasku secara jujur

Menciptakan sesuatu berarti melontarkan pertanyaan-pertanyaan, mengalami keraguan dan kebingungan, dan akhirnya menemukan pemecahan atau solusinya. Ketika menulis, aku membenamkan diri dalam proses kreatif. Semakin berlatih, akan semakin mudah bagiku untuk memindahkan keahlian ini ke bidang lain yang membutuhkan solusi kreatif (kegiatan-kegiatan, pekerjaan atau yang lainnya).

Biasanya, ketika memulai menulis dengan satu kata atau satu kalimat, maka muncul kata atau kalimat-kalimat yang mengikutinya. Artinya, di sini muncul kreativitas baru. Mungkin sebelumnya, aku tak menemukan kata atau kalimat yang tepat untuk menjelaskan sesuatu, tapi karena aku memulai dengan satu kata atau kalimat, akhirnya akupun dengan sangat mudah melahirkan kata atau kalimat-kalimat baru.

Aku dapat berbagi dengan orang lain melalui kegiatan menulis

Banyak orang percaya bahwa kata-kata tertulis lebih memungkinkan untuk hadirnya kebebasan berekspresi ketimbang kata-kata yang diucapkan secara lisan. Menulis memungkinkanku mengungkapkan aspek-aspek diri yang tidak selalu muncul dalam komunikasi langsung, percakapan telepon atau diskusi-diskusi terbuka lainnya. Lebih dari itu, menulis bisa dijadikan sebagai sarana terbaik bagiku untuk berbagi dengan orang lain secara tulus dan terbuka.

Kadang isi hati itu akan mudah disampaikan ketika dituliskan.  Lewat tulisan aku bisa menceritakan apa adanya tentang apa yang aku alami dan aku rasakan. Mengapa? Karena aku juga merasa malu kalau aku menceritakan semuanya secara langsung. Karena itu, adalah perlu bagiku untuk menceritakan semuanya melalui tulisan, dalam bentuk karya tulis.

Menulis memberiku tempat dan kesempatan untuk melampiaskan amarah, ketakutan, kesedihan, dan perasaan menyakitkan lainnya

Menulis dapat membantuku dalam meningkatkan keyakinan yang kuat terhadap sesuatu. Selanjutnya, menulis juga dapat mengungkap setiap rasa dan perasaan yang ada dalam diriku sendiri. Ini adalah sarana untuk melampiaskan setiap emosi-emosi yang ada dalam diriku. Menulis merupakan cara aman untuk melampiaskan perasaan, menelaahnya dan mulai mengatasinya. Menulis adalah sarana gratis untuk mengatur emosi yang tak teratur. Perlawanan terhadap sebuah kondisi stagnan misalnya, akan sangat efektif jika diungkap lewat aktivitas menulis. Apalagi tulisan yang dibuat berdasarkan daya analisis yang kuat terhadap data dan faka yang tersedia. Hal itu sangat menggugah dan bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkannya. Terutama aku sendiri.

Aku dapat membantu menyembuhkan diri dengan menulis

Setiap orang pasti pernah mengalami ketidaknyamanan, sakit, luka atau apalah namanya. Aku adalah di antara manusia yang juga tak luput dari semua yang aku sebutkan ini. Yang jelas, aku adalah bagian dari komunitas manusia yang tak luput dari penyakit. Ada penyakit hati, penyakit fisik atau yang lainnya. Dengan menulis, apa yang aku alami itu semuanya bisa terobati, bisa teratasi. Karena dengan menulis, kebebasan untuk mengungkap apa saja dibuka lebar. Dengan menulis, aku bisa berdialog, mendialogkan apa yang aku rasakan dan alami. Dan ini bagiku adalah salah satu obat mujarab yang pernah aku gunakan.

Menulis memberiku kesenangan dan cara mengungkapkannya

Coba bayangkan, dengan menulis aku bisa merangkai kata-kata yang tersusun dari 26 huruf itu menjadi kalimat-kalimat yang bernilai lebih. Aku juga menyusun angka 0-9 itu ke dalam nominal yang berharga dan mengandung makna. Aku bisa menyusunya menjadi paragraf-paragraf dan kemudian semakin banyak hingga menjadi karya tulis yang mempesona. Dengan menulis aku bisa melihat diriku untuk secara senang hati mengisi ruang-ruang kosong kertas-kertas atau laptop dengan kata-kataku. Terus menerus, dari hari ke hari aku bisa melakukan aktivitas ini secara suka ria, senang dan serba santai. Betapa senangnya ketika aku menulis pada satu lembar kemudian diikuti oleh lembaran berikutnya. Dengan menulis, aku bisa melihat secara langsung hasil karyaku, hasil kerjaku. Tidak mengapa tulisanku hanya dibaca oleh aku sendiri, atau oleh istriku kelak. Yang penting aku senang dengan aktivitasku ini.

Menulis membuat aku lebih hidup

Menulis bisa menambah kepercayaan diriku. Tidak saja dalam kontek pribadi tapi juga dalam kontek lingkungan (umum) dan lain sebagainya. Karena menulis merupakan aktivitas terbuka dan bebas, maka dengan menulispun aku bisa merasakan bagaimana nikmatnya hidup. Mengapa? Karena aku menulis sebebas-bebasnya tanpa ada tekanan, tanpa pembatasan. Sebab menulis adalah urusan kesukaan, urusan pribadi-pribadi orang; urusanku sendiri. Meminjam ungkapan seorang teman, “Urusan menulis, semau gue aja”. Asal satu syarat, bertanggung jawab atas semua yang aku tulis. Baik isinya maupun respon publik terhadap hasil karyaku; bukuku atau artikel-artikelku.

Aku dapat menemukan impianku melalui menulis

Dengan menulis aku dapat menyusun mimpi, merangkai cita-cita yang sempat terbesit dalam pikiran menjadi ide yang terstruktur. Aku dapat merencanakan semua hal yang ingin aku wujudkan. Aku dapat mematangkan rencana- encana besar dalam kehidupanku. Dengan menulis aku dapat mengetahui perioritas kerja dan rencana hidup yang mesti aku wujudkan. menulis adalah pintu besar bagi mimpi-mimpi besar menjadi kenyataan. Menulis adalah sarana mensistematikakan semua impian dalam susunan yang rapih dan teratur. Semua orang memiliki impian dan cita-cita. Dengan menulis atau menuangkannya dalam bentuk tulisan maka ia akan menjadi karya nyata yang bisa mendorong dan mendukung diri dan juga pembacanya untuk mewujudkan impian atau cita-cita itu.

Bersambung…….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: