Idealis Islam Memposisikan Umatnya

Salah satu variabel penting yang sering dibicarakan dalam dakwah Islam adalah umat. Secara umum umat bisa didefenisikan sebagai sebuah nama untuk satuan atau elemen yang memiliki visi-misi, konsep, pemimpin dan sejarah. Misi adalah orientasi dan cita-cita keberadaan umat, konsep adalah keseluruhan aturan yang terdapat di dalam risalahnya, pemimpin adalah utusan atau orang-orang yang mendapatkan amanah untuk mendakwahkan risalahnya, dan sejarah adalah periodesasi dan tahapan-tahapan serta peristiwa dakwah yang terjadi di dalam etalase sejarahnya.

Sebagai sebuah entitas sosial, maka umat tentu saja memiliki inti utamanya yaitu umat itu sendiri dan pemimpin umatnya. Berbicara mengenai umat terbaik seperti yang diungkap dalam al-Qur’an adalah mengeja secara apik mengenai kedua hal tersebut.

Yang pertama, pemimpin umat. Menghadirkan pemimpin umat adalah salah satu poin utama dakwah Islam. Dan pada kenyataannya, secara sosiologis jumlah pemimpin itu selalu lebih sedikit bahkan sangat sedikit daripada jumlah umat secara umum. Orang-orang seperti ini memiliki kapasitas dan kemampuan strategis. Cara menghadirkannya hanya dengan satu cara : pengkaderan sistematis. Mengkader para pemimpin umat tentu saja berbeda dengan mengkader umat itu sendiri. Sebab para pemimpin umat itulah yang menentukan umat itu kokoh atau lemah. Semakin kuat dan berkualitas pemimpin umat maka akan kuat dan berkualitas pula umatnya, sebaliknya semakin lemah pemimpin umat maka umatnya pun akan lemah.

Di antara cara membangun basis pemimpin dalam tubuh umat Islam adalah :

Pertama, membangun visi-misinya

Dalam Islam, visi dan misi individu seorang bersifat given, pemberian. Ia merupakan anugrah dari Allah Swt. kepada umat-Nya. Dalam Islam, visi-misi ini disebut sebagai penghambaan. Hal ini seperti yang tertera dalam Qs. al-Zaariyat ayat 56 :

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Pemimpin umat mesti menjadikan ibadah sebagai visi hidupnya. Mereka juga mesti memiliki  keyakinan yang kuat terhadap kebenaran rukun Iman dan Islam serta inti-inti ajaran Islam lainnya. Sebab itulah fondasi utama dakwah Islam. Jika beberapa hal tersebut sudah menjadi keyakinan dan dipraktikkan maka umat pun akan dengan mudah mengikuti mereka. Sehingga dengan begitu, peran dakwah sebagai lanjutan dari keyakinan terhadap Islam, bisa ditunaikan dengan mudah. Jadi, visi-misi para pemimpin adalah menghamba kepada Allah dan mendakwahkan Islam agar menghamba kepada Allah. Secara sepintas para pemimpin umat adalah para da’i. Dalam bahasa lain, para pemimpin umat itu harus memiliki dan mengaplikasikan falsafah berikut : menjadi da’i (muslim) sebelum menjadi yang lain.

Kedua, membangunan bangunan pemikirannya

Hal lain yang mesti dibangun dalam diri para pemimpin umat adalah bangunan pengetahuan dan pemahamannya. Hal ini sangat penting, sebab itulah yang membuat dakwahnya menjadi apik dan terencana dengan matang. Ilmu dan pemahaman adalah dua basis utama yang mesti dimiliki oleh para pemimpin umat. Dengan kedua basis tersebut, maka dengan mudah bagi mereka untuk mendakwahkan Islam secara arif dan bijak berdasarkan konsep dan metodologi dakwah Islam sebagaimana yang dicontohkan oleh para pendahulu.

Pemimpin umat adalah mereka yang memiliki basis keilmuan dan pemahaman yang kuat. Sebab dengan keduanya berbagai tantangan dan problematika yang menjakiti umat Islam dapat dihadapi secara arif. Sebab kebodohan tidak akan pernah menghadirkan peradaban kebenaran yang sesungguhnya. Sebaliknya justru hanya akan mendatangkan kehancuran dan kebangkrutan.

 

Ketiga, membangun spiritual dan mentalitasnya  

Spiritual dan mentalitas adalah hal lain yang mesti dimiliki oleh para pemimpin umat. Kedua hal tersebut hanya bisa didapat jika para pemimpin umat tersebut hidup di tengah-tengah umat, mempraktikkan Islam dalam kancah publik, sebab di situlah Islam itu diwujudkan; dan karenanya juga umat secara umum akan dengan mudah mengikutinya.

Beragamnya karakter umat dalam etalase kehidupan, tentu saja memerlukan pemimpin umat yang memiliki mentalitas yang kuat. Mentalitas adalah kemampuan menghadapi berbagai tantangan dan peluang-peluang dakwah Islam. Kekuatan mentalitas tidak akan pernah diperoleh kecuali dengan kemampuan untuk menghadirkan solusi dan memberi manfaat kepada umat dimana para pemimpin umat tersebut hidup. Semakin banyak umat merasakan manfaat maka aspek pemerimaan umat terhadap Islam akan semakin kuat. Dengan begitu, para pemimpin pun akan menjadi manusia muslim yang memiliki mentalitas yang mempesona, yang pada akhirnya umat juga akan memiliki mentalitas yang kuat.

Beberapa hal di atas tidak akan bisa dihadirkan dalam tubuh pemimpin umat Islam jika tidak ada satuan tugas khusus untuk itu. Karenanya, sangat penting bagi umat Islam untuk menyiapkan satu kekuatan yang memiliki fungsi dan tugas untuk itu. Berbagai pergerakan dan Ormas Islam perlu mencari titik temu untuk satu agenda besar tersebut. Dengan begitu, agenda besar tersebut bukan menjadi tanggung jawab satu elemen umat saja, tapi seluruh umat Islam.

Kedua, komunitas umat. Unsur lain yang tak kalah pentingnya dalam entitas umat adalah umat itu sendiri. Keragaman Ormas dan berbagai kultur yang terdapat dalam tubuh umat tersebut tentu saja menjadi satu kekuatan penting dalam tubuh umat Islam. Walau begitu, tentu saja kita tidak menafikan adanya berbagai kendala dan tantangan dari tubuh umat yang menjadi ujian tersendiri bagi para pemimpin umat. Membentuk basis umat tentu saja berbeda dengan membentuk basis pemimpin umat. Basis spiritual, keilmuan dan pemahamannya sangat berbeda.

Dalam teori dakwah dijelaskan bahwa unsur penting dari para pemimpin umat yang dibutuhkan oleh umatnya hanya satu : manfaat. Umat akan menerima dengan mudah dakwah Islam jika mereka merasakan manfaat dari Islam yang disampaikan oleh pemimpin umat itu sendiri. Jadi teorinya adalah logika manfaat. Semakin banyak manfaat yang mereka rasakan maka semakin mudah bagi mereka untuk menerima pesan-pesan dakwah Islam.

Umat Islam mesti bersyukur kepada Allah, sebab sejak lama sudah mendapatkan gelar sebaik-baik umat atau umat terbaik (khairu ummah). Gelar ini diberikan karena prestasi gemilang umat Islam yang cukup memukau dunia. Tidak heran jika para pengamat Islam dari dunia Barat memberi pendapat dan pernyataan bahwa Islam memiliki peran strategis dalam membangun peradaban dunia dari episode sejarah ke episode sejarah berikutnya. Tak ada peradaban dunia yang bangkit dan maju kecuali di dalamnya terdapat peran strategis Islam. Bahkan nyaris tak ada peradaban tanpa keberadaan Islam.

Dalam Qs. Ali Imran ayat 110 Allah berfirman:

”Kamu adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi umat manusia, (supaya) kamu menyuruh berbuat ma’ruf dan melarang yang mungkar, serta beriman kepada Allah”.

Ayat ini menggambarkan posisi dan peran strategis umat Islam sebagai umat yang terbaik. Dinyatakan di dalamnya bahwa gelar khairu ummah didapat karena umat Islam melakukan peran-peran strategis dengan melaksanakan tiga hal yaitu; Pertama, progresif dalam melaksanakan dan mendukung proyek-proyek kebaikan; kedua, berani memberantas dan mencegah proyek-proyek keterbelakangan dan keburukan; dan ketiga, aktif meningkatkan hubungan keimanan pada Allah semata.

Unsur manfaat dari Islam akan didapatkan dengan cara memasifkan ketiga peran yang dijelaskan pada ayat di atas. Artinya, jika umat Islam ingin mematangkan dirinya menjadi umat yang terbaik, terutama di masa kini dan di masa depan, maka umat Islam mesti meunaikan ketiga hal tersebut secara serius. Dalam praktiknya tentu saja tidak satu model, sebab setiap kebaikan yang ingin diwujudkan selalu memiliki caranya tersendiri. Dan dalam varian-varian itulah umat Islam bisa memerankan posisinya sebagai umat terbaik. Lalu, seperti apakah peran umat Islam Indonesia? Itulah yang mesti kita jawab.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.